ilustrasi lelah (pexels.com/Alena Darmel)
ilustrasi lelah (freepik.com/freepik)
Pulang kerja saja sudah bikin badan dan kepala terasa penuh, jadi membuka lowongan kerja pun bukan hal yang mudah. Memperbarui CV, mencari posisi yang cocok, sampai mengikuti interview butuh waktu dan fokus, sementara tenaganya sudah banyak terkuras setelah seharian bekerja. Sekadar scrolling di platform pencari kerja setelah jam kantor saja sudah berat buatnya.
“Ah, gaji segini juga masih cukup, rutinitasnya juga sudah terbiasa, yang penting masih bisa kerja,” kalimat ini sering muncul tiap kali dia berniat cari kerjaan baru. Dia jadi lebih memilih bertahan daripada harus mengeluarkan tenaga lagi untuk mencari pekerjaan dan beradaptasi di tempat baru. Keinginan untuk resign tetap ada, tetapi proses mencarinya tak kunjung dimulai.
Job hugging bukan berarti seseorang tak punya keberanian untuk resign. Kadang, pergi dari pekerjaan memang butuh waktu sampai dia benar-benar siap dengan konsekuensinya. Sampai waktu itu tiba, bertahan sambil terus mempersiapkan diri bukan hal yang salah.