Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Berpikir Secara Dewasa untuk Hidup Lebih Tenang, Coba Yuk!

ilustrasi bahagia (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi bahagia (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Berpikir secara dewasa bukan berarti kamu harus bersikap serius sepanjang waktu. Justru, kedewasaan mental membantu kamu menghadapi hidup dengan lebih tenang dan penuh pengertian. Gaya berpikir ini bikin kamu gak gampang terpancing emosi, apalagi ikut-ikutan drama yang gak perlu.

Dengan mengasah pola pikir dewasa, kamu jadi lebih fokus pada solusi daripada sekadar reaksi. Hidupmu juga akan terasa lebih damai karena kamu tahu kapan harus bertindak dan kapan harus melepas. Yuk, simak tujuh cara berpikir dewasa yang bisa bikin hidupmu lebih tenang dan bermakna.

1. Menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan

ilustrasi tersenyum (pexels.com/Rahul Shah)
ilustrasi tersenyum (pexels.com/Rahul Shah)

Salah satu ciri kedewasaan adalah kesadaran bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan. Kamu belajar melepaskan keinginan untuk mengontrol segalanya karena menyadari batas kemampuan. Ini bukan bentuk menyerah, tapi cara untuk menjaga kesehatan mental.

Dengan menerima bahwa beberapa hal memang berada di luar kendalimu, kamu bisa lebih fokus pada hal-hal yang bisa kamu ubah. Kamu pun jadi lebih tenang menghadapi ketidakpastian hidup. Kedewasaan muncul saat kamu tahu kapan harus bertindak dan kapan harus ikhlas.

2. Memilih diam daripada memperpanjang konflik

ilustrasi bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

Berpikir dewasa sering kali berarti menahan diri untuk tidak terpancing emosi. Saat situasi memanas, kamu tahu bahwa diam bisa lebih kuat daripada seribu kata. Ini bukan tanda lemah, tapi bukti bahwa kamu lebih mengutamakan kedamaian.

Dengan memilih diam, kamu menghindari pertengkaran yang bisa memperburuk keadaan. Kamu juga memberi ruang untuk berpikir lebih jernih sebelum mengambil tindakan. Pendekatan ini membuat hubungan dengan orang lain jadi lebih sehat.

3. Mengutamakan solusi daripada menyalahkan

ilustrasi berbicara (pexels.com/Jopwell)
ilustrasi berbicara (pexels.com/Jopwell)

Saat terjadi masalah, orang yang berpikir dewasa akan fokus mencari jalan keluar. Mereka tidak membuang waktu untuk saling menyalahkan karena tahu itu tidak menyelesaikan apa pun. Energi mereka dipakai untuk berpikir konstruktif.

Dengan begitu, kamu bisa mengatasi masalah lebih cepat dan efisien. Kamu juga memperlihatkan bahwa kamu orang yang bisa diandalkan dalam situasi sulit. Ini meningkatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitarmu.

4. Tidak membandingkan diri dengan orang lain

ilustrasi bercermin (pexels.com/Diva Plavalaguna)
ilustrasi bercermin (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Kedewasaan muncul saat kamu berhenti berlomba dengan kehidupan orang lain. Kamu sadar bahwa setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing. Fokusmu bukan lagi tentang siapa yang lebih dulu sukses, tapi tentang berkembang versi terbaik dirimu sendiri.

Dengan pola pikir ini, kamu bisa lebih bersyukur dan menghargai proses yang kamu jalani. Kamu juga tidak mudah terprovokasi oleh pencapaian orang lain. Hidupmu jadi lebih damai dan bebas dari tekanan yang tidak perlu.

5. Berani meminta maaf dan memaafkan

ilustrasi sedih (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi sedih (pexels.com/SHVETS production)

Orang yang berpikir dewasa tidak gengsi untuk mengakui kesalahan. Mereka tahu bahwa meminta maaf bukan berarti kalah, tapi bentuk tanggung jawab. Begitu juga sebaliknya, mereka tidak ragu untuk memaafkan karena tahu dendam hanya akan menyakiti diri sendiri.

Kebiasaan ini membuat hubungan antarmanusia jadi lebih sehat dan jujur. Kamu pun akan merasa lebih ringan karena tidak menyimpan beban emosi. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.

6. Menyadari pentingnya waktu dan energi

ilustrasi bahagia (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi bahagia (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Berpikir dewasa berarti kamu selektif dalam memilih hal yang perlu kamu perhatikan. Kamu tahu bahwa waktu dan energi adalah aset berharga yang tidak bisa diulang. Maka dari itu, kamu akan lebih hati-hati dalam menginvestasikannya.

Kamu akan lebih sering berkata "tidak" pada hal-hal yang tidak memberi nilai positif. Kamu juga memilih untuk dikelilingi oleh orang-orang yang membangun, bukan yang menguras energi. Semua ini membantumu menjalani hidup yang lebih terarah dan tenang.

7. Tidak reaktif terhadap penilaian orang lain

ilustrasi berbicara dengan orang tua (freepik.com/Freepik)
ilustrasi berbicara dengan orang tua (freepik.com/Freepik)

Kamu tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu. Namun, kamu bisa memilih bagaimana meresponsnya. Berpikir dewasa membuat kamu tidak lagi reaktif terhadap kritik atau komentar negatif.

Kamu belajar membedakan kritik yang membangun dan yang sekadar menjatuhkan. Kamu juga lebih fokus pada bagaimana kamu melihat dirimu sendiri. Ketika kamu tidak menggantungkan harga dirimu pada opini orang lain, kamu akan merasa lebih bebas dan damai.

Berpikir secara dewasa bukan sesuatu yang langsung dimiliki, tapi proses yang terus diasah setiap hari. Saat kamu belajar menerapkannya, hidup terasa lebih ringan dan damai. Tenang bukan berarti pasif, tapi tahu kapan harus bertindak dengan bijak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us