Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
13 Permainan Tradisional Khas Minangkabau, Bikin Nostalgia!
ilustrasi anak-anak Indonesia (unsplash.com/Robert Collins)

  • Permainan tradisional Minangkabau menyimpan nilai kebersamaan, strategi, serta latihan fisik dan mental, tetapi keberadaannya kian tergerus dominasi smartphone.

  • Badia batuang, sipak tekong, congklak, lompat kajai, mancik-mancik, hingga gasiang menawarkan aktivitas yang mengasah ketangkasan, kecerdikan, dan koordinasi pemain.

  • Tali takapik, batu gajah, ketapel, egrang, dan sipak rago menonjolkan kerja sama, keseimbangan, akurasi, keberanian, serta keluwesan tubuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Permainan tradisional khas Minangkabau bukan sekadar seru, tetapi juga kaya akan nilai kebersamaan, strategi, serta bermanfaat melatih fisik dan mental. Sayangnya, eksistensi warisan leluhur ini kian tergerus oleh dominasi smartphone di era modern.

Nah, buat kamu yang ingin bernostalgia sekaligus mengenal kembali warisan budaya kita, yuk intip deretan permainan tradisional khas Minangkabau berikut ini!

1. Badia Batuang (Meriam Bambu)

ilustrasi anak-anak bermain (pexels.com/Nothing Ahead)

Permainan yang satu ini paling dinanti-nantikan saat bulan Ramadan tiba. Badia batuang terbuat dari batang bambu atau betung pilihan sepanjang 4-5 ruas yang tidak terlalu muda maupun tua.

Dengan bantuan minyak tanah sebagai bahan peledak dan sedikit kain sebagai sumbu, permainan ini menghasilkan suara dentuman keras yang menggelegar. Biasanya dimainkan di lapangan terbuka yang agak jauh dari pemukiman warga untuk membangunkan sahur atau menunggu waktu berbuka puasa.

2. Sipak Tekong

ilustrasi bermain petak umpet (pexels.com/barbara)

Bisa dibilang, sipak tekong adalah versi seru dari permainan petak umpet. Permainan ini mengharuskan satu orang menjaga kaleng (tekong) sementara pemain lainnya bersembunyi. Tugas utama pemain yang bersembunyi adalah keluar secara diam-diam dan menendang kaleng tersebut sejauh mungkin agar penjaga harus mengambilnya kembali sebelum dapat menangkap pemain lain.

3. Congklak

ilustrasi congklak (pixabay.com/TheUjulala)

Permainan klasik yang umumnya digemari oleh anak perempuan. Membutuhkan sebuah papan congklak kayu berisi 16 lubang (gabungan lubang besar dan kecil) serta sekitar 98 biji kerikil. Dimainkan oleh dua orang, strategi memutar dan memindahkan biji dari lubang ke lubang secara cermat menjadi kunci utama untuk mengumpulkan biji terbanyak demi meraih kemenangan.

4. Lompat Kajai

ilustrasi lompat tali (pexels.com/RDNE Stock project)

Satu lagi permainan favorit anak perempuan yang menguji ketangkasan fisik adalah lompat tali atau lompat kajai. Terbuat dari jalinan karet gelang yang disambung panjang. Permainan ini membutuhkan minimal tiga orang. Dua orang bertugas memegang dan merentangkan tali, sementara sisanya melompat mulai dari posisi terendah hingga dinaikkan setinggi sejengkal di atas kepala.

5. Mancik-Mancik

ilustrasi anak kejar-kejaran (pexels.com/Ron Lach)

Terinspirasi dari karakter tikus (mancik) yang dikenal sangat lincah berlari dan pintar bersembunyi, permainan petak umpet ini menuntut kecepatan lari sekaligus kecerdikan. Pemain yang berjaga harus menghitung pada sebuah tiang atau tembok sebagai patokan (goal). Saat pencarian dimulai, terjadi adu cepat antara pencari dan pemain yang bersembunyi untuk menyentuh tiang patokan terlebih dahulu.

6. Badia Balantak

ilustrasi anak berlari (pixabay.com/ignartonosbg)

Badia Balantak merupakan permainan perang-perangan favorit anak laki-laki. "Badia" (bedil) dibuat dari batang aua (aur) atau bambu kecil berongga tanpa ruas sebagai induknya, lalu dipasangkan dengan kayu kecil sebagai peluru dorong.

7. Kuciang-kuciang

lustrasi anak-anak berlari (unsplash.com/Hudson Graves)

Kuciang-kuciang merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan anak perempuan Minangkabau. Dibutuhkan dua orang pemain sambil menggunakan alat main berupa cangkang kerang kecil.

8. Gasiang

ilustrasi anak berlari saat playdate (freepik.com/jcomp)

Gasing merupakan permainan dengan menggunakan alat yang terbuat dari kayu. Anak-anak Minangkabau akan mempersiapkan kayu lalu bentuk bulat dan ujung runcing di bagian bawah, digerakkan menggunakan tali atau karet gelang.

9. Tali Takapik

ilustrasi anak berlari di dalam rumah (freepik.com/rawpixel.com)

Permainan seru yang memanfaatkan tali, di mana pemain harus saling tarik-menarik untuk menjerat atau mengikat lawan mainnya. Permainan ketangkasan ini melatih kerja sama tim, kelincahan gerak, serta strategi dalam menjebak pergerakan kelompok lawan.

10. Batu Gajah

ilustrasi anak-anak bermain (pexels.com/Jeffry Surianto)

Permainan kelompok yang mengandalkan strategi mengumpulkan batu ke area terentu tanpa boleh jatuh ke tanah. Anggota tim harus saling bahu-membahu dan menjaga keseimbangan agar tidak ada yang gugur.

11. Ketapel

ilustrasi ketapel (pixabay.com/Rafaelpublio)

Mainan legendaris dari cabang ranting pohon, biasanya pohon jambu yang kuat dan tidak mudah patah yang berbentuk huruf "Y" dengan karet pelontar dari ban bekas dan peluru berupa putik jambu kecil. Mainan ini menguji ketajaman fokus dan akurasi bidikan.

12. Egrang

ilustrasi anak bermain egrang (pexels.com/Dio Alif Utomo)

Permainan uji nyali, keberanian, dan keseimbangan tubuh dengan berdiri di atas sepasang bilah bambu atau kayu yang tinggi. Di beberapa daerah, permainan ini juga dikenal sebagai tengkak-tengkak.

13. Sipak Rago

Ilustrasi anak-anak main bola (pixabay.com/sasint)

Permainan tradisional bola rotan tanpa jaring ini sekilas mirip sepak takraw versi merakyat. Biasanya permainan ini dimainkan secara melingkar oleh anak laki-laki. Permainan ini melatih keluwesan kaki dan tubuh saat mengoper bola di udara tanpa boleh jatuh ke tanah.

Itulah deretan permainan tradisional khas Minangkabau yang seru, edukatif, dan penuh nostalgia. Kalau kamu sendiri, permainan nomor berapa yang paling bikin rindu masa kecil?

Curated For You

Editorial Team

Related Article