ilustrasi pria nonton TV (pexels.com/cottonbro studio)
Secara umum, pria cenderung menyukai kompetisi. Sepak bola menyajikan duel strategi, kekuatan fisik, dan kecerdikan dalam satu paket. Setiap pertandingan adalah pertarungan yang jelas siapa menang dan siapa kalah.
Unsur kompetitif ini memberi kepuasan tersendiri saat tim favorit unggul. Ketegangan yang dibangun sepanjang laga membuat fokus tetap terjaga. Kombinasi kompetisi dan emosi inilah yang membuat pria sulit beranjak sebelum peluit akhir berbunyi.
Pria bukan sekadar menonton bola, tetapi ikut merasakan pertandingan secara emosional. Ikatan dengan tim, adrenalin, hingga kebersamaan dengan komunitas membuat pengalaman itu terasa intens. Dalam kondisi seperti ini, waktu memang mudah terlupakan.
Pada akhirnya, menonton bola adalah bentuk hiburan yang menyatukan emosi dan sosial sekaligus. Selama tidak mengganggu tanggung jawab utama, menikmati pertandingan bisa menjadi cara sehat melepas penat. Jadi jika ada pria yang lupa waktu saat nonton bola, mungkin ia sedang benar-benar tenggelam dalam momen yang ia cintai.