Comscore Tracker

Tjut Nyak Deviana, Profesor Musik Wanita Indonesia yang Diakui Dunia

#AkuPerempuan Beliau memilih untuk membangun negerinya...

Nama Tjut Nyak Deviana Daudsjah barangkali masih asing bagi millennials. Tapi untuk pecinta musik jazz, ia pasti sudah sangat dikenal. Walaupun usianya tak lagi muda, ia kerap kali hadir di festival-festival musik sebagai pengisi panggung. Namun di balik panggung, ia adalah sosok yang cukup disegani di dunia musik.

Bagaimana tidak? Deviana, panggilan akrabnya, merupakan seorang profesor musik lulusan mancanegara. Karyanya sudah diakui di negara sekelas Jerman. Namun berkat kerendahan hati, ia memilih kembali ke Indonesia dan memajukan pendidikan musik di negara asalnya. Simak kisah Tjut Nyak Deviana, profesor musik wanita Indonesia yang diakui dunia berikut!

1. Karier panjang Deviana sudah dimulai sejak usia lima tahun. Kala itu, ia mengambil pelajaran formal di Bangkok

Tjut Nyak Deviana, Profesor Musik Wanita Indonesia yang Diakui Duniadjarumcoklat.com

Perempuan kelahiran Jakarta ini, mulai memperlihatkan kecintaannya pada musik sejak masih cilik. Saat itu, ia tengah mengambil pelajaran formal di Bangkok, Thailand. Pada usia 18 tahun, ia memutuskan meninggalkan Indonesia. Kepindahannya ke Freiburg, Jerman ditujukan untuk belajar piano klasik dan komposisi di Musikhochschule Freiburg.

2. Selama di Jerman, ia tak cuma belajar dan jadi musisi. Kiprah terbesar Deviana adalah merancang kurikulum yang disahkan pemerintah Jerman

Tjut Nyak Deviana, Profesor Musik Wanita Indonesia yang Diakui Duniayoutube.com

Bertahun-tahun jadi musisi di Eropa, Deviana sering diminta jadi band leader. Padahal, sesungguhnya ia tidak suka memimpin. Sampai pada tahun 1987, ia mendapat permintaan mengajar privat untuk sebuah band. Di situlah ia menemukan kesenangan mengajar, terlebih saat murid-muridnya mengalami perkembangan.

Tiga tahun kemudian, saat sedang menjadi freelance music director pada sebuah teater, tawaran mengajar datang lagi padanya. Kali ini, di Jazz & Rockschule Freiburg (kini International Music College). Setelah enam bulan mengajar vokal, tawaran Artistic/Academic Director (setara rektor) di International Music College, Jerman datang. Ia mengamininya.

Salah satu hal terbaik selama mengampu jabatan tersebut adalah ia berhasil menyusun sebuah kurikulum musik. Kurikulum inilah yang kemudian diakui oleh Pemerintah Jerman. Keren ya?

3. Kemampuannya bukan hanya sekedar teori. Ia kerapkali manggung di sejumlah festival jazz berskala internasional di berbagai negara

Tjut Nyak Deviana, Profesor Musik Wanita Indonesia yang Diakui Duniasalihara.org

Karena kepiawaiannya, Deviana sudah pentas di Thailand, Eropa, dan Amerika Serikat. Beragam festival jazz internasional seperti Grand Lancy Jazz Festival di Jenewa, Altreu International Jazz Festival Swiss, Stuttgart Jazz Open Jerman, hingga Lugano Jazz Festival Swiss sudah disambanginya.

Beberapa perlombaan kelas dunia juga ia menangkan. Salah satunya adalah lima kali juara pertama SoulJazz Band di Jerman pada tahun 1978. Pun, ia sempat menerima tawaran album rekaman dari BMG Ariola Swiss dan Polygram Jerman. Namun, kedua tawarannya ditolak karena keinginan berkarir secara independen.

Baca Juga: Deretan Bintang Hollywood Ini Pantas Jadi Kartini Masa Kini, Karismatik dan Peduli Sosial

4. Lama di luar negeri bukan berarti ia lupa asal-usulnya. Tahun 2000, ia kembali dan berkontribusi untuk pendidikan musik formal di Indonesia

Tjut Nyak Deviana, Profesor Musik Wanita Indonesia yang Diakui Duniasalihara.org

Dari awal tahun 2000, ia dan Nick Mamahit (pianis legendaris Indonesia) mendirikan Yayasan Daya Bina Budaya dan Institut Musik Daya Indonesia. Yayasan ini adalah akademi musik independen pertama dengan kurikulum pendidikan standar internasional di Indonesia.

Hal ini dilakukan karena ia ingin memberikan kontribusi positif demi pendidikan musik formal di Indonesia. Terlebih, ia memegang kurikulum yang pernah disusunnya sendiri saat menjadi rektor di Jerman.

5. Berkat tangan dinginnya, sudah banyak musisi handal yang lahir. Di antaranya adalah Titi Rajo Bintang & Ali Akbar Sugiri

Tjut Nyak Deviana, Profesor Musik Wanita Indonesia yang Diakui Duniafacebook.com/TitiRajoBintangOfficial

Kepedulian Deviana pada dunia musik, telah membuahkan beragam apresiasi. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan menganugerahinya penghargaan "Citra Kartini" pada tahun 2005. Dua tahun kemudian, ia tergabung dalam anggota Konsorsium Musik Departemen Pendidikan Republik Indonesia. Salah satu tugasnya adalah membakukan Seni Nasional Kurikulum.

Tak cuma penghargaan dan kesempatan besar yang datang padanya. Beberapa anak didiknya yang menimba ilmu di Institut Musik Daya Indonesia, juga sudah dikenal sebagai musisi mahir. Titi Rajo Bintang yang mahir bermain drum dan Ali Akbar Sugiri yang menjadi keyboardis band The Groove. 

Tampaknya sekelumit kisah Tjut Nyak Deviana, profesor musik wanita Indonesia yang diakui dunia tadi, belum cukup untuk menggambarkan betapa besarnya perjuangan wanita itu. Masih banyak lagi prestasi dan aktivitasnya yang belum diketahui orang. Namun, kita semua pasti setuju jika ia layak disebut Kartini masa kini di dunia pendidikan musik. Sukses terus Deviana!

Baca Juga: Memang Bukan Kartini, Tetapi Dua Selebriti Pemberani Ini Memiliki Semangat Layaknya Kartini

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Pinka Wima

Just For You