5 Sebab Skin Barrier Bisa Rusak Meski Rajin Pakai Skincare

- Eksfoliasi terlalu sering dapat merusak lapisan pelindung kulit
- Pemakaian produk dengan kandungan terlalu kuat bisa melemahkan skin barrier
- Membersihkan wajah terlalu sering dan kurang hidrasi dari dalam juga dapat merusak skin barrier
Kulit yang sehat dan glowing bukan hanya karena banyaknya skincare yang kamu pakai. Ada satu lapisan pelindung alami kulit bernama skin barrier, yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi dari polusi, bakteri, dan iritasi.
Meski kamu rajin skincare-an setiap hari, skin barrier tetap bisa rusak kalau ada kebiasaan yang mengganggu fungsinya. Kerusakan skin barrier biasanya ditandai dengan kulit gampang kemerahan, muncul jerawat tiba-tiba, terasa kering sampai perih saat pakai produk tertentu. Jadi, penting banget tahu penyebabnya sebagai berikut!
1. Terlalu sering eksfoliasi

Eksfoliasi memang bisa mengangkat sel kulit mati dan bikin kulit kelihatan lebih cerah. Namun, kalau dilakukan terlalu sering, apalagi dengan produk yang punya kandungan AHA, BHA, atau scrub kasar, lapisan pelindung kulit bisa ikut terkikis.
Idealnya, eksfoliasi cukup 1–2 kali seminggu untuk kulit normal. Kalau kulitmu sensitif, cukup lakukan sekali atau ganti dengan eksfoliasi lembut seperti enzyme exfoliant. Intinya, kulit butuh waktu untuk regenerasi, bukan dipaksa bersih total setiap hari.
2. Pakai produk dengan kandungan terlalu kuat

Kadang demi mendapatkan hasil yang cepat, orang cenderung pakai produk dengan kadar bahan aktif tinggi, seperti retinol atau vitamin C konsentrasi tinggi. Padahal, kulit yang belum terbiasa bisa stres dan akhirnya skin barrier-nya melemah.
Bahkan, pemakaian chemical actives tanpa jeda yang cukup juga bikin kulit rentan iritasi. Triknya, kenali dulu daya tahan kulitmu, mulai dari konsentrasi rendah, dan kombinasikan dengan produk yang sifatnya menenangkan atau melembapkan, ya!
3. Membersihkan wajah terlalu sering

Kulit memang harus dibersihkan dari kotoran, debu, dan minyak berlebih, itu benar. Namun, kalau kamu terlalu sering mencuci wajah justru bisa menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan untuk menjaga skin barrier kulitmu.
Apalagi kalau kamu pakai sabun wajah dengan pH tinggi atau formula yang terlalu keras. Cukup bersihkan wajah dua kali sehari pada pagi dan malam hari. Pilih cleanser yang lembut, bebas SLS, dan pH-nya mendekati pH kulit atau sekitar 5,5.
4. Kurang hidrasi dari dalam

Skincare yang melembapkan memang penting, tapi hidrasi dari dalam tubuh gak kalah krusial. Kulit yang kering karena kurang minum air atau terlalu banyak konsumsi kopi dan alkohol akan lebih rentan mengalami kerusakan skin barrier.
Jadi, cobalah penuhi kebutuhan cairan minimal 2 liter per hari, dan tambahkan asupan buah serta sayur yang tinggi kandungan air. Dengan begitu, kelembapan kulit kamu gak cuma datang dari luar, tapi juga dari dalam.
5. Terpapar sinar matahari tanpa perlindungan

Paparan sinar UV adalah salah satu musuh terbesar skin barrier. Meskipun kamu sudah pakai rangkaian skincare lengkap, kalau melewatkan sunscreen, efeknya bisa fatal untuk kulit. Sinar UV bisa merusak kolagen, membuat kulit dehidrasi, bahkan memicu peradangan.
Oleh karenanya, gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap pagi. Jangan lupa untuk re-apply setiap 2–3 jam sekali kalau beraktivitas di luar ruangan. Perlindungan ini bukan cuma soal mencegah kulit gelap, tapi juga menjaga fungsi pelindung kulitmu tetap optimal.
Sebagus apapun skincare-mu, kalau skin barrier rusak, hasilnya gak akan maksimal. Jadi, daripada fokus ke jumlah produk yang kamu pakai, lebih baik fokus untuk menjaga kondisi kulit secara maksimal, ya!