Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Jenis Lensa Kamera Berdasarkan Focal Length dan Kegunaannya
ilustrasi kamera (pexels.com/Aditya Oberai)
  • Focal length menentukan luas bingkai dan karakter visual foto, sehingga pemilihan lensa perlu disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan, bukan sekadar harga, ukuran, atau merek.
  • Ultra wide di bawah 24 mm dan wide 24–35 mm cocok merekam area luas, seperti lanskap, arsitektur, ruang terbatas, perjalanan, serta dokumenter dengan lingkungan sekitar.
  • Lensa standard 35–70 mm memberi perspektif natural, sedangkan telephoto mulai 70 mm hingga super telephoto 300–600+ mm menjangkau subjek jauh untuk olahraga, satwa liar, dan objek langit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih lensa kamera gak cukup hanya dengan melihat harga, ukuran, atau mereknya. Setiap lensa memiliki karakter berbeda berdasarkan focal length yang memengaruhi seberapa luas area yang dapat masuk ke dalam bingkai dan seperti apa tampilan objek yang dihasilkan. Karena itu, memahami jenis lensa berdasarkan focal length menjadi bekal penting agar hasil foto sesuai dengan kebutuhan.

Perbedaan focal length juga membuat satu jenis lensa lebih cocok untuk pemandangan, sementara jenis lainnya lebih unggul saat memotret manusia atau objek dari jarak jauh. Bagi pemula, istilah seperti wide angle, standard, dan telephoto mungkin terdengar cukup teknis, padahal konsep dasarnya relatif mudah dipahami. Supaya gak salah memilih lensa dan dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan fotografi, yuk kenali jenisnya satu per satu!

1. Lensa ultra wide angle untuk area yang sangat luas

ilustrasi fotografi (pexels.com/Антон Злобин)

Lensa ultra wide angle biasanya memiliki focal length kurang dari 24 mm pada kamera full frame. Rentang tersebut menghasilkan sudut pandang yang sangat luas sehingga lebih banyak elemen dapat masuk ke dalam satu bingkai. Karakter ini membuat lensa ultra wide angle menarik untuk memotret pemandangan, arsitektur, dan ruangan yang memiliki area terbatas.

Penggunaan lensa ini juga dapat memberikan kesan ruang yang lebih dramatis pada foto. Garis dan perspektif objek di bagian tepi bingkai dapat terlihat lebih menonjol sehingga fotografer perlu memperhatikan komposisi dengan cermat. Jika digunakan secara tepat, karakter tersebut justru dapat membuat foto terlihat lebih dinamis dan memiliki kedalaman visual yang kuat.

2. Lensa wide angle untuk lanskap dan aktivitas sehari-hari

ilustrasi kamera (pexels.com/Sóc Năng Động)

Lensa wide angle umumnya berada pada rentang focal length sekitar 24–35 mm pada kamera full frame. Sudut pandangnya masih cukup lebar, tetapi distorsi perspektifnya cenderung lebih terkendali dibandingkan lensa ultra wide angle. Karakter tersebut membuatnya serbaguna untuk berbagai kebutuhan fotografi.

Jenis lensa ini banyak digunakan untuk memotret lanskap, arsitektur, perjalanan, hingga suasana perkotaan. Ruang yang luas dapat direkam tanpa membuat objek utama terlalu kecil selama komposisinya diperhatikan. Lensa wide angle juga menarik untuk fotografi dokumenter karena mampu memasukkan objek sekaligus lingkungan di sekitarnya ke dalam satu cerita visual.

3. Lensa standard untuk hasil foto yang terasa natural

ilustrasi fotografer pria (pexels.com/Mohamed Almari)

Lensa standard umumnya berada di sekitar 35–70 mm, dengan 50 mm sering dianggap sebagai salah satu focal length yang paling populer. Sudut pandangnya terasa cukup natural sehingga hasil foto gak terlalu lebar maupun terlalu sempit. Karakter tersebut membuat lensa ini mudah digunakan untuk berbagai situasi fotografi.

Lensa standard cocok untuk memotret manusia, aktivitas sehari-hari, hingga dokumentasi perjalanan. Perspektifnya juga terasa dekat dengan cara mata manusia melihat sebuah adegan, meskipun keduanya sebenarnya gak sepenuhnya identik. Bagi fotografer yang ingin membawa satu lensa serbaguna untuk berbagai kebutuhan, rentang ini dapat menjadi pilihan yang praktis.

4. Lensa telephoto untuk objek yang jauh

ilustrasi kamera (pexels.com/Ivan S)

Lensa telephoto biasanya memiliki focal length mulai dari sekitar 70 mm hingga ratusan milimeter. Rentang yang panjang membuat objek yang berada jauh dapat terlihat lebih dekat dalam bingkai tanpa fotografer harus mendekatinya secara fisik. Kemampuan tersebut membuat lensa ini sangat berguna untuk fotografi olahraga, satwa liar, dan berbagai objek yang sulit didekati.

Selain kemampuan menjangkau objek jauh, lensa telephoto juga memiliki karakter kompresi perspektif yang menarik. Jarak antara objek di depan dan latar belakang dapat terlihat lebih rapat sehingga menghasilkan tampilan visual yang berbeda dari lensa bersudut lebar. Efek ini sering dimanfaatkan untuk menghasilkan foto dengan subjek yang lebih menonjol dan latar belakang yang terasa padat.

5. Lensa super telephoto untuk jangkauan ekstrem

ilustrasi kamera (pexels.com/Sóc Năng Động)

Lensa super telephoto memiliki focal length yang sangat panjang, umumnya mulai dari sekitar 300 mm dan dapat mencapai lebih dari 600 mm. Jangkauan tersebut memungkinkan fotografer menangkap detail objek yang berada sangat jauh dari posisi kamera. Ukurannya biasanya lebih besar dan bobotnya juga lebih berat karena membutuhkan konstruksi optik yang mendukung jangkauan ekstrem.

Jenis lensa ini banyak digunakan untuk fotografi satwa liar, olahraga, hingga objek langit tertentu. Kemampuan memperbesar objek dari jarak jauh menjadi keunggulan utama, terutama ketika mendekati subjek bukan pilihan yang aman atau memungkinkan. Meski begitu, penggunaannya membutuhkan teknik dan stabilitas yang baik agar foto tetap tajam serta komposisinya gak mudah bergeser.

Memahami focal length membantu fotografer menentukan lensa berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren atau popularitas produk. Setiap rentang memiliki karakter dan kegunaan tersendiri yang dapat menghasilkan pengalaman memotret berbeda. Dengan mengenali karakter tersebut, pilihan lensa bisa menjadi lebih tepat dan aktivitas fotografi pun terasa semakin menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article