Suasana penampilan Alfred Young Sugiri di Wina (Dok. AYS)
Di balik kesuksesan di atas panggung Eropa ini, Alfred menjalani persiapan berat termasuk program latihan fisik yang sangat disiplin. Demi menjaga kestabilan pernapasan dan kelancaran pasokan oksigen ke otak saat memetik tuts piano dengan kecepatan tinggi, ia berhasil memangkas berat badannya sebanyak 13 kilogram dalam waktu 1,5 bulan.
Menurutnya, persiapannya tersebut bukan sekadar urusan penampilan luar, melainkan fondasi teknis agar nada yang dihasilkan tetap bertenaga, bernyawa, dan mampu menyentuh emosi pendengar. "Bermain piano itu pada dasarnya menyatukan tubuh, jiwa, dan otak. Jika stamina tidak fit, pernapasan saat bermain bisa terengah-engah dan mengganggu artikulasi musik. Dengan stamina fisik yang prima, permainan piano jadi hidup, berkarakter, dan auranya muncul sehingga alunan iramanya mampu menghanyutkan imajinasi dan emosi pendengar," jelas Alfred.
Melalui keberhasilannya menaklukkan panggung Eropa, Alfred membawa misi besar untuk menginspirasi anak-anak muda Indonesia agar tidak ragu bermimpi di kancah internasional. Ia ingin mematahkan stigma bahwa musik klasik adalah wilayah yang sulit ditembus oleh bakat-bakat asal tanah air.
"Selama ini masih sangat langka musisi asal Indonesia yang diundang tampil di panggung konser musik klasik Eropa. Melalui pencapaian ini, saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai dan diakui di panggung orkestra dunia bukanlah hal yang mustahil untuk diraih," katanya.