Hasil karya FINNA ART 2026 (Dok. FINNA)
Dari perspektif penjurian, karya Ridlo dinilai memiliki kekuatan dalam storytelling, karakter visual, serta potensinya untuk dikembangkan ke berbagai bentuk merchandise yang tetap sesuai dengan karakter FINNA.
“Dari storytelling-nya bagus, karakternya juga bagus. Untuk peletakan desain ke merchandise dan lain-lainnya kita perhatikan juga. Semuanya dari brief masuk dan komersial banget, cocok sama brand FINNA. Ya, itulah kenapa dia jadi juara 1,” ujar WD Willy, salah satu dewan juri FINNA ART 2026 dalam keterangan resminya.
Juri lainnya, Liffi Wongso, menilai karya Ridlo memiliki pendekatan konsep yang berbeda dan relatable dengan kehidupan sehari-hari. Selain visual yang kuat, karya tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh bersama FINNA.
Posisi kedua diraih oleh Sandy Hasan melalui karya “Satu Meja Makan Bisa Menyimpan Begitu Banyak Cerita” dengan hadiah Rp20 juta. Dalam karyanya, Sandy melihat kuliner Indonesia bukan hanya dari makanan yang tersaji, tetapi juga dari pengalaman, cerita, dan manusia yang berkumpul di sekitarnya.
Sementara itu, Hendrik Yudha Prasetio meraih posisi ketiga melalui karya “Meja Makan adalah Sebuah Panggung Kecil Tempat Jutaan Kisah Saling Bertemu” dan memperoleh hadiah Rp15 juta. Karyanya menggambarkan meja makan bukan sekadar tempat meletakkan hidangan, tetapi ruang tempat waktu, cerita, dan kebersamaan saling bertemu.