Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan Pria saat Berbelanja yang Berbeda dari Perempuan
ilustrasi pria belanja (pexels.com/Erik Mclean)
  • Pria umumnya berbelanja dengan tujuan jelas dan fokus pada kebutuhan, membuat proses belanja lebih cepat serta efisien dibandingkan sekadar mencari inspirasi.
  • Banyak pria lebih menilai fungsi, kualitas, dan daya tahan produk daripada mengikuti tren, sehingga keputusan pembelian didasarkan pada manfaat jangka panjang.
  • Pria cenderung praktis dalam berbelanja, selektif memanfaatkan promo, serta menyukai layanan cepat dan teknologi yang memudahkan proses transaksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang menyadari bahwa pria dan perempuan sering memiliki kebiasaan yang berbeda saat berbelanja. Perbedaan tersebut bukan berarti salah satu lebih baik, melainkan dipengaruhi oleh preferensi, tujuan, dan cara masing-masing dalam mengambil keputusan. Meski demikian, tidak semua pria atau perempuan memiliki pola yang sama sehingga kebiasaan ini tidak bisa dijadikan patokan mutlak.

Dalam banyak situasi, pria cenderung memiliki pendekatan yang lebih praktis ketika berbelanja. Mereka biasanya fokus pada kebutuhan yang ingin dipenuhi dibanding menghabiskan waktu untuk melihat banyak pilihan. Berikut beberapa kebiasaan pria saat berbelanja yang sering dianggap berbeda dari perempuan.

1. Datang dengan tujuan yang sudah jelas

ilustrasi belanja sepatu Oxford (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Banyak pria pergi ke toko karena sudah mengetahui barang yang ingin dibeli. Mereka cenderung membuat keputusan sebelum berangkat sehingga tidak perlu terlalu lama berkeliling mencari inspirasi. Kebiasaan ini membuat proses belanja terasa lebih cepat dan efisien.

Meski begitu, bukan berarti pria tidak pernah melihat-lihat produk lain. Saat barang yang dicari tidak tersedia atau ada pilihan yang lebih menarik, mereka tetap akan mempertimbangkannya. Namun, fokus utamanya biasanya tetap pada tujuan awal, bukan sekadar menikmati proses berbelanja.

2. Lebih mengutamakan fungsi dibanding tren

ilustrasi pria belanja celana (pexels.com/Dragonimages)

Saat memilih sebuah produk, banyak pria lebih memperhatikan fungsi, kualitas, dan daya tahannya. Selama barang tersebut mampu memenuhi kebutuhan, mereka cenderung tidak terlalu memikirkan apakah modelnya sedang populer atau tidak. Pendekatan seperti ini sering terlihat saat membeli pakaian, perlengkapan kerja, maupun barang elektronik.

Bukan berarti penampilan tidak penting bagi pria. Sebagian tetap mempertimbangkan desain dan estetika, tetapi aspek fungsional sering menjadi prioritas utama. Karena itu, keputusan pembelian biasanya didasarkan pada manfaat jangka panjang yang ditawarkan produk.

3. Cenderung lebih cepat mengambil keputusan

ilustrasi pria belanja baju (pexels.com/Hispanolistic)

Sebagian pria merasa cukup setelah membandingkan beberapa pilihan yang paling relevan. Jika sudah menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, mereka biasanya tidak menunda terlalu lama untuk melakukan pembelian. Kebiasaan ini membuat waktu berbelanja menjadi lebih singkat.

Namun, situasinya bisa berbeda untuk produk yang bernilai tinggi, seperti kendaraan atau perangkat elektronik. Pada kondisi tersebut, banyak pria justru meluangkan waktu untuk mencari ulasan, membandingkan spesifikasi, dan mempelajari produk secara mendalam. Keputusan cepat biasanya terjadi pada barang yang risikonya lebih rendah.

4. Lebih selektif memanfaatkan promo

ilustrasi pria belanja di supermarket (pexels.com/Drazen Zigic)

Banyak pria menyukai promo atau diskon, tetapi biasanya hanya untuk barang yang memang sudah masuk daftar belanja. Mereka cenderung tidak mudah membeli produk hanya karena potongan harga terlihat besar. Pertimbangan utama tetap pada apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Karena itu, tidak sedikit pria yang sengaja menunggu momen tertentu seperti promo akhir tahun atau festival belanja online. Strategi tersebut dilakukan agar bisa mendapatkan harga yang lebih baik tanpa harus membeli barang yang tidak diperlukan. Cara ini membantu pengeluaran tetap lebih terkontrol.

5. Menyukai proses belanja yang praktis

ilustrasi pria belanja baju sendiri (pexels.com/Dragos Condrea)

Kemudahan dan efisiensi sering menjadi hal yang dicari saat berbelanja. Banyak pria menyukai toko dengan tata letak yang jelas, proses pembayaran yang cepat, atau layanan belanja online yang sederhana. Hal-hal tersebut membuat pengalaman berbelanja terasa lebih nyaman.

Selain itu, banyak pria memanfaatkan teknologi seperti pembayaran digital, layanan klik dan ambil (click and collect), atau aplikasi belanja untuk menghemat waktu. Semakin praktis prosesnya, semakin besar kemungkinan mereka merasa puas dengan pengalaman berbelanja. Faktor inilah yang membuat layanan yang cepat semakin diminati.

Perbedaan kebiasaan berbelanja antara pria dan perempuan pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kebutuhan, pengalaman, hingga preferensi pribadi. Karena itu, tidak semua orang akan memiliki pola yang sama seperti yang sering digambarkan. Selalu ada pengecualian dalam setiap kebiasaan belanja.

Pada akhirnya, tidak ada cara berbelanja yang paling benar. Selama keputusan pembelian dilakukan secara bijak, sesuai kebutuhan, dan mempertimbangkan kondisi keuangan, setiap orang dapat memiliki gaya berbelanja yang paling nyaman untuk dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article