Comscore Tracker

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis Porang

#AkuPerempuan Kartini modern yang tak berhenti berjuang

Saat banyak orang berlomba-lomba mengadu nasib di ibu kota, Shofi Fajriah Ilmi memilih kembali ke kampung halamannya di Desa Bungbulang, Garut, Jawa Barat. Tujuannya satu, ia ingin memberikan kontribusi untuk membangun desa kelahirannya itu.

Wanita yang akrab disapa Shofi ini adalah seorang pebisnis muda yang bergelut di bidang hasil bumi jenis umbi porang. Sebuah usaha yang terbilang unik sekaligus menantang, namun bagi sebagian orang mungkin dianggap tak kekinian.

Meskipun begitu, Shofi tak pernah menyerah dengan profesi yang ia jalani. Tak sekadar berbisnis, wanita 25 tahun ini juga menerapkan konsep women empowerment dengan melibatkan perempuan di desanya dalam usaha umbi porang ini.

Kisah jatuh bangun alumni Institut Pertanian Bogor ini dalam membangun usahanya bisa menjadi inpirasi, terutama bagi kamu para perempuan yang ingin mulai berbisnis!

1. Berhasil masuk IPB dengan beasiswa, Shofi bertekad ingin kembali untuk membangun desanya

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis Poranginstagram.com/shofi_fajri

Shofi lahir dan tumbuh di desa Bungbulang yang terletak sekitar 75 km dari kota Garut, Jawa Barat. Tak seperti perempuan di desanya yang kebanyakan langsung menikah selepas lulus SMA, Shofi memilih untuk melanjutkan kuliah.

Ia berhasil diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Kimia melalui jalur beasiswa. Bisa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tak membuat Shofi lupa dari mana asalnya. Ia justru semakin semangat dan bertekad untuk kembali dan membangun desa kelahirannya.

2. Putuskan resign untuk memulai bisnis

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis Poranginstagram.com/shofi_fajri

Selepas lulus dari IPB, Shofi sempat bekerja di salah satu perusahaan konsultan oil dan gas di Jakarta selama 1,5 tahun. Pengalamannya mengikuti training ekspor bidang pertanian saat masih bekerja membuatnya tertarik untuk membuka bisnis di bidang hasil bumi.

Shofi melihat potensi bisnis yang menjanjikan di ranah ini, terlebih belum banyak kalangan millennials yang menggeluti usaha di bidang hasil bumi. Tahun 2017, ia pun mantap meninggalkan pekerjaannya untuk memulai bisnisnya dari nol. Saat itu ia memilih untuk menjual produk jahe sebagai komoditas ekspor.

Namun pada akhir tahun 2017, Shofi memutuskan untuk beralih menjalankan bisnis di pasar lokal dengan menjual umbi porang. Tanaman ini merupakan bahan mentah yang biasanya digunakan dalam berbagai industri seperti pembuatan lem, kertas, silikon gel, dan masih banyak lagi.

"Umbi porang ini tumbuh secara liar di hutan hutan tropis Indonesia, loh! Ternyata kandungan glukomanan pada umbi ini sangat banyak sekali manfaatnya untuk industri. Nah, peluang ini yang saya ambil untuk menekuni bisnis di hasil pertanian ini," papar Shofi.

3. Tak sekadar cari untung, tapi ingin melakukan bisnis yang bisa bermanfaat untuk orang banyak

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis PorangIDN Times / Shofi Fajriah

Tumbuh di lingkungan keluarga yang memiliki background pertanian membuat perempuan berhijab ini kian mantap menjalani bisnis hasil bumi. Tak mau sekadar mencari untung, Shofi juga ingin merintis bisnis yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Kembali ke kampung halamannya di Garut, Shofi akhirnya mengenalkan budidaya tanaman porang pada petani lokal.

Awalnya, ia mengaku kesulitan saat harus menjelaskan ke petani karena tidak semuanya mengetahui umbi porang ini. Ia pun mulai melakukan pendekatan dengan memberi edukasi cara budidaya, hingga memberikan bibit gratis kepada para petani sebagai investasi.

Awalnya hanya berperan sebagai supplier, bisnis porang ini pun semakin berkembang. Sejak awal tahun 2019, Shofi mendirikan Indonesian Konjac, bisnis pengolahan pasca panen dengan mengolah umbi porang menjadi produk setengah jadi (berbentuk chip) lalu dijual ke pabrik- pabrik.

4. Pernah ditipu dan merugi hingga tak mau lagi menjalankan bisnis di bidang pertanian

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis PorangIDN Times / Shofi Fajriah

Menjalankan sebuah bisnis bukanlah pekerjaan yang mudah. Itulah yang dirasakan Shofi saat sudah mulai terjun dan mengelola usahanya. Tak selalu mulus, alumni IPB itu juga kerap dihadapkan dengan tantangan hingga pengalaman pahit selama menjalankan bisnisnya.

