soft opening Morula International Fertility Clinic, BSD City (dok. Morula Indonesia)
Keberhasilan In Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung tidak selalu dapat diukur hanya dari kehamilan setelah satu kali transfer embrio. Satu kali pengambilan sel telur dapat menghasilkan beberapa embrio yang kemudian ditransfer melalui prosedur fresh maupun frozen embryo dalam periode tertentu.
Melalui basis data Morula–Monash, perkembangan setiap embrio akan dipantau mulai dari pengambilan sel telur hingga kelahiran hidup. Data ini akan melihat jumlah kelahiran hidup, hasil transfer embrio, kondisi pasien, serta waktu dan tahapan perawatan yang dibutuhkan. Dengan cara ini, hasil IVF dapat dilihat secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari satu kali transfer embrio.
Dr. Mulyoto Pangestu, dosen pada Education Program in Reproduction and Development (EPRD), Department of Obstetrics and Gynaecology, School of Clinical Sciences, Monash Health, Monash University, menjelaskan, pertanyaan penting bagi pasien bukan sekadar, apakah embrio menghasilkan kehamilan. Lebih dari itu, hal lain yang perlu jadi pertanyaan adalah, seberapa besar kemungkinan pada akhirnya mencapai kelahiran hidup setelah menjalani keseluruhan rangkaian perawatan.
“Kehamilan merupakan sebuah tahapan penting, tetapi pada akhirnya keluarga menjalani perawatan fertilitas dengan harapan dapat memiliki seorang bayi. Melalui kerja sama dengan Monash University, kami berharap dapat berkontribusi dalam menghadirkan bukti yang lebih kuat, transparansi yang lebih baik, serta layanan fertilitas yang didukung oleh informasi yang lebih baik di Indonesia.” tambah Dr. Ivan Rizal Sini, CEO PT Morula Indonesia dan Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk.