Comscore Tracker

5 Pemanjat Cantik di Dunia yang Buktikan Cewek Juga Tangguh & Kuat

Perempuan pun tidak kalah jagonya memanjat tebing!

Panjat tebing, sebuah olahraga ekstrem yang sangat membutuhkan kekuatan dan keberanian yang besar untuk dapat melakukannya. Siapa sangka tidak sedikit perempuan yang menekuni olahraga ketinggian ini?

Bahkan, beberapa diantaranya berhasil menaklukkan rute panjat tebing yang paling sulit sehingga dikenal oleh dunia, khususnya di kalangan para pemanjat. Mau tahu siapa saja? Berikut para pemanjat perempuan hebat yang mendunia dan mengagumkan.

1. Sasha DiGiulian

Redbull

Perempuan lulusan Columbia University ini menekuni dunia panjat tebing sejak berumur 6 tahun di tahun 1998. Sasha DiGiulian kemudian aktif mengikuti berbagai kompetisi panjat dan meraih banyak kemenangan, termasuk tiga kali menyandang gelar US National Champion.

Kecintaannya di dunia panjat tebing difokuskan sebagai karir oleh Sasha DiGiulian. Ia telah memiliki jam terbang yang tinggi dalam dunia panjat tebing. Tercatat puluhan tebing di berbagai belahan dunia telah dia panjat.

Bahkan, ada beberapa tebing yang berhasil dia panjat dan menjadi perempuan pertama yang berhasil menakluki tebing yang dianggap sangat sulit dipanjat tersebut, seperti tebing Viaje de los Locos di Italia, Mora Mora di Madagaskar, dan juga menemukan lokasi pemanjatan tebing di Mollo, Sumba, Indonesia.

2. Emily Harrington

zonerockclimbing.com

I like to play on rocks and in the mountains.

Sebuah motto seorang Emily Harrington yang tercantum di Instagramnya, mencerminkan passion dari atlet asal Boulder, Colorado, Amerika Serikat ini. Selama beberapa tahun, Emily Harrington aktif mengikuti kompetisi panjat dan telah memenangkan berbagai kompetisi tersebut.

Ia tercatat telah 5 kali menyandang gelar US National Champion. Keberhasilan lainnya adalah melakukan free climbing di jalur tebing Golden Gate di tebing El Capitan, Yosemite, Amerika Serikat, dimana merupakan tebing dengan jalur yang sulit. 

Kini, ia masih aktif memanjat tebing, bahkan telah melebarkan sayapnya di dunia olahraga ekstrem seperti olahraga ski dan trail running.

3. Pamela Shanti Pack

planetmountain.com

Berbeda dengan pemanjat perempuan lainnya yang fokus pada sport climbing, Pamela Shanti Pack menekuni dunia panjat tebing dengan teknik crack climbing (traditional), di mana pemanjat memanfaatkan celah tebing untuk memasang sistem keamanannya. Pamela menekuni jenis pemanjatan tersebut sejak tahun 2008.

Berbagai prestasi telah diraih oleh Pamela, diantaranya keberhasilan memanjat lebih dari 60 celah tebing oleh perempuan dengan grade 5.13+ (dimana diantaranya dilakukan pemanjatan ulang oleh Pamela), menerima penghargaan Golden Piton Award pada kategori traditional climbing dari Climbing Magazine, hingga banyaknya media yang meliput kegiatan pemanjatan yang dilakoni oleh Pamela.

Bagi Pamela pemanjatan celah tebing yang dilakukan secara berkala dapat memberikan tantangan terhadap keterbatasan fisik dan mentalnya. Selain memanjat tebing, Pamela juga aktif menjadi instruktur Pilates, yang menjadi pendukung kekuatannya dalam melakukan pemanjatan.

4. Ashima Shiraishi

outsideonline.com/

Walaupun masih berusia sangat muda, siapa sangka gadis kecil ini adalah pemanjat profesional yang sudah terkenal di penjuru dunia? Banyak sekali media-media yang telah meliput keberhasilan seorang Ashima Shiraishi dalam dunia panjat tebing. Mulai dari berbagai kemenangannya dalam kompetisi memanjat hingga keberhasilannya dalam meraih top tebing yang tergolong sulit untuk ditaklukkan.

Ashima mulai mengenal dunia panjat sejak umur 6 tahun yang saat itu mencoba memanjat Rat Rock di Central Park, New York didampingi oleh ayahnya. Beberapa tahun kemudian ia mulai aktif dalam olahraga boulder dan sport climbing dengan mengikuti berbagai kompetisi, termasuk kejuaraan dunia di Climbing Youth Competition dan memenangkan peringkat satu.

Tidak hanya itu, pada umurnya yang ke 13, Ashima berhasil menjadi pemanjat kedua wanita sekaligus termuda yang berhasil melakukan pemanjatan pada grade tersulit.

5. Margo Hayes

climbing.com/

Perempuan yang lahir pada bulan Februari 1998 silam ini memulai hobi memanjatnya sejak berusia 10 tahun. Sebelum menjadi pemanjat profesional, Margo merupakan atlet senam (gymnast) yang kemudian menjadi bekal fisik dalam dunia panjat tebing.

Margo merupakan bagian dari US National Team, di mana ia telah mengikuti berbagai kompetisi memanjat kelas dunia. Pada tahun 2016 di World Youth Championship, ia berhasil meraih peringkat pertama pada dua kelas di kategori junior, yakni bouldering dan lead.

Keberhasilannya yang lain adalah ia menjadi pemanjat wanita pertama yang menaklukkan tebing La Rambla dengan grade 5.15d, sebuah tebing dengan rute tersulit yang pernah ada. Keberhasilannya tersebut menuai pujian dari kalangan pemanjat di seluruh dunia kepada atlet muda ini. Selain itu, Margo juga mendapatkan penghargaan Golden Piton Awards atas keberhasilannya dalam memanjat 14 rute tebing dengan grade 5.14.

Line Ads

Topic:

  • Agustin Fatimah

Just For You

I Want More !