5 Cara Bikin Cowok Lebih Nyaman untuk Cerita tentang Dirinya

- Jangan menuntut pasangan langsung bercerita setelah beraktivitas; beri jeda agar ia tenang, lalu mulai obrolan saat suasana lebih santai.
- Gunakan pertanyaan spesifik terkait situasi yang dialaminya, bukan pertanyaan umum, supaya ia lebih mudah menentukan bagian cerita yang ingin dibahas.
- Ajak ngobrol sambil melakukan aktivitas santai, awali dari topik ringan, dan beri pertanyaan lanjutan agar cerita berkembang tanpa terasa memaksa.
Cowok gak selalu gampang cerita soal apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan kepada pasangannya. Bukan berarti dia gak punya banyak hal yang ingin dibagikan, bisa saja dia memang belum terbiasa membicarakan sesuatu yang menurutnya pribadi.
Kalau ingin cowokmu lebih terbuka, jangan buru-buru menuntutnya untuk banyak bicara. Ada beberapa cara sederhana yang bisa membuat dia lebih nyaman untuk membagikan apa yang sedang dia rasakan kepadamu. Yuk, simak.
1. Jangan langsung bertanya saat dia baru selesai beraktivitas

ilustrasi berbicara dengan pasangan (pexels.com/Alena Darmel) Gak semua orang ingin langsung membahas apa yang terjadi setelah seharian beraktivitas. Kalau baru pulang kerja sudah ditanya, “Gimana kerjaan hari ini?”, dia bisa saja cuma menjawab, “Biasa aja,” meski sebenarnya ada yang ingin dibicarakan. Bukan berarti dia sengaja menutup diri, bisa saja pikirannya masih penuh dan butuh waktu untuk lebih tenang.
Kalau jawabannya masih pendek, gak perlu langsung mengejar dengan pertanyaan lain. Kasih jeda dan biarkan dia melakukan kegiatan lain dulu, seperti makan, mandi, atau sekadar rebahan. Ketika suasananya sudah lebih santai, obrolan tentang harinya bisa dimulai lagi.
2. Tanyakan sesuatu yang spesifik, bukan "Kamu kenapa?"

ilustrasi mengobrol dengan pasangan (pexels.com/Pavel Danilyuk) Pertanyaan “Kamu kenapa?” malah akan terdengar seperti kamu menuntut jawaban segera darinya. Buat cowok yang gak terbiasa membicarakan masalahnya, pertanyaan seperti ini bisa bikin dia bingung harus mulai dari mana. Akhirnya, jawaban yang keluar cuma, “Gak kenapa-kenapa,” dan obrolan pun berhenti di situ.
Coba arahkan pertanyaan ke sesuatu yang lebih spesifik. Kalau dia terlihat murung setelah kerja, kamu bisa bertanya, “Tadi ada masalah di kantor?” atau “Meeting sama bos tadi gimana?” Pertanyaan seperti ini membuat obrolan lebih gampang dilanjutkan karena dia tahu bagian mana yang bisa dibahas.
3. Ajak ngobrol sambil melakukan aktivitas santai

ilustrasi mengobrol sambil melakukan kegiatan lain (pexels.com/Vitaly Gariev) Kadang, obrolan yang terlalu serius justru bikin cowok merasa seperti sedang diinterogasi. Coba ajak dia ngobrol sambil melakukan aktivitas santai, seperti makan, jalan-jalan santai, atau menonton film bersama. Percakapan dalam suasana seperti ini biasanya terasa lebih ringan karena kalian gak hanya duduk berhadapan untuk membahas satu hal.
Gak perlu terus menatapnya atau menunggu jawaban ketika mengajaknya ngobrol. Biarkan percakapannya mengalir sambil kalian melakukan kegiatan masing-masing. Suasana yang gak terlalu serius bisa membuat dia lebih mudah menyelipkan cerita tentang apa yang sedang dipikirkannya.
4. Mulai dari cerita ringan sebelum membahas hal yang lebih pribadi

ilustrasi mendengarkan pasangan berbicara (pexels.com/Pavel Danilyuk) Kamu gak harus langsung menanyakan masalah yang sedang dia hadapi. Mulailah dari hal-hal ringan, seperti kejadian lucu di kantor, orang yang membuatnya kesal, atau sesuatu yang menarik perhatiannya hari itu. Topik sederhana seperti ini bisa menjadi pembuka sebelum pembicaraan masuk ke hal yang lebih pribadi.
Misalnya, setelah dia bercerita tentang kejadian di kantor, kamu bisa menanggapi dengan, “Terus, kamu sendiri gimana waktu itu?” Pertanyaan tersebut masih berkaitan dengan topik yang sedang dibahas, jadi gak terasa seperti tiba-tiba mengorek masalah pribadinya. Kalau dia ingin melanjutkan, biarkan ceritanya berkembang dengan sendirinya.
5. Beri pancingan dari cerita yang sedang dia bahas

ilustrasi pasangan sedang membahas sesuatu (pexels.com/Ketut Subiyanto) Ketika dia sudah menyebut sesuatu yang menarik, jangan buru-buru menganggap ceritanya selesai. Beri pancingan sederhana seperti, “Terus, setelah itu gimana?” atau “Emang bos kamu ngomong apa?” supaya dia punya kesempatan untuk melanjutkan ceritanya. Pertanyaan lanjutan seperti ini bisa membantu dia mengeluarkan bagian cerita yang belum sempat dibagikan.
Misalnya, dia bilang, “Tadi di kantor ada masalah sama bos.” Kamu bisa menimpali, “Masalahnya soal apa?” atau “Terus kamu jawab apa?” Pertanyaannya sederhana, tetapi bisa membuat dia melanjutkan cerita tanpa harus langsung ditanya soal perasaannya. Dari cerita itu, kamu bisa mengetahui apa yang sebenarnya sedang mengganggu pikirannya.
Gak semua cowok bisa langsung terbuka kepada pasangannya. Kamu bisa mencoba salah satu cara di atas sesuai dengan kondisi dan situasi yang sedang kalian hadapi. Yang penting, jangan memaksanya bercerita dan biarkan dia terbuka secara perlahan.




















