Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Jawab Pertanyaan HRD soal Career Gap karena Alasan Keluarga

Wawancara kerja
ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Edmond Dantès)
Intinya sih...
  • Keputusan berhenti bekerja diambil dengan sadar dan bertanggung jawab untuk prioritas keluarga yang mendesak.
  • Tetap mengikuti perkembangan tentang pekerjaan, menunjukkan nilai positif dari pengalaman mengurus keluarga, dan fokus pada kontribusi yang akan diberikan.
  • Tunjukkan kompetitif dan mampu beradaptasi dengan cepat, serta siap memberikan hasil kerja nyata sejak hari pertama kembali bekerja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meninggalkan pekerjaan untuk urusan keluarga bukan keputusan yang mudah. Beberapa orang memilih menemani buah hati di masa tumbuh kembangnya, ada pula yang fokus untuk merawat orangtua lansia. Dalam kondisi seperti ini, jeda sejenak dari karier seringkali tak terhindarkan demi tanggung jawab yang lebih mendesak.

Saat memutuskan kembali bekerja, jeda karier sering jadi pertanyaan utama di wawancara. Tidak jarang muncul rasa cemas karena takut dianggap kurang serius membangun karier. Supaya tetap terlihat profesional dan siap memberi kontribusi, berikut beberapa cara menjawab pertanyaan tentang career gap dengan tepat.

1. Tegaskan keputusan diambil dengan sadar dan bertanggung jawab

Wawancara kerja
ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Resume Genius)

Mulailah dengan menjelaskan bahwa berhenti bekerja bukan keputusan impulsif. Keputusan itu diambil karena ada prioritas keluarga yang mendesak dan membutuhkan perhatian penuh. Hal ini sangat penting untuk membantu HRD memahami bahwa langkah tersebut bukan karena kurangnya motivasi dalam membangun karier.

Pastikan juga rekruter tahu urusan keluarga kini sudah tertangani dengan baik. Hal ini memberi kepastian bahwa pekerjaan tidak akan terganggu. Dengan begitu, HRD yakin kamu bisa fokus dan berkomitmen penuh saat kembali bekerja.

2. Tunjukkan bahwa kamu tetap mengikuti perkembangan tentang pekerjaan

Wawancara kerja
ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Meski fokus mengurus keluarga, tunjukkan bahwa kamu tetap mengikuti tren dan isu terbaru di bidang pekerjaan. Aktivitas sederhana seperti membaca artikel, mendengarkan podcast tentang karier, atau berdiskusi dengan teman seprofesi cukup untuk menjaga wawasan tetap segar. Hal ini memberi kesan bahwa tanggung jawab keluarga tidak mengurangi kemampuan profesionalmu.

Ceritakan kegiatan positif ini saat wawancara agar perusahaan yakin kamu siap kembali bekerja. Aktivitas tersebut menunjukkan komitmen dan motivasi belajar yang tetap terjaga. Dengan begitu, HRD melihat bahwa career gap tidak membuatmu ketinggalan informasi penting di bidang pekerjaan.

3. Tunjukkan nilai positif dari pengalaman mengurus keluarga

Wawancara kerja
ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/RDNE Stock project)

Selama mengurus keluarga, banyak keterampilan kerja yang ikut terasah, seperti manajemen waktu, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah dengan cepat. Ceritakan pengalaman ini secara singkat saat wawancara agar HRD melihat kaitannya langsung dengan posisi yang dilamar. Pendekatan ini membantu rekruter memahami bahwa pengalaman pribadi juga menambah nilai profesionalmu.

Tunjukkan bahwa tanggung jawab pribadi memberi perspektif baru dalam menghadapi tantangan di tempat kerja. Sampaikan dengan percaya diri bahwa motivasi dan kesiapan bekerja tetap kuat meski sempat berhenti sejenak. Dengan begitu, HRD akan yakin kamu siap menghadapi tugas dan tanggung jawab baru.

4. Fokus pada kontribusi yang akan kamu berikan

Wawancara kerja
ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/MART PRODUCTION)

Jelaskan alasan kuat mengapa perusahaan ini menjadi pilihan utama untuk kembali bekerja. Ceritakan secara singkat bagaimana visi pribadimu sejalan dengan target tim agar HRD melihat nilai tambah yang kamu bawa. Sertakan rencana awal yang sudah kamu pikirkan untuk menghadapi tantangan di posisi tersebut.

Tunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk langsung bekerja tanpa perlu banyak waktu menyesuaikan diri. Dengan begitu, HRD yakin kamu bisa memberikan kontribusi penuh sejak hari pertama. Sikap ini memperkuat kesan bahwa career gap tidak mengurangi kemampuanmu bekerja efektif.

5. Tunjukkan kamu tetap kompetitif dan mampu beradaptasi dengan cepat

Wawancara kerja
ilustrasi wawancara kerja (freepik.com/pressfoto)

Masa jeda bekerja memberimu energi baru dan perspektif berbeda, sehingga kamu siap bekerja dengan maksimal. Tunjukkan kemampuan menyesuaikan diri dengan teknologi atau alur kerja baru agar tetap kompetitif. Hal ini menegaskan bahwa kamu bukan sekadar ingin kembali bekerja, tapi benar-benar siap menghadapi tuntutan profesional saat ini.

Beri contoh rencana yang akan kamu lakukan di minggu pertama kerja, misalnya memahami alur kerja, mengenal tim, dan menyusun prioritas tugas. Dengan begitu, HRD melihatmu sebagai kandidat yang siap langsung memberikan hasil kerja nyata. Semakin realistis rencananya, semakin jelas bahwa career gap tidak mengurangi kemampuanmu menjalankan tanggung jawab pekerjaan.

Kamu tidak perlu ragu lagi untuk meraih kesempatan baru dengan percaya diri. Setiap pengalaman, termasuk waktu jeda dari pekerjaan, bisa menjadi kelebihan jika disikapi dengan tepat. Saatnya melangkah maju dan tunjukkan kemampuan terbaikmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Zodiak Paling Populer di Sekolah saat Valentine Tiba, Banyak Kadonya

11 Feb 2026, 22:16 WIBLife