ilustrasi berdoa (pexels.com/RDNE Stock project)
Ketika mencintai seseorang, manusia terkadang merasa yakin bahwa orang tersebut adalah pilihan terbaik untuknya. Padahal, manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui masa depan dan dampak dari setiap keputusan yang diambil. Karena itu, Al-Qur'an mengingatkan bahwa sesuatu yang sangat disukai belum tentu baik bagi seseorang, begitu pula sebaliknya.
QS. Al-Baqarah ayat 216
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini dapat menjadi pengingat ketika kamu sedang mengamalkan doa agar orang yang kita cintai mencintai kita. Kamu boleh berharap agar perasaan tersebut berbalas, tetapi tetap perlu menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Sambil berdoa, lakukan ikhtiar dengan cara yang baik, hormati pilihan orang yang kamu cintai, dan percayakan hasil akhirnya kepada Allah.
Doa dapat menjadi sarana untuk menyampaikan harapan sekaligus menenangkan hati ketika sedang menghadapi persoalan cinta. Namun, setiap doa sebaiknya disertai ikhtiar dan tidak digunakan untuk memaksakan perasaan seseorang. Pada akhirnya, memohon cinta yang membawa kebaikan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah dapat membantu menjaga hati tetap tenang.