Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi interior rumah minimalis dengan rak buku (pexels.com/Lisa Anna)
  • Cluttercore memanfaatkan koleksi pribadi sebagai dekorasi rumah berkarakter, dengan penataan terencana agar tetap menarik, fungsional, dan tidak terlihat berantakan.
  • Buku, poster, karya seni, vinyl, serta barang nostalgia dapat dipamerkan lewat rak, kabinet, atau gallery wall dengan komposisi, jarak, dan elemen visual yang harmonis.
  • Tanaman, warna, dan tekstur memperkaya tampilan cluttercore; gunakan variasi terarah, dua hingga tiga warna dominan, serta ruang kosong agar ruangan tetap nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rumah yang estetik gak selalu harus mengandalkan furnitur minimalis, ruangan serba kosong, atau dekorasi dengan warna senada. Belakangan, tren cluttercore justru menawarkan pendekatan berbeda dengan memanfaatkan berbagai koleksi pribadi sebagai elemen dekorasi yang penuh karakter. Mulai dari buku, kaset, tanaman hias, sampai benda-benda antik, semuanya dapat menjadi bagian dari identitas visual sebuah ruangan.

Berbeda dari kesan berantakan yang muncul akibat barang menumpuk tanpa tujuan, cluttercore mengutamakan penataan koleksi secara terencana agar terlihat menarik sekaligus mencerminkan kepribadian pemilik rumah. Tren ini juga memberi ruang untuk bereksperimen dengan warna, tekstur, bentuk, dan komposisi tanpa harus terpaku pada aturan dekorasi konvensional. Tertarik menghadirkan suasana rumah yang lebih personal dan ekspresif, yuk, intip lima ide cluttercore berikut untuk menemukan inspirasi penataan koleksi yang menarik!

1. Menata koleksi buku sebagai dekorasi rak yang berkarakter

ilustrasi rak buku di rumah (unsplash.com/Vladimir Mokry)

Bagi pencinta buku, koleksi bacaan yang selama ini tersimpan di lemari dapat menjadi elemen dekorasi yang memperkuat karakter ruangan. Susun buku berdasarkan kombinasi warna sampul, ukuran, atau genre untuk menciptakan tampilan rak yang lebih terorganisasi. Agar komposisinya gak terlihat monoton, kombinasikan susunan buku secara vertikal dan horizontal dengan tetap memperhatikan kestabilan tumpukannya.

Selain memperhatikan susunan, tambahkan beberapa benda dekoratif seperti patung mini, tempat lilin, atau bingkai foto di antara koleksi buku. Teknik shelf styling ini dapat menciptakan variasi ketinggian sekaligus memberikan dimensi visual pada rak. Pastikan setiap benda memiliki ruang yang cukup agar koleksi tetap mudah diakses dan keseluruhan tampilan gak terasa terlalu sesak.

2. Menghadirkan gallery wall dari koleksi poster dan karya seni

ilustrasi poster konser lama (pexels.com/Ryan Waldman)

Dinding kosong dapat menjadi area eksplorasi yang menarik bagi pencinta seni, fotografi, dan berbagai memorabilia. Manfaatkan koleksi poster film, ilustrasi, sampul album, kartu pos, atau foto perjalanan untuk membentuk gallery wall yang mencerminkan minat pribadi. Perpaduan berbagai ukuran bingkai justru dapat menciptakan komposisi yang lebih dinamis dibandingkan penggunaan dekorasi seragam.

Supaya hasilnya terlihat harmonis, tentukan satu elemen pengikat seperti kesamaan palet warna, tema visual, atau gaya bingkai. Sebelum memasang semuanya, coba susun komposisi di lantai untuk memperkirakan jarak antarbenda dan keseimbangan keseluruhan. Cara ini membantu menghindari penempatan yang terlalu padat sekaligus membuat setiap karya tetap memiliki ruang untuk dinikmati.

3. Memamerkan koleksi vinyl dan barang nostalgia

ilustrasi pria mendengarkan vinyl (pexels.com/cottonbro studio)

Koleksi barang bernuansa nostalgia dapat menjadi dekorasi yang memiliki nilai emosional sekaligus estetika tersendiri. Piringan hitam, kaset pita, kamera analog, konsol gim klasik, hingga pemutar musik lawas bisa ditata sebagai elemen utama di sudut ruangan. Benda-benda tersebut menghadirkan karakter visual yang kuat karena memiliki bentuk, material, dan cerita berbeda dari dekorasi modern pada umumnya.

Gunakan rak terbuka atau kabinet kaca untuk memamerkan koleksi sekaligus melindunginya dari debu berlebih. Untuk memperkuat suasana, padukan benda-benda tersebut dengan furnitur kayu, lampu bernuansa hangat, atau poster bergaya retro. Namun, perhatikan kondisi penyimpanan setiap barang, terutama piringan hitam dan perangkat elektronik lawas yang membutuhkan perlindungan dari panas, kelembapan, serta paparan sinar matahari langsung.

4. Menggabungkan tanaman hias dan dekorasi artistik

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

Tanaman hias dapat menjadi penyeimbang visual ketika ruangan dipenuhi berbagai koleksi dekoratif. Pilih beberapa jenis tanaman dengan karakter daun berbeda, seperti monstera, pothos, atau snake plant, untuk menghadirkan variasi bentuk dan tekstur. Perbedaan ukuran tanaman juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan komposisi bertingkat pada rak, meja sudut, maupun ambang jendela.

Agar tampilannya semakin menarik, kombinasikan tanaman dengan pot keramik bermotif, vas unik, patung kecil, atau wadah dekoratif berbahan alami. Gunakan dudukan tanaman dengan ketinggian berbeda untuk menciptakan dimensi tanpa harus memenuhi seluruh permukaan ruangan. Selain memperhatikan estetika, sesuaikan penempatan tanaman dengan kebutuhan cahaya dan sirkulasi udara agar koleksi tetap terawat dengan baik.

5. Mengeksplorasi warna dan tekstur melalui koleksi pribadi

ilustrasi interior rumah dengan keramik (pexels.com/Brolin Jose)

Salah satu ciri menarik cluttercore adalah keberanian memadukan berbagai warna dan tekstur dalam satu ruangan. Koleksi seperti bantal bermotif, selimut rajut, keramik warna-warni, ornamen logam, hingga benda dekoratif berbahan kayu dapat menghadirkan tampilan yang lebih ekspresif. Perpaduan tersebut membuat ruangan terasa lebih hidup karena setiap elemen memiliki karakter visual tersendiri.

Meski begitu, penggunaan banyak warna tetap membutuhkan komposisi yang terarah agar ruangan gak terlihat semrawut. Tentukan dua atau tiga warna dominan sebagai acuan, kemudian tambahkan warna aksen melalui benda-benda koleksi yang lebih mencolok. Perhatikan pula variasi tekstur dan sisakan sedikit negative space pada area tertentu supaya mata tetap memiliki ruang untuk beristirahat ketika menikmati keseluruhan dekorasi.

Cluttercore membuktikan bahwa koleksi pribadi gak harus selalu disimpan di dalam lemari karena dapat menjadi bagian dari dekorasi rumah yang penuh karakter. Kunci utamanya terletak pada pemilihan benda, komposisi visual, serta penataan yang mempertimbangkan fungsi dan kenyamanan ruangan. Jadi, daripada membiarkan koleksi menumpuk tanpa tujuan, saatnya menata kembali benda-benda kesayangan menjadi dekorasi yang mencerminkan kepribadian!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article