- Pemenuhan kebutuhan biologis sesuai moral dan etika agama Islam;
- Perlindungan, pendidikan, serta kasih sayang;
- Perlakuan adil ketika dipoligami.
Hukum Suami Tidak Memberi Nafkah Batin kepada Istri

- Nafkah batin merupakan kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, dan spiritual istri, mencakup kasih sayang, perlindungan, pendidikan, serta perlakuan adil.
- Kewajiban nafkah lahir dan batin tetap melekat pada suami meski istri berpenghasilan; tanpa alasan jelas, tidak memenuhi nafkah batin dinyatakan haram dan berdosa.
- Tidak terpenuhinya nafkah batin tidak otomatis menjatuhkan talak di Indonesia; terdapat perbedaan pendapat soal tenggat, sementara istri dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama dalam kondisi tertentu.
Sebuah keluarga ibarat partikel kecil penyusun negara. Keluarga terbentuk dari ikatan pernikahan yang sah di mata negara dan agama. Jika kita sebagai warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban, suami maupun istri juga memiliki keduanya.
Kita sudah tidak asing lagi dengan nafkah di dalam pernikahan. Hak istri ini wajib dipenuhi suami sejak ijab qobul dilantunkan.
Bagaimana hukum suami tidak memberi nafkah batin kepada istri? Ikuti penjelasannya!
Table of Content
1. Apa itu nafkah batin?

ilustrasi definisi nafkah batin (pexels.com/Pavel Danilyuk) Nafkah berasal dari bahasa Arab an nafaqah, bentuk dasar dari nafaqa, yang berarti belanja atau biaya. Secara terminologis, nafkah adalah mencukupi kebutuhan makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
Sedangkan kata batin berasal dari kata bathin, artinya sesuatu yang tersembunyi, di dalam, atau bersifat batiniah. Nafkah batin berarti kewajiban suami dalam memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, dan spiritual.
2. Bentuk-bentuk nafkah batin

ilustrasi bentuk nafkah batin (pexels.com/Yan Krukau) Nafkah batin bukan sekadar pemenuhan kebutuhan intim suami istri di ranjang. Namun, adanya kebutuhan batin membuat istri merasa aman dan nyaman selama berumah tangga. Nafkah lahir tampak wujudnya, seperti uang belanja bulanan dan kebutuhan skincare istri.
Nafkah batin juga sama pentingnya dengan nafkah lahir. Sebuah studi dalam Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender menjelaskan bentuk nafkah batin berdasarkan Al-Qur'an antara lain:
3. Hukum nafkah batin dari suami

ilustrasi hukum nafkah batin (pexels.com/Vitaly Gariev) Salah satu kewajiban suami yang utama yaitu memberikan nafkah kepada istrinya. Meskipun istri bekerja dan memperoleh penghasilan sendiri, kewajiban memberikan nafkah tidak luntur bagi suami. Hukumnya wajib seorang suami memberikan nafkah lahir maupun batin.
Istri mempunyai hak diperlakukan secara baik. Suami tidak boleh bersikap sewenang-wenang terhadap istri, walaupun nafkah yang diberikan berasal dari kerja keras suami. Hak istri untuk didatangi dengan penuh kasih sayang, sehingga memperoleh kepuasan biologis. Keharmonisan rumah tangga bisa terjalin baik dan menciptakan keluarga yang damai.
Jika tanpa alasan yang jelas, suami yang tidak memberi nafkah batin hukumnya haram. Allah SWT memerintahkan suami untuk menggauli istri secara baik dengan turunnya Q.S An-nisa ayat 19 yang artinya berbunyi:
"... Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya."
Hal ini sejalan dengan kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu j. IX, h. 6832 oleh Syekh Wahbah al-Zuhaily yang mempunyai arti:
“Bagi istri terdapat beberapa hak yang bersifat materi berupa mahar dan nafkah dan hak-hak yang bersifat non materi seperti memperbagus dalam menggauli dan hubungan yang baik serta berlaku adil.”
4. Suami tidak memberikan nafkah batin, apakah masuk talak?

ilustrasi istri tidak memperoleh nafkah (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE) Ujian pernikahan setiap orang berbeda-beda. Ada kalanya suami istri harus terpisahkan jarak dalam kurun waktu lama karena pekerjaan. Lantas, bagaimana hukum suami yang tidak memberi nafkah batin kepada istri?
Perbedaan pendapat mengenai tenggang waktu nafkah batin yang tidak diberikan kepada istri. Beberapa di antaranya:
- Imam Ibnu berpendapat suami wajib memberikan nafkah batin kepada istri sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan.
- Imam Syafi'i berpendapat batas waktu suami tidak memberikan nafkah batin ke istri yaitu empat bulan. Hal ini dibuat berdasarkan ketetapan Umar bin Khattab karena banyak lelaki yang pergi ke medan perang dan membuat istri sedih. Setelah berdiskusi dengan Hafsoh, Amirul mukminin Umar mengutus prajurit yang bertugas selama empat bulan harus pulang dan memberikan nafkah atau menceraikannya;
- Jika kamu membaca buku nikah, ada poin bahwa lelaki yang tidak memberikan nafkah wajib selama tiga bulan dan istri tidak ridho. Istri berhak mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, gugatan terima dan istri membayar Rp. 10.000,- sebagai iwadh (pengganti) kepada suami. Lalu, jatuhlah talak satu kepada suami.
Nafkah batin bersifat wajib diberikan suami kepada istri. Di Indonesia, talak tidak serta merta jatuh apabila nafkah batin tidak diberikan kepada istri. Apabila tanpa alasan yang sah, suami yang tidak memberikan nafkah batin akan berdosa.


















![[QUIZ] Saking Cintanya, Inisial Nama Ini Ternyata Ngedoain Kamu Terus Tiap Malam](https://image.idntimes.com/post/20250717/1000238472_f7d807a8-8bd5-4ca2-88da-ba69c95ea6d7.jpg)
![[QUIZ] Ada Seseorang Lagi Cari Pasangan yang Suka Nonton Upin dan Ipin, Tertarik?](https://image.idntimes.com/post/20260810/screenshot_20260716-051513_youtube_105024_717ebaea-ab78-4c3b-acf3-d09a0aab56ab.jpg)
