Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Cowok Memprioritaskan Persahabatan Setelah Putus Cinta

ilustrasi pria putus cinta
ilustrasi pria putus cinta (unsplash.com/Assad Tanoli)
Intinya sih...
  • Temukan ruang aman untuk mengekspresikan emosi.
  • Perbaiki identitas sosial yang sempat berubah.
  • Membangun kembali jaringan dukungan jangka panjang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Putus cinta sering membuat hidup terasa berubah dengan cepat sehingga prioritas pribadi ikut bergeser. Banyak pria memilih memusatkan energi pada persahabatan karena teman memberikan ruang aman untuk berbagi cerita, bercanda, dan pulih tanpa tekanan hubungan romantis.

Dalam proses pemulihan, pria cenderung mencari dukungan yang praktis dan langsung seperti nongkrong, berolahraga bersama, atau mengobrol santai agar pikiran lebih tenang. Pola ini bukan sekadar pelarian, melainkan cara yang sehat untuk menghadapi perasaan setelah putus cinta karena dukungan sosial terbukti membantu proses pemulihan emosi.

1. Butuh ruang aman untuk mengekspresikan emosi

ilustrasi pria putus
ilustrasi pria putus (unsplash.com/Borna Hržina)

Setelah putus cinta, banyak pria merasa kesulitan mengekspresikan emosi kepada keluarga atau di lingkungan kerja. Karena itu, teman dekat sering menjadi tempat yang lebih mudah dan aman untuk bercerita. Teman bisa memberi dukungan, candaan ringan, atau sekadar mendengarkan tanpa membuat suasana terasa berat.

Ruang sosial seperti ini dapat membantu menurunkan stres dan mempercepat pemulihan emosi. Hal ini terutama dirasakan oleh pria yang sebelumnya sangat bergantung pada pasangan sebagai satu satunya sumber dukungan. Dengan demikian, persahabatan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan setelah putus cinta.

2. Memperbaiki identitas sosial yang sempat berubah

ilustrasi pria
ilustrasi pria (unsplash.com/Nik Shuliahin)

Berakhirnya hubungan sering membuat pria merasa bingung dengan jati diri, seperti kehilangan peran sebagai pasangan atau harus menyesuaikan rutinitas yang berubah. Berkumpul kembali dengan teman teman lama membantu mereka mengingat siapa diri mereka di luar hubungan dan perlahan membangun kembali kehidupan sosial.

Pemulihan jati diri berlangsung lebih cepat ketika ada interaksi sosial yang rutin dan saling mendukung. Dukungan teman membantu pria menyusun kembali cara pandang terhadap diri sendiri, sehingga persahabatan kerap menjadi prioritas setelah putus cinta.

3. Menghindari stigma kelemahan emosional

ilustrasi pria stres
ilustrasi pria stres (unsplash.com/drian Swancar)

Tekanan peran sosial sering membuat pria merasa tidak nyaman menunjukkan sisi rapuhnya, terutama di depan orang baru atau di lingkungan profesional. Karena itu, mereka lebih memilih berada di sekitar teman yang sudah saling memahami dan bisa memberi dukungan lewat cara yang santai.

Dalam lingkaran pertemanan, pria lebih leluasa mengekspresikan kesedihan tanpa takut dinilai negatif karena ekspresi emosi dianggap wajar. Cara pria menghadapi putus cinta banyak dipengaruhi oleh tuntutan sosial dan budaya. Hal ini membuat membangun kembali hubungan pertemanan menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman untuk memproses emosi.

4. Butuh distraksi sehat dan aktivitas bersama

ilustrasi pria sedih
ilustrasi pria sedih (unsplash.com/christopher lemercier)

Aktivitas bersama teman seperti olahraga, bermain game, atau sekadar nongkrong bisa menjadi pengalihan yang sehat dari pikiran tentang putus cinta. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengalihkan perhatian, tetapi juga memberi ruang untuk berpikir dan menenangkan diri. Selain itu, kebersamaan dengan teman memperkuat rasa terhubung secara sosial yang penting bagi kesehatan mental.

Ikut dalam kegiatan bersama dapat menurunkan rasa cemas dan sedih setelah putus cinta. Hal ini terjadi karena aktivitas tersebut memberi rutinitas yang jelas dan interaksi sosial yang positif. Bagi banyak pria, persahabatan berperan penting sebagai penopang emosional di masa transisi.

5. Membangun kembali jaringan dukungan jangka panjang

ilustrasi pria murung
ilustrasi pria murung (unsplash.com/Assad Tanoli)

Setelah putus cinta, banyak pria menyadari bahwa jaringan dukungan emosional mereka terbatas sehingga memperkuat persahabatan menjadi investasi hubungan jangka panjang. Hubungan platonis yang terjaga membantu mencegah rasa terisolasi dan menyediakan dukungan di masa mendatang.

Pria yang aktif merawat persahabatan memiliki ketahanan psikologis yang lebih baik saat menghadapi tekanan hidup berikutnya. Oleh karena itu, memprioritaskan sahabat bukan sekadar respons sementara, melainkan bentuk adaptasi sosial yang bermanfaat.

Memprioritaskan persahabatan setelah putus cinta adalah respons yang masuk akal dan sering bermanfaat bagi pria karena persahabatan menyediakan ruang aman untuk ekspresi emosi, memperbaiki identitas sosial, mengurangi stigma kelemahan, memberi distraksi sehat, dan membangun dukungan jangka panjang. Secara praktis langkah ini membantu proses pemulihan dan menyiapkan fondasi sosial yang lebih kuat bagi fase hidup berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Men

See More

Daftar Buku Trilogi Tarot Karya Piers Anthony, Petualangan Seru!

15 Jan 2026, 18:12 WIBMen