Mitos vs Fakta: Minum Kopi Saat Sahur Bikin Cepat Haus Seharian, Benarkah?

- Mitos: kopi tidak otomatis bikin dehidrasi parah
- Fakta: kopi bisa meningkatkan rasa haus pada kondisi tertentu
- Mitos: kekentalan kopi menentukan efek hausnya
Banyak orang ragu minum kopi saat sahur karena takut cepat haus. Di sisi lain, ada juga yang merasa tanpa kopi kepala jadi berat dan sulit fokus. Akhirnya, muncul perdebatan klasik setiap Ramadan.
Sebenarnya, apakah kopi benar-benar bikin tubuh lebih cepat dehidrasi saat puasa? Atau ini hanya asumsi yang dibesar-besarkan? Yuk, kita bedah mitos dan faktanya secara rasional.
Table of Content
1. Mitos: kopi otomatis bikin tubuh dehidrasi parah

Kopi sering dicap sebagai penyebab utama dehidrasi karena mengandung kafein. Kafein memang memiliki efek diuretik ringan yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Dari sinilah muncul anggapan bahwa minum kopi saat sahur pasti bikin cepat haus.
Namun, efek diuretik kopi pada peminum rutin sebenarnya tidak sekuat yang dibayangkan. Tubuh orang yang terbiasa minum kopi cenderung sudah beradaptasi terhadap kafein. Jadi, tidak semua orang otomatis mengalami dehidrasi hanya karena satu cangkir kopi saat sahur.
2. Fakta: kopi bisa meningkatkan rasa haus pada kondisi tertentu

Meski tidak selalu menyebabkan dehidrasi berat, kopi tetap bisa memicu rasa haus pada sebagian orang. Apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau tanpa diimbangi air putih yang cukup. Kondisi ini makin terasa jika sahur dilakukan dengan asupan cairan yang minim.
Selain itu, kopi yang diminum dalam keadaan perut kosong bisa memicu rasa tidak nyaman di lambung. Sensasi ini kadang disalahartikan sebagai haus berlebihan. Karena itu, cara dan jumlah konsumsi sangat menentukan efeknya.
3. Mitos: semakin kental kopinya, semakin kuat efek hausnya

Banyak yang percaya kopi hitam pekat pasti lebih “mengeringkan” tubuh dibanding kopi susu. Padahal, faktor utama yang berpengaruh adalah kandungan kafein dan total cairan yang masuk ke tubuh. Volume minuman juga ikut berperan.
Jika secangkir kopi tetap dihitung sebagai asupan cairan, tubuh tetap mendapat tambahan cairan meski ada efek diuretik ringan. Masalah muncul jika kopi menggantikan air putih sepenuhnya. Jadi, bukan soal warna atau kekentalannya saja.
4. Fakta: pola sahur lebih menentukan dibanding kopinya

Rasa haus saat puasa sering kali lebih dipengaruhi oleh jenis makanan sahur. Konsumsi makanan asin, pedas, dan tinggi gula justru lebih berisiko membuat cepat haus. Jika sahur didominasi makanan seperti ini, kopi sering jadi kambing hitam.
Kurangnya asupan air dan elektrolit juga berperan besar. Tanpa hidrasi yang cukup, tubuh lebih mudah merasa lelah dan haus sepanjang hari. Artinya, kopi bukan satu-satunya faktor yang perlu disalahkan.
5. Mitos: solusi terbaik adalah berhenti total minum kopi saat Ramadan

Sebagian orang memilih berhenti total karena takut efek haus. Padahal, berhenti mendadak justru bisa memicu sakit kepala akibat withdrawal kafein. Kondisi ini bisa lebih mengganggu aktivitas dibanding rasa haus itu sendiri.
Jika ingin tetap minum kopi, batasi jumlahnya dan imbangi dengan air putih yang cukup. Minum setelah makan sahur juga lebih disarankan dibanding dalam keadaan perut kosong. Pendekatan moderat sering kali lebih efektif daripada larangan total.
Minum kopi saat sahur tidak otomatis membuat kamu cepat haus seharian. Efeknya sangat tergantung pada jumlah, kebiasaan, serta pola makan dan minum secara keseluruhan. Menyederhanakan masalah dengan menyalahkan kopi saja jelas kurang tepat.
Yang terpenting adalah keseimbangan dan persiapan. Atur asupan cairan, pilih makanan sahur yang tepat, dan konsumsi kopi secara bijak. Dengan strategi yang benar, kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa mengorbankan kenyamanan puasa.


















