Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Jenis Bunga Daffodil yang Menjadi Lambang Datangnya Musim Semi
ilustrasi poeticus daffodil (pexels.com/Mathias Reding)
  • Daffodil atau Narcissus menjadi simbol musim semi, hadir dalam ribuan varietas dengan warna cerah, perawatan relatif mudah, dan kemampuan mekar kembali setiap tahun.
  • Trumpet dan large-cupped daffodil menonjol lewat bentuk terompet atau cangkir tengah; keduanya tangguh, cocok untuk taman maupun bunga potong, serta menawarkan variasi warna.
  • Double, jonquilla, dan poeticus menawarkan kelopak berlapis, aroma kuat, atau tampilan putih-kontras; masing-masing memerlukan kondisi berbeda dan memiliki waktu mekar khas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bunga daffodil atau yang dikenal dengan nama ilmiah Narcissus merupakan salah satu bunga tercantik yang menjadi lambang datangnya musim semi. Dengan warna-warni yang cerah mulai dari kuning pekat, putih bersih, hingga sentuhan jingga, bunga ini selalu sukses menarik perhatian di taman maupun di dalam vas rumah. Selain keindahannya, daffodil juga sangat disukai karena perawatannya yang relatif mudah dan kemampuannya untuk mekar kembali setiap tahun.

Bunga ini memiliki ribuan varietas yang terbagi dalam berbagai divisi berdasarkan bentuk mahkota dan terompetnya. Memahami berbagai jenis daffodil akan membantu kamu memilih varietas terbaik untuk mempercantik halaman atau sekadar menambah wawasan botani. Berikut ini beberapa jenis bunga daffodil yang patut kamu ketahui untuk dijadikan koleksi.

1. Trumpet daffodil

ilustrasi tanaman hias Daffodil (pixabay.com/akirEVarga)

Jenis ini merupakan varietas klasik yang paling sering dijumpai dan menjadi ikon dari bunga daffodil. Karakteristik utamanya adalah bagian terompet di tengah bunga memiliki panjang yang sama atau bahkan lebih panjang daripada kelopak bunganya. Umumnya, jenis ini mekar dalam warna kuning cerah yang sangat pekat, memberikan kesan ceria dan hangat.

Trumpet daffodil dikenal sangat tangguh dan memiliki masa mekar yang cukup lama di awal musim semi. Karena batangnya yang kokoh dan bunganya yang besar, varietas ini sangat ideal untuk dijadikan bunga potong atau ditanam dalam jumlah banyak di halaman rumah. Salah satu kultivar paling terkenal dari jenis ini adalah king alfred.

2. Large-cupped daffodil

ilustrasi large-cupped daffodil (pexels.com/Feyruz Aslanov)

Varietas ini memiliki bentuk yang mirip dengan jenis terompet, namun dengan ukuran mangkuk tengah yang sedikit lebih pendek. Bagian cangkirnya memiliki panjang lebih dari sepertiga tetapi tidak sampai sepanjang kelopak bunganya. Keunggulan utama dari jenis ini adalah variasi warna dan bentuk cangkirnya yang sangat beragam, mulai dari yang polos hingga yang memiliki tepian bergelombang.

Large-cupped daffodil adalah jenis yang paling banyak ditanam di dunia karena adaptibilitasnya yang luar biasa terhadap berbagai cuaca. Kamu bisa menemukan kombinasi warna yang cantik seperti kelopak putih dengan cangkir merah muda, atau kelopak kuning dengan cangkir jingga tua. Keberagaman ini membuatnya menjadi pilihan favorit para penata taman.

3. Double daffodil

ilustrasi double daffodil (pexels.com/宇 梁)

Jika kamu mencari tampilan daffodil yang lebih padat dan mewah, jenis double daffodil cocok dijadikan sebagai opsi. Berbeda dengan daffodil biasa, double daffodil memiliki kelopak bunga atau bagian tengah yang berlapis-lapis, bahkan terkadang terompetnya tidak terlihat karena tertutup oleh tumpukan kelopak. Tampilannya yang penuh sekilas membuatnya mirip dengan bunga peony atau mawar kecil.

Beberapa varietas dari jenis ini juga dikenal memiliki aroma wangi yang sangat harum dan memikat. Namun, karena bunganya yang cenderung berat akibat lapisan kelopaknya, batang tanaman ini memerlukan perlindungan ekstra dari angin kencang dan hujan lebat agar tidak patah. Kultivar tahiti dan cheerfulness adalah contoh populer dari jenis ini.

4. Jonquilla daffodil

ilustrasi Daffodil (pexels.com/Maria Tyutina)

Jenis yang satu ini sangat terkenal karena keharumannya yang sangat kuat dan manis. Karakteristik fisiknya ditandai dengan batang yang cenderung bulat dan daun-daun kecil yang mirip dengan helai rumput tebal. Setiap satu batang tanaman ini biasanya dapat menghasilkan dua hingga delapan kuntum bunga kecil sekaligus.

Warna bunga jonquil umumnya didominasi oleh kuning terang, dan mereka sangat menyukai paparan sinar matahari yang berlimpah serta area dengan musim panas yang hangat. Minyak esensial dari bunga ini bahkan sering diekstrak untuk digunakan sebagai bahan dasar industri parfum mewah karena aromanya yang memikat.

5. Poeticus daffodil

ilustrasi poeticus daffodil (pexels.com/Mathias Reding)

Daffodil ini memiliki tampilan yang sangat anggun dan minimalis, seringkali dikaitkan dengan kisah mitologi Yunani kuno. Ciri khasnya adalah kelopak bunga yang berwarna putih bersih mengelilingi cangkir tengah yang sangat kecil dan pendek. Mangkuk kecil tersebut biasanya berwarna kuning dengan tepian berwarna merah cerah, menyerupai sebuah mata kecil yang indah.

Selain visualnya yang kontras dan puitis, jenis ini juga mengeluarkan aroma wangi yang sangat menyegarkan. Poeticus daffodil biasanya mekar paling akhir di penghujung musim semi, menjadikannya penutup yang sempurna untuk keindahan taman musim semi Anda sebelum memasuki musim panas.

Keberagaman jenis bunga daffodil membuktikan bahwa alam selalu memiliki cara untuk menghadirkan keindahan dalam berbagai bentuk dan warna. Mulai dari jenis terompet yang klasik hingga jenis penyair yang anggun, setiap varietas menawarkan pesona unik yang dapat menghidupkan suasana di sekitarnya. Memilih untuk menanam atau memajang bunga ini di rumah dipastikan akan memberikan sentuhan kesegaran yang alami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article