Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Meromantisasi Jam Tidur dengan 5 Ritual Self Care Malam

4 min read
Meromantisasi Jam Tidur dengan 5 Ritual Self Care Malam
ilustrasi tidur (pexels.com/olly)
  • Meromantisasi waktu tidur berarti memperlambat ritme malam, merawat diri, dan memberi jeda bagi tubuh serta pikiran setelah aktivitas seharian.
  • Ritual malam dapat mencakup skincare, kamar yang rapi dengan pencahayaan lembut, serta mengganti doomscrolling dengan membaca, musik santai, jurnal, atau stretching ringan.
  • Tidur perlu dipandang sebagai bagian self-care, bukan hadiah setelah produktif; menulis pikiran dan agenda besok dapat membantu menciptakan waktu istirahat lebih tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah seharian bekerja, kuliah, mengerjakan tugas, atau sibuk dengan berbagai urusan, tempat tidur sering kali hanya menjadi tempat untuk menjatuhkan badan. Akibatnya, waktu sebelum tidur sering dihabiskan sambil scrolling media sosial sampai mata benar-benar berat. Padahal, malam hari bisa dibuat jauh lebih menyenangkan dan sangat berguna bagi kesehatan kulit dan mentalmu.

Meromantisasi jam tidur bukan berarti kamu harus punya kamar estetik seperti yang sering muncul di media sosial. Intinya adalah mengubah waktu sebelum tidur menjadi momen untuk memperlambat ritme, merawat diri, dan memberikan jeda setelah menjalani hari yang melelahkan. Berikut ini lima cara yang bisa kamu coba setiap malam.

  1. 1. Ubah rutinitas skincare jadi ritual sebelum tidur

    Skincare
    ilustrasi pakai skincare (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

    Kalau selama ini skincare malam dilakukan terburu-buru karena sudah mengantuk, coba ubah cara pandangnya. Jangan menganggap membersihkan wajah sebagai pekerjaan, tapi jadikan sebagai tanda bahwa aktivitas hari itu sudah selesai. Kamu bisa mulai dengan membersihkan wajah dari makeup, sunscreen, debu, dan kotoran yang menempel sepanjang hari.

    Setelah itu, lanjutkan dengan produk perawatan kulit yang memang sesuai kebutuhan kulitmu. Buat suasananya lebih menyenangkan. Misalnya, putar playlist yang tenang sambil melakukan skincare. Dengan begitu, rutinitas membersihkan wajah gak lagi terasa seperti kewajiban. Tidur dengan wajah yang sudah bersih juga membuatmu merasa lebih nyaman.

  2. 2. Redupkan lampu dan ciptakan suasana kamar yang nyaman

    Lampu
    ilustrasi pencahayaan lampu (pexels.com/ronrov)

    Salah satu cara paling mudah untuk meromantisasi jam tidur adalah mengubah suasana kamar. Cukup mulai dengan merapikan tempat tidur, mengurangi cahaya yang terlalu terang, dan membuat kamar terasa nyaman untuk beristirahat. Lampu utama yang terlalu terang bisa diganti dengan pencahayaan yang lebih lembut menjelang waktu tidur.

    Kalau suka, kamu bisa menggunakan lampu meja atau lampu tidur untuk menciptakan suasana yang lebih tenang. Pastikan juga tempat tidur terasa nyaman. Ganti seprai secara rutin, rapikan bantal, dan pastikan suhu kamar tak membuatmu kepanasan atau kedinginan. Hal kecil seperti ini bisa membuat waktu menuju tidur lebih menenangkan.

  3. 3. Ganti doomscrolling dengan aktivitas yang lebih menenangkan

    Ponsel
    ilustrasi meletakkan ponsel (pexels.com/eren-li)

    Scrolling media sosial di tempat tidur pasti sering kamu lakukan. Masalahnya, aktivitas ini sering bikin lupa waktu. Kamu awalnya hanya ingin melihat beberapa video, tapi tiba-tiba sudah lewat tengah malam. Kamu bisa coba berhenti scrolling sekitar 30 menit sebelum waktu tidur dan menggantinya dengan aktivitas yang gak terlalu merangsang pikiran.

    Membaca beberapa halaman buku bisa menjadi pilihan. Kamu juga bisa mendengarkan musik santai, menulis jurnal, melakukan stretching ringan, atau sekadar berbaring sambil menikmati suasana kamar. Ketika dilakukan berulang kali, rangkaian tersebut bisa menjadi kebiasaan yang memberi tanda kepada tubuh bahwa hari sudah selesai.

  4. 4. Tuangkan isi kepala ke jurnal sebelum tidur

    Menulis
    ilustrasi menulis esai (pexels.com/cottonbro studio)

    Pernah merasa tubuh sudah berada di kasur, tapi pikiran masih sibuk memikirkan pekerjaan, tugas, atau rencana besok? Kondisi seperti ini bisa membuatmu sulit tidur. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah membuat ritual penutup hari. Kamu bisa menuliskan beberapa hal yang masih ada di pikiran ke dalam jurnal atau catatan.

    Tidak perlu membuat tulisan panjang. Cukup tuliskan apa yang perlu dilakukan besok, sesuatu yang kamu syukuri hari ini, atau hal yang sedang mengganggu pikiran. Menuliskan hal-hal tersebut dapat membuat pikiran terasa lebih terorganisir. Kamu tidak lagi harus terus mengingatnya di kepala ketika sudah berbaring.

  5. 5. Jadikan tidur sebagai self care, bukan hadiah setelah capek

    Tidur
    ilustrasi tidur (pexels.com/ Ivan Oboleninov)

    Banyak orang memperlakukan tidur seperti hadiah yang baru boleh dinikmati setelah semua pekerjaan selesai. Akibatnya, tidur selalu menjadi hal yang dikorbankan ketika sedang sibuk. Padahal, tidur bukan hadiah setelah kamu produktif. Istirahat merupakan bagian dari menjaga tubuh dan pikiran agar tetap bisa menjalani aktivitas berikutnya.

    Karena itu, cobalah mengubah cara pandang terhadap jam tidur. Kamu tidak perlu merasa bersalah ketika memilih tidur lebih awal daripada menyelesaikan satu tugas tambahan atau terus membalas chat. Meromantisasi tidur juga berarti memberi izin kepada diri sendiri untuk beristirahat tanpa harus merasa produktif terlebih dahulu.

    Lebih dari sekadar membuat malam terasa estetik, kebiasaan di atas menjadi cara untuk memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran setelah melewati hari yang panjang. Kulit mendapatkan kesempatan untuk perawatan, sementara pikiran mendapatkan waktu untuk berhenti sejenak dari berbagai tuntutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More