Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Sikap yang Bikin Terlihat Try-Hard Saat Bergaul, Bikin Ilfeel!
ilustrasi tiga orang pria (pexels.com/Vietnam Photographer)
  • Sikap try-hard muncul saat seseorang terlalu berusaha mencari pengakuan atau terlihat keren, sehingga interaksi sosial terasa kurang natural.

  • Terlalu sering memamerkan pencapaian, memaksakan mengikuti tren, dan berlebihan memakai istilah populer dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman.

  • Mendominasi perhatian atau mengubah kepribadian demi diterima sebaiknya dihindari; tetaplah berbicara seimbang dan menyesuaikan diri tanpa kehilangan prinsip.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah melihat seseorang yang berusaha keras untuk terlihat keren di depan orang lain? Misalnya, selalu ingin menjadi pusat perhatian, terlalu sering memamerkan pencapaian, atau mengikuti tren hanya agar dianggap gaul. Sikap seperti ini kerap disebut try-hard, yaitu perilaku ketika seseorang berusaha terlalu keras untuk mendapatkan pengakuan atau memberikan kesan tertentu kepada orang lain.

Sebenarnya, berusaha memperbaiki diri dan membangun kesan positif bukanlah hal yang salah. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, usaha tersebut justru bisa membuat seseorang terlihat kurang natural saat bergaul. Supaya gak terkesan try-hard, ada beberapa sikap yang sebaiknya kamu perhatikan.

1. Terlalu sering membicarakan pencapaian pribadi

ilustrasi pria yang sedang berbincang (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Menceritakan pencapaian kepada orang lain sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, jika hampir setiap percakapan selalu diarahkan pada keberhasilan diri sendiri, orang lain bisa merasa kurang nyaman. Apalagi jika cerita tersebut disampaikan hanya untuk menunjukkan bahwa kamu lebih unggul daripada orang lain.

Cobalah menyesuaikan cerita dengan topik yang sedang dibahas. Kamu tetap bisa membagikan pengalaman atau pencapaian ketika memang relevan tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain. Dengan begitu, percakapan terasa lebih seimbang dan kamu gak terkesan terus-menerus mencari pengakuan.

2. Memaksakan diri mengikuti semua tren

ilustrasi tiga pria tua berjalan (pexels.com/ RDNE Stock project)

Mengikuti tren pakaian, gaya rambut, atau istilah populer bisa menjadi cara untuk mengeksplorasi penampilan dan minat. Namun, kamu gak harus mengikuti semuanya hanya karena takut dianggap ketinggalan zaman. Jika sesuatu sebenarnya gak sesuai dengan selera atau kepribadianmu, memaksakannya justru bisa membuatmu merasa kurang nyaman.

Pilih tren yang memang kamu sukai dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Kamu juga bisa menyesuaikannya dengan gaya pribadi tanpa harus meniru orang lain secara keseluruhan. Dengan begitu, kamu tetap bisa mengikuti perkembangan tren tanpa kehilangan ciri khas diri sendiri.

3. Menggunakan istilah keren secara berlebihan

ilustrasi dua pria berbicara di hutan (pexels.com/Ivan S)

Istilah populer di internet memang bisa membuat percakapan terasa lebih santai. Namun, terlalu sering menyisipkan slang atau istilah asing yang gak biasa kamu gunakan bisa membuat cara bicaramu terkesan dibuat-buat. Apalagi jika istilah tersebut digunakan hanya agar terlihat lebih gaul di depan teman-teman.

Gunakan istilah yang memang kamu pahami dan sesuai dengan konteks pembicaraan. Kamu gak perlu memaksakan diri menggunakan setiap istilah baru yang muncul di media sosial. Cara berbicara yang natural akan membuatmu lebih nyaman berkomunikasi tanpa harus terus membuktikan bahwa kamu mengikuti perkembangan tren.

4. Selalu ingin menjadi pusat perhatian

ilustrasi dua orang berdebat (pexels.com/Keira Burton)

Ketika berkumpul bersama teman, sesekali melontarkan lelucon atau menceritakan pengalaman menarik tentu gak masalah. Namun, jika kamu terus menyela pembicaraan, memaksakan lelucon, atau mengalihkan setiap topik kepada diri sendiri, orang lain bisa merasa kurang dihargai. Keinginan untuk terlihat paling menarik justru dapat membuat suasana pergaulan menjadi kurang nyaman.

Cobalah memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Kamu tetap bisa menunjukkan sisi humoris atau menceritakan pengalaman pribadi tanpa harus mendominasi percakapan. Ingat, menjadi pribadi yang menyenangkan gak berarti harus selalu menjadi pusat perhatian.

5. Mengubah kepribadian demi diterima orang lain

ilustrasi pria yang memegang dua topeng (pexels.com/cottonbro studio)

Ketika memasuki lingkungan baru, menyesuaikan diri merupakan hal yang wajar. Kamu mungkin perlu memahami kebiasaan kelompok, cara berkomunikasi, atau aturan tidak tertulis yang berlaku. Namun, menyesuaikan diri berbeda dengan mengubah seluruh kepribadian hanya agar disukai orang lain.

Kamu tetap bisa bersikap ramah dan terbuka tanpa harus menyetujui semua hal yang dilakukan kelompok. Jika ada sesuatu yang bertentangan dengan prinsipmu, pertimbangkan kembali sebelum mengikutinya. Hubungan pertemanan yang sehat seharusnya memberi ruang bagi setiap orang untuk menjadi dirinya sendiri.

Berusaha memperbaiki penampilan dan mengembangkan kemampuan diri merupakan hal yang positif. Namun, kamu gak perlu menjadikan perhatian orang lain sebagai tujuan utama dalam setiap tindakan. Sikap yang terlalu dibuat-buat justru bisa membuatmu merasa lelah karena harus terus mempertahankan kesan tertentu. Jadi, fokuslah mengembangkan diri sesuai kebutuhan dan kepribadianmu tanpa harus selalu membuktikan bahwa kamu paling keren.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article