Melaporkan Kebaikan Teman Bisa Bikin 5 Kali Lebih Empati, Cek Guys!

- Program CekTemanSebelah 2.0 dari Health Collaborative Center membuktikan bahwa melaporkan kebaikan teman selama 10 hari bisa meningkatkan empati dan sikap prososial remaja hingga lima kali lipat.
- Eksperimen yang melibatkan 699 siswa SMA di Jakarta menghasilkan lebih dari 4.700 laporan kebaikan, dengan mayoritas peserta merasakan perubahan positif dalam perilaku sosial mereka.
- Hasil penelitian menunjukkan peningkatan empati, solidaritas, serta hubungan antar teman sebaya, sekaligus menurunkan ketidaknyamanan diri dan memperkuat kesehatan mental remaja.
Di tengah narasi publik yang sering menggambarkan remaja Indonesia sebagai generasi yang rapuh dan rentan gangguan mental, sebuah eksperimen sosial berbasis sekolah justru menunjukkan temuan sebaliknya, ternyata remaja Indonesia memiliki modal prososial dan sikap empati yang sangat kuat dan bisa dibentuk secara signifikan melalui intervensi sederhana di lingkungan sekolah.
Program CekTemanSebelah 2.0: “Laporkan Kebaikan Teman”, yang diinisiasi oleh Health Collaborative Center (HCC), dengan Ketua Tim Eksperimen sekaligus Ketua HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bersama Direktur Eksekutif HCC Bunga Pelangi, MKM,, telah membuktikan bahwa perilaku melaporkan kebaikan teman (tootling) secara terstruktur selama 10 hari mampu meningkatkan empati dan sikap prososial remaja secara signifikan.
1. Terinspirasi dari metode tootling atau melaporkan kebaikan dan tindakan positif

Menurut Ray, dalam intervensi yang melibatkan 699 siswa SMA di Jakarta, dengan 541 siswa menyelesaikan program penuh selama 10 hari, dibuktikan bahwa ternyata remaja pelajar SMA yang terlibat aktif dalam pelaporan kebaikan menunjukkan:
• 5 kali lebih empati
• 5 kali lebih prososial
• Hampir 4 kali lebih tinggi perspective-taking atau kemampuan memahami sudut pandang orang lain
Lebih lanjut Ray mengungkapkan, intervensi eksperimen sosial ini sebenarnya terinspirasi dari metode tootling atau melaporkan kebaikan dan tindakan positif teman sebaya selama di sekolah, karena di beberapa negara maju metode ini bahkan menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis kurikulum dasar.
“Di akhir eksperimen ini terdapat 4.710 laporan kebaikan terkumpul hanya dalam 10 hari, artinya ada daya multiplikasi 10 kali lipat dalam satu intervensi sederhana. Bahkan, 8 dari 10 pelajar merasakan perubahan positif setelah mengikuti program. Mereka yang aktif melaporkan kebaikan memiliki 11 kali peluang lebih besar merasakan perubahan positif," kata Ray dalam keterangan resminya.
Temuan ini menunjukkan bahwa praktik sederhana berupa melaporkan kebaikan teman mampu memperkuat fondasi psikologis remaja dalam waktu singkat.
2. Fakta dan temuan menarik program CekTemanSebelah

Selanjutnya, Ray juga menambahkan ada beberapa fakta dan temuan menarik lainnya dari program CekTemanSebelah:
• 77 persen siswa melaporkan kebaikan sebagai bentuk mengucapkan terima kasih
• 71 persen sebagai bentuk apresiasi
• 50 persen sebagai balas kebaikan
• 41 persen untuk menginspirasi teman lain
• 34 persen agar kebaikan diketahui publik
"Menariknya, siswa perempuan memiliki peluang 34 kali lebih besar melaporkan kebaikan kepada sesama perempuan dibandingkan kepada siswa laki-laki, menunjukkan dinamika sosial yang dapat menjadi dasar pengembangan strategi intervensi selanjutnya," kata Ray.
3. Implikasi kesehatan mental remaja

Ray juga menjelaskan, program ini mengukur 6 aspek emosional remaja (termasuk gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, relasi teman sebaya, skor kesulitan, dan prososial), serta aspek empati menggunakan Interpersonal Reactivity Index.
Menurut Psikolog Klinis Puskesmas Ciracas yang juga elaborator eksklusif eksperimen sosial ini, Sulastry Pardede, Psi, hasilnya menunjukkan bahwa perilaku prososial yang dilatih melalui tootling CekTemanSebelah ini meningkatkan empati dan solidaritas
"Hasilnya juga mampu mengurangi rasa ketidaknyamanan diri, membentuk reaksi sosial positif, dan memperkuat hubungan antar teman sebaya," kata Sulastry.
Tim Eksperimen Sosial CekTemanSebelah 2.0 membuktikan bahwa dengan melatih siswa untuk melaporkan kebaikan teman selama 10 hari mampu membuat remaja, 5 kali lebih empati, 5 kali lebih prososial, dan 4 kali lebih mampu memahami perspektif orang lain