Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rambut Mudah Kembali Lurus setelah Dikeriting? Ini Penyebabnya!
ilustrasi menata rambut (pexels.com/lorenavillarreal)
  • Rambut yang cepat kembali lurus setelah dikeriting bisa disebabkan oleh suhu alat styling yang tidak sesuai, baik terlalu panas maupun terlalu rendah, sehingga bentuk ikal sulit bertahan lama.
  • Penumpukan residu dari produk rambut dan kondisioner yang tidak dibilas bersih dapat membuat rambut terasa berat, licin, serta menghambat panas alat pengeriting membentuk ikal secara optimal.
  • Kebiasaan menyentuh rambut saat masih hangat, penggunaan produk styling terlalu berat, dan panjang rambut berlebih turut memengaruhi daya tahan serta volume hasil keriting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa kesal karena rambut yang sudah dikeriting dengan susah payah justru kembali lurus hanya beberapa jam kemudian? Padahal, kamu sudah menggunakan alat styling, hairspray, bahkan mengikuti berbagai tutorial yang beredar di media sosial. Jika hal ini sering terjadi, penyebabnya mungkin bukan teknikmu semata, melainkan kondisi rambut dan kebiasaan styling yang kurang tepat.

Menariknya, rambut yang sulit mempertahankan ikal tidak selalu disebabkan oleh faktor genetik. Beberapa kesalahan kecil saat menata rambut ternyata bisa membuat hasil curling cepat turun dan kehilangan bentuknya. Supaya ikal bisa bertahan lebih lama, yuk kenali beberapa penyebabnya berikut ini!

1. Suhu alat styling terlalu tinggi atau terlalu rendah

ilustrasi styling rambut (pexels.com/reneterp)

Saat mengeriting rambut, banyak orang berpikir bahwa suhu yang lebih panas akan menghasilkan ikal yang lebih tahan lama. Padahal, suhu yang terlalu tinggi justru bisa merusak lapisan luar rambut dan membuatnya kehilangan kemampuan untuk mempertahankan bentuk. Akibatnya, ikal terlihat bagus sesaat, tetapi cepat mengendur setelah beberapa waktu.

Sebaliknya, suhu yang terlalu rendah juga tidak cukup efektif untuk membentuk pola ikal pada rambut. Panas yang kurang maksimal membuat batang rambut tidak mampu mengunci bentuk baru yang dibuat oleh alat styling. Karena itu, menemukan suhu yang sesuai dengan jenis rambut menjadi salah satu kunci agar ikal lebih awet.

"Suhu alat pengeriting sebaiknya disesuaikan dengan jenis rambut. Rambut yang tebal biasanya membutuhkan panas yang lebih tinggi daripada rambut tipis atau halus. Jika suhu yang digunakan sudah tepat, ikal cenderung lebih awet dan tidak mudah turun," kata Sarah Potempa, penata rambut selebritas sekaligus pendiri dan CEO The Beachwaver Co., dikutip dari Byrdie.

2. Ada penumpukan residu produk pada rambut

ilustrasi styling rambut (unsplash.com/awcreativeut)

Sampo, kondisioner, serum, hingga produk styling dapat meninggalkan residu yang menumpuk di batang rambut. Jika dibiarkan, lapisan tersebut akan membuat rambut terasa lebih berat dan licin sehingga ikal lebih sulit bertahan. Rambut juga menjadi kurang responsif terhadap panas dari alat pengeriting.

Selain membuat rambut lepek, penumpukan produk dapat menghalangi proses pembentukan ikal secara optimal. Itulah sebabnya rambut terkadang terlihat sulit diatur meski sudah menggunakan alat styling berkualitas. Menggunakan clarifying shampoo secara berkala dapat membantu membersihkan sisa produk yang menumpuk.

