Mimin x ALE Hadirkan Sistem Komunikasi Tamu Berbasis AI

- Mimin berkolaborasi dengan Alcatel-Lucent Enterprise untuk menghadirkan sistem komunikasi tamu berbasis AI di industri perhotelan Asia-Pasifik guna meningkatkan efisiensi dan kepuasan tamu.
- Integrasi dengan platform Rainbow Hospitality memungkinkan hotel menghubungkan berbagai kanal komunikasi seperti telepon, chat, dan WhatsApp dalam satu sistem yang tetap menjaga sentuhan personal.
- Sistem ini dilengkapi voice agent multibahasa 24 jam, mampu memangkas panggilan masuk hingga 75 persen, serta menyimpan data di sovereign cloud Singapura dan Australia.
Jakarta, IDN Times - Platform percakapan berbasis kecerdasan buatan (AI), Mimin, menggandeng perusahaan teknologi Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) untuk menghadirkan sistem komunikasi tamu berbasis AI di industri perhotelan Asia-Pasifik (APAC). Kolaborasi ini menyasar persoalan tingginya panggilan tak terjawab hingga pengalaman tamu yang tidak terintegrasi di sektor hospitality.
"Kolaborasi ini memungkinkan hotel mengubah interaksi sehari-hari dengan tamu menjadi layanan yang otomatis, yang pada akhirnya mendongkrak efisiensi operasional dan kepuasan tamu," kata CEO Mimin, Joseph Simbar, dalam keterangan tertulisnya.
Table of Content
Menghubungkan layanan komunikasi tamu dalam satu sistem

Melalui integrasi dengan platform Rainbow Hospitality milik ALE, hotel dapat menghubungkan layanan komunikasi tamu dalam satu sistem, mulai dari telepon, chat, hingga WhatsApp. Teknologi ini juga diklaim mampu membantu hotel merespons komunikasi dalam skala besar tanpa menghilangkan sentuhan personal kepada tamu.
Joseph mengatakan, industri perhotelan di Asia-Pasifik saat ini menghadapi tingginya volume panggilan masuk, terutama pada jam sibuk. Dia melanjutkan, sekitar 10 hingga 30 persen panggilan disebut kerap tidak terjawab karena keterbatasan alur kerja operasional hotel.
Selain itu, sambung dia, hotel juga dinilai masih menghadapi persoalan kehilangan konteks komunikasi tamu. Misalnya, ketika permintaan khusus yang disampaikan lewat media sosial tidak tersampaikan saat proses check-in berlangsung.
"Kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk membawa teknologi voice AI ke industri hospitality di kawasan Asia-Pasifik," kata Joseph.
Pengalaman seamless mobile-first sebagai sebuah standar

Director of Vertical Partnerships APAC Alcatel-Lucent Enterprise, Dirk Dumortier, menilai industri hospitality di Asia-Pasifik tengah mengalami perubahan seiring meningkatnya ekspektasi tamu terhadap layanan digital. Menurutnya, industri ini sedang berada di titik balik di mana para tamu yang melek digital kini menganggap pengalaman seamless mobile-first sebagai sebuah standar.
"Lewat Rainbow Hospitality, kami bertransformasi dari sistem konvensional di dalam kamar menuju platform orkestrasi digital yang terpadu," katanya.
Dilengkapi fitur voice agent multibahasa 24 jam

Pada tahap awal implementasi, solusi tersebut diklaim mampu memangkas volume panggilan masuk hingga 75 persen. Sistem ini juga dilengkapi fitur voice agent multibahasa 24 jam dalam lebih dari 20 bahasa dan dialek, serta dukungan sovereign cloud dengan lokasi penyimpanan data di Singapura dan Australia.
Mimin dan ALE menargetkan perluasan implementasi teknologi AI tersebut ke pasar global lainnya sepanjang 2026 setelah mendapatkan respons positif dari pasar Asia-Pasifik


