Saat baru menjalani bisnis porang di tahun pertama, ia bahkan pernah ditipu oleh tim lapangannya sendiri. Kala itu timnya melarikan uang perusahaan hingga membuat Shofi mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Down itu wajar, rugi itu wajar. Waktu itu satu bulan bener-bener berpikir 'kok bisa?' (ditipu)?" ungkap sarjana Kimia itu.

Beruntung, ia masih memiliki partner bisnis sekaligus mentor yang selalu mendukungnya. Arahan dari partnernya inilah yang membuat Shofi bangkit dari keterpurukan. Kegagalan yang ia alami justru dijadikan sebagai pelajaran. Mulai lagi dari nol, Shofi akhirnya kembali terjun ke dunia yang ia senangi ini.

Baca Juga: Belajar Tangguh dari Bu Harsini, Wanita dengan 3 Pekerjaan Sehari

5. Melalui bisnis porang, Shofi berhasil memberdayakan perempuan di desanya

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis PorangIDN Times / Shofi Fajriah

Perlahan impian Shofi untuk memberikan kontribusi dan memberdayakan warga desanya akhirnya mulai terwujud. Bukan hanya petani, Shofi juga mengajak para perempuan di desanya untuk ikut ambil andil dalam bisnisnya. 

"Dengan adanya pengolahan pasca panen terlebih dahulu, kami bisa mempekerjakan beberapa ibu-ibu desa dan menambah added value pada tanaman tersebut," ungkap Shofi.

Sejak tiga bulan berjalan, sudah ada 5 pekerja wanita yang membantu dalam proses pengolahan porang mulai dari perajangan hingga penjemuran. Shofi sebenarnya bisa saja menggunakan mesin agar proses pengolahan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun ia memilih menggunakan SDM demi memberikan lapangan pekerjaan bagi perempuan di desanya.

Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi warga lokal. Bukan hanya bisa medapat penghasilan, mereka juga bisa mendapatkan pengetahuan serta keahlian dalam pengolahan umbi porang ini. Hasilnya, masyarakat desa Bumbulang bisa menjadi mandiri baik dari sisi ekonomi maupun skill.

6. Tak sedikit pula yang meremehkan profesinya yang bukan 'orang kantoran'

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis PorangIDN Times / Shofi Fajriah

Memilih bisnis di bidang hasil bumi membuat wanita berdarah Sunda ini seringkali diremehkan orang-orang di sekitarnya. Apalagi profesinya ini kebanyakan ditekuni oleh laki-laki. Tak sedikit yang memandang sebelah mata hanya karena dirinya bukanlah wanita karier yang kerja kantoran.

Banyak juga yang meragukan dan menyebut bila usahanya ini tak memiliki jenjang karier yang jelas. Belum lagi stigma di kampung halamannya yang menganggap wanita seusianya sudah waktunya untuk menikah dan mengurus rumah tangga, bukan lagi mengejar karier.

Namun terlepas dari pandangan orang lain terhadapnya, Shofi tak gentar atau sedikit pun ragu dalam menjalankan usahanya. Semangatnya dalam merintis bisnis membuatnya tetap bertahan dan berusaha menunjukkan bila dirinya juga bisa sukses dengan jalan yang ia pilih. Ia juga selalu mengingat tujuan awalnya berbisnis, yakni ingin melakukan pekerjaan yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

7. Pesan untuk para perempuan yang ingin memulai bisnis

Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis PorangIDN Times / Shofi Fajriah

"Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yg tdk pernah jatuh. Jangan takut salah karena dengan kesalahan pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yg benar di langkah kedua."

Itulah pesan yang ingin disampaikan Shofi bagi para perempuan yang ingin mulai berbisnis. Baginya, dalam memulai bisnis niat saja tidak cukup, tapi harus dibarengi dengan persiapan serta planning yang matang. Intinya dalam memulai sebuah usaha, jangan menunggu dan berharap semuanya sempurna di awal. 

"Dengan berjalannya waktu, kita pasti akan menemukan fase 'learning by doing', kok! Jadi, yuk mumpung masih muda, maksimalkan potensimu dengan menjadi kartini-kartini versi masa kini!" pesan Shofi.

Baca Juga: Pratiwi Saraswati: Temani Pelancong Nikmati Sisi Lain Kota Semarang

Topic:

  • Ulfa Luthfia Hidayatty
  • Pinka Wima

JADWAL SALAT & IMSAK

21
MEI
2019
16 Ramadan 1440 H
Imsak

04.25

Subuh

04.35

Zuhur

11.53

Asar

15.14

Magrib

17.47

Isya

19.00

#MILLENNIALSMEMILIH

Versi: 21 May 2019 05:00:04

Progress: 749.888 dari 813.350 TPS (92.19745%)

Just For You