Comscore Tracker

Jawhara Busana Syari Bermotif Siap Merambah Pasar Modest Fashion Eropa

Jadi busana muslim favorit muslimah luar negeri

Perkembangan busana syar'i terus mengalami peningkatan di Indonesia. Tapi, siapa sangka bahwa busana syar'i juga disukai oleh masyarakat non-muslim di luar negeri khususnya Eropa.

Keunikan busana syar'i yang menyerupai dress dianggap sebagai busana unik yang sangat cocok dengan iklim yang ada di sana. Melihat peluang tersebut Jawhara Syari bergegas untuk melebarkan sayap dengan mengikuti 'Amsterdam Modest Fashion Week 2019' pada 14-16 Desember 2019.

1. Jarang ditemui di negara Eropa busana syar'i sempat dibilang unik sampai dianggap baju teroris

Jawhara Busana Syari Bermotif Siap Merambah Pasar Modest Fashion EropaAmsterdam Modest Fashion Week 2019. 9 Desember 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Pandangan masyarakat di luar negeri terhadap modest fashion khususnya busana syar'i masih dianggap tabu dan tak lazim. Saat kali pertama menggunakan busana syar'i ke luar negeri, Cynthia Mahendra selaku Founder Jawhara Syar'i mengaku sempat dipandang aneh. Beberapa pihak sampai menganggap Ia merupakan bagian dari jaringan teroris. 

Seiring berjalannya waktu, busana syar'i mendapat tempat di hati pencintanya. Beruntung masyarakat di negara-negara Eropa open minded dan bisa menerima semua style busana muslim termasuk syar'i. Selain itu, busana syar'i yang memiliki potongan menyerupai dress dianggap sangat unik dan cocok dengan iklim yang ada di sana.

Tak hanya mendapat dukungan dari masyarakat di sejumlah negara Eropa, pemerintah juga turut memperkenalkan busana syar'i lebih luas lagi. Karena kebanyakan tren busana muslimah yang berkembang di sana didominasi oleh fashion hijab dan abaya saja. 

2. Cynthia Mahendra ingin mengubah stigma busana syar'i yang selama ini dianggap menyusahkan saat dipakai

Jawhara Busana Syari Bermotif Siap Merambah Pasar Modest Fashion EropaAmsterdam Modest Fashion Week 2019. 9 Desember 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Selama ini banyak orang yang berpandangan bahwa busana siyar'i itu ribet dan menyusahkan. Stigma inilah yang ingin diubah oleh Cynthia. Busana syar'i sebenarnya memberikan kenyamanan pada perempuan, selain menyerupai dress, busana syar'i juga membuat ruang gerak perempuan jadi leluasa. 

"Saya ingin masyarakat melihat busana syar'i ini menjadi busana ideal yang sesuai dengan syariat Islam. Perempuan akan terlihat lebih santun dan anggun saat mengenakan busana syar'i," kata desainer sekaligus Founder Jawhara Syar'i saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (11/12).

3. Busana syar'i ragam motif lebih disukai masyarakat muslim dan non-muslim di sejumlah negara yang ada di Eropa

Jawhara Busana Syari Bermotif Siap Merambah Pasar Modest Fashion EropaAmsterdam Modest Fashion Week 2019. 9 Desember 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Sejauh ini modest fashion yang berkembang di Eropa yakni busana fleksibel yang tidak terlalu tertutup. Misalnya penggunaan turban dengan turtleneck. Sedangkan muslimah yang datang dari tanah Arab lebih menyukai busana abaya dengan potongan lurus tanpa aksen.

Kehadiran busana syar'i dengan ragam motif seperti bunga, daun dan pattern sederhana ternyata mampu memberikan warna baru. Busana syar'i dari Indonesia dianggap memiliki ciri khas yang begitu unik sehingga bisa menarik perhatian masyarakat tak terkecuali yang non-muslim.

Baca Juga: 8 Gaya Hijab Syari & Stylish ala Ghaida Tsurayya, Putri Suling Aa Gym

4. Terdapat 10 koleksi busana syar'i yang siap curi perhatian di ajang Amsterdam Modest Fashion Week 2019

Jawhara Busana Syari Bermotif Siap Merambah Pasar Modest Fashion EropaAmsterdam Modest Fashion Week 2019. 9 Desember 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Menginjak tahun ke-5, Jawhara Syar'i akhirnya berhasil melenggang di ajang fashion bergengsi Amsterdam Modest Fashion Week 2019. Terdapat 10 looks yang siap dipamerkan. Secara keseluruhan desain Jawhara Syar'i kali ini didominasi oleh tatanan bunga-bunga yang indah.

Bunga kerap dianggap sebagai lambang keindahan yang universal, hampir semua perempuan menyukai bunga. Oleh sebab itu, Jawhara menghadirkan pattern bunga klasik, pemandangan dan arsitektur bangunan di negara-negara Eropa. Pameran kali ini mengusung tema 'Once Open a Time' yang memiliki makna tentang imajinasi, impian perempuan layaknya seorang putri raja.

Agar nyaman dipakai, Cynthia menggunakan bahan chiffon yang dikombinasikan dengan silk yang diimpor langsung dari China dan Korea. Tak lupa Ia juga menyisipkan swarovski sebagai detail.

5. Ia ingin menjadikan tren busana syar'i sebagai baju yang mencerminkan budaya Indonesia seperti batik

Jawhara Busana Syari Bermotif Siap Merambah Pasar Modest Fashion EropaAmsterdam Modest Fashion Week 2019. 9 Desember 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Sama seperti batik yang dikenal sebagai busana asli Indonesia, Cynthia juga ingin menjadikan busana syari sebagai baju khas Indonesia.

"Kepopuleran busana syar'i di Indonesia menurut saya bisa menjadi dorongan yang luar biasa untuk mempakemkan bahwa busana syar'i sebagai baju asli Indonesia. Sejak awal kemunculannya, busana syar'i terus mengalami perubahan dan perkembangan dari segi warna maupun desain sehingga bisa disukai oleh masyarakat di negara-negara luar khususnya Eropa," pungkasnya.

Baca Juga: Inspirasi Gaya Hijab Aghnia Punjabi yang Classy Tapi Tetap Syari

Topic:

  • Syarifah Noer Aulia
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya