5 Cara Jaga Mood Tetap Stabil di Era Doomscrolling, Buat Batasan!

- Doomscrolling membuat pengguna terus terpapar berita negatif, kecemasan, dan perdebatan melelahkan, sehingga suasana hati dapat terganggu tanpa disadari.
- Penggunaan media sosial bisa lebih terkontrol dengan membatasi durasi scrolling, menyaring akun pemicu emosi, serta memberi jeda setelah membaca berita berat.
- Mengisi waktu dengan aktivitas di luar layar dan memilih informasi yang relevan membantu tetap mengikuti kabar tanpa merasa kewalahan atau mengorbankan mood.
Di era media sosial seperti sekarang, mendapatkan informasi terbaru memang terasa lebih mudah karena hampir semua kabar bisa diakses hanya lewat genggaman tangan. Namun, kebiasaan terus-menerus menggulir layar atau doomscrolling juga membuat seseorang lebih sering terpapar berita negatif, konten yang memicu kecemasan, hingga perdebatan yang melelahkan. Kalau dibiarkan, kebiasaan ini bisa memengaruhi suasana hati tanpa disadari.
Menjaga mood tetap stabil bukan berarti harus menghindari media sosial sepenuhnya, melainkan lebih bijak dalam mengatur cara menggunakannya. Dengan membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, kamu tetap bisa mengikuti informasi tanpa merasa kewalahan. Yuk, mulai atur kebiasaan scrolling dari sekarang!
Table of Content
1. Batasi waktu scrolling setiap hari

Doomscrolling sering terjadi karena seseorang terus menggulir media sosial tanpa sadar sudah menghabiskan waktu yang cukup lama. Semakin lama kamu terpapar berbagai informasi, semakin besar pula kemungkinan menemukan konten yang memicu stres, overthinking, atau suasana hati yang kurang nyaman. Karena itu, membatasi durasi scrolling bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kondisi mental tetap lebih stabil.
Kamu bisa memanfaatkan fitur screen time atau pengingat penggunaan aplikasi yang sudah tersedia di sebagian besar smartphone. Cara ini membantu kamu lebih sadar kapan waktunya berhenti scrolling dan beralih ke aktivitas lain. Lama-kelamaan, kebiasaan tersebut akan membuat penggunaan media sosial terasa lebih terkontrol.
2. Kurangi melihat akun yang sering memicu emosi

Gak semua akun yang kamu ikuti memberikan dampak positif untuk suasana hati. Ada akun yang terlalu sering membagikan berita negatif, memancing perdebatan, atau menyebarkan konten yang membuatmu terus merasa cemas. Kalau hampir setiap kali melihat unggahannya kamu merasa kesal atau lelah, mungkin sudah saatnya mengurangi interaksi dengan akun tersebut.
Kamu gak harus langsung berhenti mengikuti semua akun seperti itu karena fitur mute atau membatasi rekomendasi konten juga bisa menjadi pilihan. Dengan menyaring apa yang muncul di lini masa, pengalaman menggunakan media sosial pun terasa lebih nyaman. Feed yang lebih sehat biasanya ikut membantu menjaga mood sepanjang hari.
3. Beri jeda setelah membaca berita yang berat

Saat menemukan berita yang mengejutkan atau menyedihkan, banyak orang justru terdorong untuk terus mencari informasi serupa. Padahal, kebiasaan tersebut sering membuat pikiran semakin dipenuhi rasa cemas karena otak terus menerima informasi dengan suasana yang sama. Akibatnya, mood yang awalnya baik bisa berubah hanya dalam waktu singkat.
Daripada langsung lanjut scrolling, cobalah berhenti sejenak setelah membaca berita yang cukup berat. Gunakan waktu beberapa menit untuk berjalan sebentar, minum air, atau melakukan aktivitas ringan sebelum kembali membuka media sosial. Jeda sederhana seperti ini bisa membantu pikiran terasa lebih tenang.
4. Isi waktu luang dengan aktivitas di luar layar

Kalau setiap waktu luang selalu diisi dengan membuka media sosial, kebiasaan doomscrolling akan semakin sulit dikurangi. Padahal, masih banyak aktivitas sederhana yang bisa membantu mengalihkan perhatian sekaligus membuat suasana hati terasa lebih segar. Semakin sering kamu melakukan kegiatan di luar layar, semakin kecil peluang terjebak scrolling tanpa tujuan.
Kamu bisa mencoba berolahraga ringan, membaca buku, mendengarkan musik, merapikan kamar, atau sekadar mengobrol dengan teman dan keluarga. Aktivitas seperti ini memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari derasnya arus informasi digital. Hasilnya, kamu bisa kembali menggunakan media sosial dengan pikiran yang lebih jernih.
5. Ingat bahwa kamu gak harus mengikuti semua informasi

Media sosial membuat informasi datang tanpa henti setiap harinya. Meski begitu, bukan berarti kamu harus mengetahui atau mengikuti semua topik yang sedang ramai dibicarakan. Memaksakan diri untuk terus update justru bisa membuat pikiran terasa penuh dan sulit beristirahat.
Gak ada salahnya melewatkan beberapa berita atau tren yang sebenarnya gak terlalu berdampak pada kehidupanmu. Fokuslah pada informasi yang memang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan agar pengalaman menggunakan media sosial tetap terasa positif. Dengan begitu, kamu bisa tetap update tanpa harus mengorbankan mood sendiri.
Doomscrolling memang sulit dihindari karena media sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Meski begitu, kamu tetap bisa mengurangi dampaknya dengan membangun batasan yang jelas saat menggunakan media sosial dan lebih selektif dalam mengonsumsi informasi. Pada akhirnya, menjaga mood bukan soal berhenti scrolling sepenuhnya, tetapi soal tahu kapan harus berhenti agar pikiran tetap terasa ringan dan nyaman.





