3. Kondisioner tidak dibilas sampai bersih

ilustrasi mengaplikasikan produk ke rambut (pexels.com/rdne)

Menggunakan kondisioner memang penting untuk menjaga kelembapan rambut. Namun jika produk tersebut tidak dibilas dengan sempurna, sisa kondisioner dapat meninggalkan lapisan berminyak yang membuat rambut terasa berat. Kondisi ini membuat ikal lebih cepat turun setelah proses styling.

Lapisan residu tersebut juga dapat menghambat panas dari alat pengeriting bekerja secara maksimal pada batang rambut. Akibatnya, bentuk ikal tidak terbentuk dengan baik sejak awal. Meski terlihat sepele, membilas rambut hingga benar-benar bersih dapat memberikan perbedaan besar pada hasil styling.

"Kondisioner yang tidak dibilas hingga bersih akan meninggalkan residu berminyak yang tidak bekerja dengan baik saat terkena panas. Selain itu, residu tersebut juga membentuk lapisan yang menghalangi panas untuk mengaktifkan pembentukan ikal pada rambut," ujar Laura Courtie, Bridal Hair Expert dari Laura Courtie Hair, dikutip dari Real Simple.

4. Ikal langsung disentuh setelah selesai dibuat

ilustrasi menata rambut (pexels.com/rdne)

Setelah selesai mengeriting rambut, banyak orang tidak sabar untuk langsung menyisir atau merapikannya dengan tangan. Padahal, rambut yang masih hangat belum sepenuhnya mengunci bentuk ikal yang baru dibuat. Menyentuhnya terlalu cepat justru dapat membuat ikal kehilangan struktur dan cepat mengendur.

Karena itu, para hairstylist biasanya menyarankan untuk membiarkan rambut benar-benar dingin terlebih dahulu. Bahkan, sebagian orang menjepit ikal dengan klip selama beberapa menit agar bentuknya lebih tahan lama. Langkah sederhana ini sering kali membuat hasil curling terlihat jauh lebih awet.

5. Produk styling yang digunakan terlalu berat

ilustrasi menata rambut (pexels.com/rdne)

Tidak semua produk styling membantu mempertahankan bentuk ikal. Beberapa produk justru mengandung bahan yang terlalu berat, sehingga membuat rambut kehilangan volume dan lebih cepat turun. Kondisi ini sering terjadi pada rambut tipis atau halus yang lebih sensitif terhadap beban tambahan.

Setiap jenis rambut memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga produk yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untukmu. Karena itu, penting untuk mencoba beberapa jenis produk hingga menemukan formula yang paling sesuai. Dalam beberapa kasus, penggunaan produk yang lebih sedikit justru memberikan hasil yang lebih baik.

"Terkadang produk styling justru membalikkan proses mempertahankan ikal karena menambah beban pada rambut. Berat tambahan ini dapat menyebabkan ikal lebih cepat turun," ujar Steph Stevenson, Celebrity Hairstylist dan Founder HNB Salon, dikutip dari Real Simple.

6. Rambut terlalu panjang dan berat

ilustrasi menata rambut (pexels.com/lorenavillarreal)

Panjang rambut ternyata juga berpengaruh terhadap daya tahan ikal. Semakin panjang rambut, semakin besar beban yang harus ditahan oleh setiap helainya. Berat alami tersebut akan menarik ikal ke bawah sehingga bentuknya menjadi lebih longgar seiring waktu.

Jika rambutmu cenderung panjang dan tebal, tidak ada salahnya mempertimbangkan potongan rambut yang lebih ringan. Teknik potongan tertentu dapat mengurangi beban tanpa harus memangkas rambut terlalu pendek. Dengan distribusi berat yang lebih seimbang, ikal biasanya akan terlihat lebih bervolume dan bertahan lebih lama.

Rambut yang cepat kembali lurus setelah dikeriting bukan berarti tidak bisa memiliki ikal yang tahan lama. Dengan memahami penyebabnya dan menyesuaikan teknik styling yang digunakan, kamu bisa mendapatkan hasil ikal yang lebih awet, bervolume, dan tetap cantik sepanjang hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article