Comscore Tracker

Cegah KBGO, The Body Shop Indonesia Kampanyekan #TBSFightForSisterhood

#IDNTimesLife Gerakan ini juga usung pengesahan RUU PKS

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) kini menjadi hal yang patut mendapat perhatian lebih. Gak hanya di ranah publik seperti di ranah pekerjaan dan pendidikan, tetapi ranah privat juga sangat berpotensi untuk terjadinya KBGO. Apalagi sejak COVID-19 menyerang dan pandemik melanda, semua aktivitas dialihkan virtual.

Perubahan tersebut jelas membuka peluang KBGO yang lebih marak. Untuk menanggapi permasalahan ini, The Body Shop® Indonesia menggelar rangkaian terakhir dari Campus Online Talk Show: Menciptakan Kampus yang Aman "Cybersafety: Online Tanpa Kekerasan" pada Jumat (5/3/2021). Untuk mengetahui informasi lebih jelas mengenai kegiatan tersebut, mari simak ulasan di bawah ini.

1. Tidak adanya aturan hukum yang komprehensif menangani kekerasan seksual membuat kasus KBGO meningkat pesat

Cegah KBGO, The Body Shop Indonesia Kampanyekan #TBSFightForSisterhoodIlustrasi (IDN Times/Mia Amalia)

Berdasarkan Catatan Tahunan (Catahu) Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di dunia maya mengalami peningkatan sebesar 300 persen pada akhir tahun 2019. Hal ini bisa saja terjadi karena di Indonesia belum ada aturan hukum yang secara komprehensif menangani kekerasan seksual. Dilansir Magdalene.co, terdapat tiga aturan hukum yang menjadi rujukan kasus kekerasan seksual, yakni Undang-undang perlindungan anak, Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Sayang, dari ketiga aturan tersebut, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) hanya menjelaskan pasal pemerkosaan dan pencabulan. Sehingga, definisinya sendiri sangat sempit dan tidak memfasilitasi kasus KBGO.

Terlebih, saat ini banyak sekali perempuan yang menggunakan internet dan media sosial untuk mengekspresikan diri, berbagai karya, serta berkomunikasi. Namun, di sisi lain banyak di antara mereka yang menjadi korban karena kurangnya pemahaman mengenai cara berinteraksi yang baik dan aman di ranah online.

Maka dari itu, edukasi  tentang cara menciptakan ruang online yang aman dan nyaman bagi semua orang menjadi hal mendesak yang perlu dibahas dan dipertimbangkan. Apalagi selama masa pandemik COVID-19 jumlah laporan kasus KBGO mengalami peningkatan.

2. Terlebih, proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring membuat risiko KBGO semakin meningkat

Cegah KBGO, The Body Shop Indonesia Kampanyekan #TBSFightForSisterhoodpexels.com/@cottonbro

Sejak COVID-19 melanda semua aktivitas dialihkan secara virtual. Menurut Elni Nainggolan, Ketua Lingkar Studi Gender Mahasiswa (LSGM) Universitas Airlangga, perubahan demikian dapat meningkatkan peluang terjadinya KBGO, termasuk dalam ranah perkuliahan.

"Semua proses pembelajaran berubah menjadi daring. Komunikasi antara mahasiswa dan dosen terjalin lewat berbagai platform media sosial. Apabila terjadi pembicaraan atau bahkan perlakuan yang tidak pantas di ruang-ruang daring ini, para korban akan sangat kesulitan menyimpan bukti. Alhasil, banyak yang tidak dapat diungkap dan para korban semakin terintimidasi serta semakin takut untuk berbicara," terangnya.

Gak hanya itu, ia juga menambahkan bila KBGO pun dapat menyerang ranah privat.

"Di masa pandemi yang membatasi kontak fisik, banyak di antara kita yang berpacaran harus mengurangi intensitas pertemuan dengan pasangan dan harus memilih berkomunikasi via daring. Revenge porn adalah bentuk KBGO yang sangat berpotensi terjadi dan merugikan salah satu pihak," katanya.

