Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rahasia Glow Up di Usia 30-an Menurut Dermatolog, Gak Cuma Skincare Mahal
ilustrasi wanita sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/ivan-samkov)

Memasuki usia 30-an sering bikin banyak orang mulai lebih sadar soal kondisi kulitnya. Kalau dulu begadang semalaman atau skip skincare masih aman-aman saja, sekarang kulit biasanya jadi lebih gampang kusam, kering, bahkan muncul garis halus yang bikin panik sendiri. Perubahan ini sebenarnya wajar karena produksi kolagen dan regenerasi kulit memang mulai melambat seiring bertambah usia.

Meski begitu, bukan berarti kamu harus langsung memakai skincare mahal atau treatment berlapis-lapis setiap hari. Menurut dermatolog, yang paling penting justru memahami kebutuhan kulit dan membangun rutinitas yang tepat sejak sekarang. Nah, supaya kulit tetap sehat dan glowing di usia 30-an, berikut beberapa tips kecantikan penting yang wajib mulai diperhatikan.

1. Prioritaskan kesehatan skin barrier

ilustrasi perempuan membersihkan wajah (pexels.com/ekaterinabolovtsova)

Di usia 30-an, skin barrier atau lapisan pelindung kulit mulai lebih rentan mengalami kerusakan akibat stres, polusi, sinar matahari, hingga kebiasaan memakai skincare terlalu aktif. Kalau skin barrier terganggu, kulit biasanya jadi lebih sensitif, mudah kemerahan, terasa kering, bahkan lebih gampang breakout. Karena itu, menjaga kekuatan skin barrier jadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kulit sehat.

Kamu bisa mulai memakai skincare dengan kandungan seperti ceramide, niacinamide, peptide, dan hyaluronic acid untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus memperkuat pertahanan alami kulit. Selain itu, hindari kebiasaan mencoba terlalu banyak produk sekaligus karena bisa membuat kulit stres. Rutinitas skincare yang simpel tetapi konsisten justru biasanya memberi hasil lebih baik dalam jangka panjang.

“Fungsi skin barrier menjadi semakin penting di usia 30-an. Saya merekomendasikan penggunaan ceramide, peptide, niacinamide, serta bahan hidrasi seperti hyaluronic acid untuk menjaga ketahanan kulit,” ujar Halah Taha, seorang dermatolog, dikutip dari Vogue.

2. Mulai rutin pakai retinol untuk menjaga kolagen

ilustrasi wanita sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/olly)

Produksi kolagen sebenarnya mulai menurun sejak akhir usia 20-an, tetapi efeknya biasanya mulai lebih terasa saat memasuki usia 30-an. Kulit perlahan kehilangan elastisitas, garis halus mulai muncul, dan wajah tidak lagi terlihat se-fresh dulu. Karena itu, banyak dermatolog menyarankan penggunaan retinol atau retinoid untuk membantu menjaga kekencangan kulit.

Namun, penggunaan retinol sebaiknya dilakukan secara bertahap agar kulit tidak kaget dan mengalami iritasi. Kamu bisa mulai memakai retinol satu hingga dua kali seminggu sebelum meningkatkan frekuensinya perlahan-lahan. Jangan lupa selalu mengimbanginya dengan pelembap dan sunscreen supaya skin barrier tetap aman.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa produksi kolagen sebenarnya mulai menurun sejak akhir usia 20-an. Saat memasuki usia 30-an, penting untuk mulai menggunakan treatment yang membantu merangsang produksi kolagen demi menjaga kekencangan kulit,” ujar Halah Taha.

3. Sunscreen bukan cuma dipakai saat panas

ilustrasi menggunakan sunscreen (pexels.com/yankrukov)

Masih banyak orang yang menganggap sunscreen hanya perlu dipakai saat cuaca terik atau ketika pergi ke pantai. Padahal, paparan sinar UV tetap bisa mengenai kulit meski cuaca mendung atau kamu lebih banyak berada di dalam ruangan. Kalau dilakukan terus-menerus tanpa perlindungan, kulit jadi lebih rentan mengalami penuaan dini dan muncul flek hitam.

Karena itu, penggunaan sunscreen setiap hari sebaiknya jadi kebiasaan wajib di usia 30-an. Pilih sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 dan gunakan ulang bila banyak beraktivitas di luar ruangan. Selain membantu melindungi kulit dari sinar matahari, sunscreen juga menjaga hasil skincare lain bekerja lebih optimal.

“Selain sunscreen, bahan yang paling terbukti efektif untuk menghaluskan tekstur kulit dan membuat garis halus, kerutan, serta pori-pori tampak lebih samar adalah retinol atau retinoid resep seperti Retin-A,” ujar Renée Rouleau, esthetician, dikutip dari Byrdie.

4. Eksfoliasi tetap penting, tapi jangan berlebihan

ilustrasi perempuan gunakan eye mask (pexels.com/polinatankilevitch)

Semakin bertambah usia, proses pergantian sel kulit alami akan berjalan lebih lambat. Akibatnya, sel kulit mati jadi lebih mudah menumpuk dan membuat wajah tampak kusam serta tekstur kulit terasa kasar. Inilah alasan eksfoliasi tetap penting dilakukan di usia 30-an.

Meski begitu, eksfoliasi tidak perlu dilakukan terlalu sering agar kulit tidak iritasi. Kamu bisa memilih produk dengan kandungan AHA, BHA, atau enzim yang bekerja lebih lembut di kulit. Eksfoliasi satu sampai dua kali seminggu biasanya sudah cukup untuk membantu kulit terlihat lebih cerah dan halus.

5. Jangan ragu rutin konsultasi ke dermatolog

ilustrasi memeriksa keadaan kulit di cermin (pexels.com/olly)

Banyak orang baru datang ke dokter kulit ketika masalahnya sudah cukup parah dan sulit ditangani sendiri. Padahal, konsultasi rutin justru membantu mencegah masalah kulit sebelum kondisinya semakin memburuk. Apalagi kebutuhan kulit di usia 30-an biasanya mulai berubah dibanding sebelumnya.

“Saya merekomendasikan untuk menjadwalkan setidaknya dua kali kunjungan per tahun ke dokter kulit agar mendapatkan pendekatan skincare yang benar-benar personal,” ujar Halah Taha.

Dermatolog bisa membantu menentukan skincare, treatment, hingga kandungan yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu. Dengan pendampingan yang tepat, kamu juga jadi tidak gampang tergoda mencoba tren skincare viral yang belum tentu cocok. Jadi, jangan anggap konsultasi ke dokter kulit hanya perlu dilakukan saat breakout parah saja, ya.

Memasuki usia 30-an bukan berarti pesona kulitmu otomatis memudar. Dengan kebiasaan yang tepat dan perawatan yang konsisten, kulit tetap bisa sehat, glowing, dan terawat sampai bertahun-tahun ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article