Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Prediksi Tren Skincare 2026, Bahan Aktif hingga Skincare Korea

ilustrasi perempuan dan skincare
ilustrasi perempuan dan skincare (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya sih...
  • Skincare minimalism
    • Tren skincare minimalis dengan tahapan yang lebih ringkas
    • Kandungan skincare kompleks untuk hasil maksimal
    • Perawatan wajah rumahan dengan lebih hati-hati dan sederhana
    • Skincare microbiome
      • Fokus pada pengenalan bakteri baik di kulit
      • Mendukung bakteri baik yang sudah ada di kulit
      • Memanfaatkan postbiotik untuk memperkuat kulit tanpa kultur hidup
      • PDRN
        • Bahan aktif PDRN dari sel sperma salmon untuk regenerasi kulit
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Layaknya fashion dan makeup, skincare juga mengalami perubahan tren dari waktu ke waktu. Tren skincare dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen serta teknologi baru yang ditemukan. Memasuki tahun 2026, dermatolog dan ahli kecantikan telah memetakan prediksi tren skincare yang diinginkan konsumen, nih.

Tahun 2026 orang-orang diperkirakan lebih menyukai skincare minimalis alias gak banyak tahap. Selain itu, beberapa kandungan juga diprediksi bakal populer, nih. Lantas, bagaimana tren skincare tahun 2026? Simak ulasannya, ya.

1. Skincare minimalism

ilustrasi perempuan menggunakan skincare
ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Skincare minimalism merupakan cara penggunaan skincare dengan tahapan yang lebih ringkas. Tren ini sudah cukup banyak diikuti sejak beberapa tahun lalu. Di tahun 2026, dermatolog memprediksi tren ini masih akan dipakai, namun dengan kandungan skincare yang lebih kompleks.

Ahli estetika selebritas Ildi Pekar mengungkapkan bahwa banyak orang menggunakan produk perawatan wajah rumahan secara berlebihan dan melapisi terlalu banyak bahan aktif karena mengikuti tren. Sayangnya, hal tersebut justru menimbulkan iritasi, jerawat, serta memperburuk kulit sensitif.

Lantas, pada tahun 2026, orang-orang akan mulai melakukan perawatan wajah rumahan dengan lebih hati-hati dan sederhana. Produk perawatan wajah yang lengkap dan hanya perlu sedikit tahap untuk hasil maksimal, akan lebih digemari. "Kulit tidak dirancang untuk menangani begitu banyak lapisan. Lebih banyak produk tidak sama dengan lebih baik,” kata Pekar, dikutip dari Cosmopolitan.

2. Skincare microbiome

ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/Antoni Shkraba)
ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/Antoni Shkraba)

Kamu mungkin pernah mendengar tentang skincare mikrobiome. Perawatan jenis ini memperhatikan mikroorganisme yang ada di permukaan kulit. Alasannya, mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit manusia memainkan peran penting dalam kekebalan tubuh, pengendalian peradangan, dan fungsi perlindungan.

Dilamsir Who What Wear, menurut Isabel Vitale, salah satu pendiri merek skincare SIV, ekosistem mikroba di permukaan kulit akan terganggu ketika seseorang melakukan pembersihan berlebihan. Selain itu, bahan aktif yang keras dan stres juga dapat menimbulkan masalah kulit seperti jerawat, eksim, rosacea, serta kulit sensitif.

Lantas, perawatan kulit microbiome muncul dengan fokus pengenalan bakteri baik di kulit. Skincare microbiome bertugas mendukung bakteri baik yang sudah ada di kulit. Selain itu, skincare ini juga memanfaatkan postbiotik berupa produk sampingan yang memperkuat kulit tanpa memerlukan kultur hidup.

"Konsumen semakin memahami bahwa rutinitas yang keras dan mengeringkan bukanlah jawabannya. Mereka mencari produk yang menghormati ekosistem alami kulit dan mendukung ketahanan jangka panjang, bukan solusi cepat," kata Vitale, dikutip dari Who What Wear.