3. Menyikapi hal tersebut, The Body Shop Indonesia ajak masyarakat untuk lebih paham tentang kekerasan seksual, terutama KBGO

Cegah KBGO, The Body Shop Indonesia Kampanyekan #TBSFightForSisterhoodDoc. The Body Shop Indonesia

Menyikapi isu KBGO, The Body Shop®️ Indonesia mengadakan Campus Online Talkshow Series dengan harapan dapat menjadi panduan bagi masyarakat luas khususnya millennials dalam memahami kekerasan seksual di Indonesia. Mengangkat tema Cybersafety, Ratu Ommaya, Public Relations &Community Manager The Body Shop®️
Indonesia, menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat ambil bagian dalam pencegahan kasus KBGO.

"Tema Cybersafety adalah upaya The Body Shop®️ Indonesia bersama Magdalene untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap menjaga keamanan di dunia cyber, terutama kaum muda. The Body Shop®️ Indonesia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama ambil bagian dalam edukasi terkait pencegahan untuk mengurangi angka kasus KBGO dan ambil bagian dalam usaha pengesahan RUU PKS dan lawan kekerasan seksual," jelasnya.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Suzy Hutomo CEO The Body Shop Menjadi Aktivis

4. Untuk mengatasi permasalahan KBGO bisa dilakukan dengan langkah preventif, salah satunya memahami bentuk-bentuk KBGO

Cegah KBGO, The Body Shop Indonesia Kampanyekan #TBSFightForSisterhoodIlustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)

Elni Nainggolan dalam paparannya juga menyampaikan cara untuk mengantisipasi terjadinya KBGO. Ia mengatakan jika kita bisa memulai langkah preventif dengan memahami bentuk dan tanda-tanda KBGO.

"Minimal kita mulai dengan memahami bentuk- bentuknya KBGO seperti apa saja, agar kita dapat mengenali tanda-tandanya dan dapat menghalau sebelum terjadi. Pun bila terjadi, para korban tidak sendiri. Ada banyak lembaga yang siap membantu," ungkapnya.

Selain itu, Elni juga menegaskan bila kita tidak perlu takut untuk berekspresi dan menjadi diri sendiri di media sosial kita.

"Perlu diingat bukan hanya kita yang harus menjaga sosial media kita, tetapi juga semua orang tidak ada yang berhak melakukan tindakan KBGO. Jadi jangan takut, tetaplah berekspresi dan jadi dirimu sendiri!," tegasnya.

5. Dalam acara ini The Body Shop juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam kampanye #TBSFightForSisterhood

Cegah KBGO, The Body Shop Indonesia Kampanyekan #TBSFightForSisterhoodDoc. The Body Shop Indonesia

Dalam kegiatan ini The Body Shop®️ Indonesia juga menyuarakan kampanye #TBSFightForSisterhood dengan tujuan mendorong pengesahan RUU PKS. Gerakan ini sendiri merupakan gerakan solidaritas antar perempuan terbesar di Indonesia yang digalang untuk menghapus kekerasan seksual, terutama kekerasan yang terjadi pada perempuan.

Selain itu, gerakan #TBSFightForSisterhood juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif melalui donasi di seluruh gerai The Body Shop®️ dan secara online, juga pengumpulan petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/. Gerakan ini akan terus disuarakan hingga bulan Maret 2021, agar RUU PKS segera diputuskan menjadi undang-undang yang sah. RUU PKS merupakan kebutuhan semua pihak di Indonesia, sehingga harus ada gerakan bersama untuk mewujudkannya.

Mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan menciptakan ruang aman bagi perempuan di dunia maya merupakan tanggung jawab kita bersama. Jadi, lebih bijaklah dalam menggunakan media sosial.

Baca Juga: Penyintas KDRT, Poppy Dihardjo Perjuangkan Keadilan Korban Kekerasan

Topic:

  • Muhammad Tarmizi Murdianto
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya