Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alfred Young Sugiri Siap Guncang Wina Bareng Orkestra Ternama Eropa

5 min read
Alfred Young Sugiri Siap Guncang Wina Bareng Orkestra Ternama Eropa
Foto profil pianis Alfred Young Sugiri (Dok. AYS)
  • Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri akan tampil sebagai solis bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok di Wina pada 1 Oktober 2026, dipimpin Everett McCorvey.
  • Tur Eropa Alfred mencakup konser privat di Hungaria dan konser terbuka di Wina berkapasitas 1.500–2.000 penonton, dengan repertoar Mozart Piano Concerto No. 23, K. 488.
  • Untuk menghadapi karya Mozart berdurasi setengah jam bersama 40 musisi, Alfred menurunkan 13 kilogram dalam satu setengah bulan demi menjaga stamina dan pernapasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pianis virtuoso asal Indonesia, Alfred Young Sugiri, dipastikan bakal mengguncang Eropa lewat konser megah yang akan diadakan pada 1 Oktober 2026. Alfred Young Sugiri, resmi diundang untuk tampil sebagai solis utama bersama orkestra ternama Eropa, Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok.

Konser megah akan dipimpin konduktor kawakan asal Amerika Serikat, Everett McCorvey, serta menampilkan violinis kenamaan Maria Solozobova yang akan dihelat di gedung pertunjukan legendaris ORF Radiokulturhaus (Großer Sendesaal), Wina, Austria. Penampilan ini menjadi momen bersejarah sekaligus ajang pembuktian bahwa musisi klasik Indonesia mampu berdiri sejajar dengan maestro dunia di kiblat musik klasik Eropa.

"Dapat undangan tampil lagi di Eropa kali ini rasanya campur aduk, antara senang, deg-degan, nervous, dan bangga karena masih diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk tampil di hadapan publik Eropa. Tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan di panggung musik klasik Eropa, apalagi bisa tampil dalam konser tertutup yang sifatnya sangat eksklusif di Hungaria serta panggung megah di Wina. Ini kehormatan besar bagi saya," kata Alfred Young Sugiri.

  1. 1. Alfred dipercaya membawakan salah satu masterpiece mahakarya Wolfgang Amadeus Mozart

    WhatsApp Image 2026-09-27 at 18.46.29 (1).jpeg
    Foto profil pianis Alfred Young Sugiri (Dok. AYS)

    Kembalinya Alfred ke panggung Eropa pada tahun 2026 ini bukanlah sebuah kebetulan. Rekam jejak panjangnya yang dimulai saat masuk dalam manajemen artis Jerman pada tahun 2015, serta jam terbang tinggi di ajang bergengsi seperti Bach International Festival, Brahms Festival, Yamaha Foundation of Europe, hingga panggung C. Bechstein dan DAAD Preis, menjadi alasan kuat orkestra Eropa kembali mempercayakan posisi solis kepadanya.

    Rangkaian tur Eropa kali ini mencakup dua ajang istimewa, yakni sebuah konser privat eksklusif di Hungaria serta konser terbuka (open concert) di Wina yang diproyeksikan bakal dihadiri 1.500 hingga 2.000 penonton. Catatan ini sekaligus menandai kepulangannya ke panggung Eropa, setelah terakhir kali tampil di Wina pada kurun 2012–2013 dan di benua Eropa secara umum pada 2016. Baru pada tahun 2026 ini ia kembali mendapatkan undangan untuk tampil di Wina. Sementara itu, untuk gelaran di Hungaria, ini menjadi kali pertama baginya mendapat kepercayaan tampil.

    Dalam perhelatan bergengsi tersebut, Alfred dipercaya membawakan salah satu masterpiece mahakarya Wolfgang Amadeus Mozart, yaitu Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488.

  2. 2. Turun berat badan 13 kg demi stamina di panggung

    WhatsApp Image 2026-09-27 at 18.46.30.jpeg
    Foto profil pianis Alfred Young Sugiri (Dok. AYS)

    Menghadapi karya rumit Mozart berdurasi setengah jam non-stop bersama 40 musisi orkestra kelas dunia, Alfred menunjukkan tingkat profesionalisme yang luar biasa. Demi menjaga stamina, pasokan oksigen ke otak, dan kestabilan pernapasan saat memetik tuts piano, Alfred menjalani program persiapan fisik ketat sehingga berhasil memangkas berat badannya sampai 13 kilogram dalam kurun waktu satu setengah bulan. Persiapan fisik ini diakuinya sebagai elemen krusial untuk melahirkan permainan piano yang tidak hanya presisi secara teknis, tetapi juga bernyawa.

    "Bermain piano itu pada dasarnya menyatukan tubuh, jiwa, dan otak. Jika stamina tidak fit, pernapasan saat bermain bisa terengah-engah dan mengganggu artikulasi musik. Dengan stamina fisik yang prima, permainan piano jadi hidup, berkarakter, dan auranya muncul. Alunan irama yang dihasilkan mampu menghanyutkan imajinasi, perasaan, serta emosi para pendengar," jelas Alfred.

  3. 3. Alfred akan berkolaborasi dengan konduktor Everett McCorvey

    WhatsApp Image 2026-09-27 at 18.46.31.jpeg
    Poster event di Hungaria yang melibatkan Alfred Young Sugiri (Dok. AYS)

    Di panggung nanti, Alfred akan berkolaborasi erat dengan konduktor Everett McCorvey. Sementara dengan sang violinis, ia kebetulan berada dalam satu panggung, tetapi mengisi sesi penampilan yang berbeda.

    Mengenai porsi latihan untuk konser tersebut, ia melanjutkan bahwa seperti lazimnya orkestra profesional di Eropa, durasi latihan cukup dilakukan sekali atau dua kali saja. Hal ini mengingat aspek yang paling diutamakan adalah kepekaan pendengaran, di mana peran konduktor dalam orkestra sangat vital dalam mengatur tempo permainan.

    Di Hungaria, ia akan tampil dalam private concert sehingga pihak penyelenggara tidak menjual tiket dan pertunjukan hanya disaksikan kalangan terbatas. Latihannya digelar pada pagi hari, sementara penampilannya berlangsung sore harinya. 

    Sementara, penampilannya di Wina, Austria, berbentuk open concert dihadiri oleh masyarakat umum dengan kapasitas audience mencapai 1.500 hingga 2.000 orang.

    "Di Wina ini saya juga berlatih pagi hari, dan pada sore hari yang sama langsung tampil di atas panggung," katanya.

  4. 4. Mengubah persepsi publik terhadap musik klasik di Indonesia

    WhatsApp Image 2026-09-27 at 18.46.30 (1).jpeg
    Foto profil pianis Alfred Young Sugiri (Dok. AYS)

    Melalui penampilannya di Wina, Alfred membawa misi besar untuk mengubah persepsi publik terhadap musik klasik di Indonesia.

    "Selama ini masih sangat langka musisi asal Indonesia yang diundang tampil di panggung konser musik klasik Eropa. Melalui penampilan ini, saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai di panggung orkestra dunia bukanlah hal yang mustahil diraih," kata Alfred.

    Ia juga menyoroti bagaimana musik klasik di Eropa mendapat dukungan kuat dari pemerintah hingga dapat diakses oleh komunitas jalanan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup mereka, bahkan ada yang mampu menjadi musisi kelas dunia dan meraih gelar profesor di sekolah musik. Atas dasar itulah, Alfred meyakini bahwa pencapaian serta penghargaan di panggung orkestra klasik Eropa bukan hal yang mustahil diraih bagi banyak musisi dari Indonesia.

    "Saya berharap pemerintah di Indonesia bisa semakin menjembatani dan memfasilitasi perkembangan seni musik bagi semua lapisan masyarakat. Di dalam musik ada pelajaran struktur, perhitungan matematika, dan pelatihan olah rasa yang tidak didapatkan dari ilmu eksak. Musik bukan sekadar hiburan mewah, tetapi sarana pembentukan karakter bangsa," ujar Alfred.

Share Article
Editorial Team