3. PDRN

ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/cottonbro studio)

PDRN merupakan kepanjangan dari polideoksiribonukleotida. Bahan ini terdiri dari fragmen DNA yang berasal dari sel sperma salmon. PDRN memiliki manfaat antiinflamasi, stimulasi kolagen, dan regeneratif yang besar sehingga banyak dimanfaatkan dalam treatment kecantikan regeneratif.

Bukan hanya bermanfaat bagi regenerasi, PDRN juga mendukung mikrobiom di permukaan kulit. Meskipun produk berbasis PDRN belum banyak, namun para pakar memperkirakan PDRN akan mulai banyak dijadikan ingredient skincare di tahun 2026.

“Mengingat popularitasnya, berbagai merek telah memanfaatkan tren ini dengan produk PDRN yang memberikan manfaat menghidrasi dan mengencangkan kulit yang serupa di rumah,” ungkap Dendy Engelman, MD, dokter spesialis kulit kosmetik dan ahli bedah Mohs bersertifikasi di New York City, dikutip dari Glamour.

4. Skincare Korea

ilustrasi perempuan dan skincare
ilustrasi perempuan dan skincare (pexels.com/Moni Rathnak)

Gak dapat dimungkiri bahwa budaya Korea Selatan cukup kuat secara global, apalagi dalam hal makeup dan skincare. Para ahli setuju tren skincare Korea juga masih akan populer di tahun 2026. Dilansir Elle, tren skincare Korea ini secara umum meliputi glass skin, skin glazing, essence, dan formula yang berfokus pada kulit sehat.

Caroline Choi, pendiri merek K-Beauty Mizz Korea, mengungkapkan dalam Elle bahwa skincare Korea di tahun 2026 mengedepankan minimalisme, namun dengan hasil menawan. Berbagai teknologi baru juga dikembangkan, terutama dalam perawatan kulit yang mengedepankan perlindungan, bahan aktif nabati, PDRN, exosome, PLLA, serta hair essence.

“Pada tahun 2026, kita akan melihat langkah yang lebih sedikit dan lebih cerdas dengan produk multifungsi dan pendekatan perawatan kulit yang didukung bukti,” kata Chang, seorang dokter kulit kosmetik bersertifikasi di UnionDerm di New York kepada Elle.

5. Peptida kompleks

ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/cottonbro studio)

Tren skincare yang terakhir adalah peptida kompleks. Peptida sebenarmya sudah ada sejak lama dan mendapatkan perhatian dalam hal skincare sejak beberapa tahun lalu. Namun, di tahun 2026, kandungan ini akan semakin kompleks dan bermanfaat.

Komunikator Sains NIOD, Dr. Bushra Yusuf mengungkapkan dalam Who What Wear bahwa peptida disukai karena kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah sekaligus dan tetap cocok untuk sebagian besar jenis kulit. Selain itu, peptida juga dinilai fleksibel serta mudah dikombinasikan dengan formula lain dan tetap minim iritasi.

Peptida kompleks yang merupakan kemajuan dari formula peptida sebelumnya, memiliki kelebihan berupa kondisi lebih stabil, lebih mudah diserap, dan digunakan pada konsentrasi yang efektif secara klinis. Penyerapan yang baik juga membuat peptida kompleks mampu menuju lapisan kulit yang lebih dalam dengan hasil yang memuaskan.

"Banyak produk yang tersedia sekarang, juga menggabungkan beberapa jenis peptida dalam satu formula sehingga dapat mendukung produksi kolagen, menenangkan peradangan, dan memperkuat lapisan pelindung kulit sekaligus. Ini penting karena orang semakin kekurangan waktu dan menginginkan rutinitas yang terasa sederhana namun benar-benar efektif," ungkap ahli perawatan wajah dan ahli kulit, Charlie Perry dalam Who What Wear.

Itulah beberapa tren skincare yang diprediksi bakal bersinar di tahun 2026. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dan membuat rencana skincare yang bakal kamu pilih nantinya. Semoga ulasan ini bermanfaat untukmu, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Momen Canggung yang Sering Terjadi saat Akhir Tahun

03 Jan 2026, 19:04 WIBLife