Rasulullah Saw bersabda: "Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam (tahajjud)." (H.R. Bukhari)
6 Perbedaan Sholat Tarawih dan Tahajud, Apa Saja?

- Shalat tarawih hanya dilakukan di bulan Ramadan, sedangkan shalat tahajud bisa dikerjakan setiap malam sepanjang tahun tanpa batas waktu khusus.
- Perbedaan utama terletak pada jumlah rakaat, waktu pelaksanaan setelah tidur untuk tahajud, serta kebiasaan berjamaah pada tarawih.
- Rasulullah SAW rutin menjalankan tahajud setiap malam, sementara tarawih hanya tiga kali seumur hidupnya dan memiliki jeda istirahat di antara rakaatnya.
Umat Islam diwajibkan melaksanakan shalat fardhu setiap hari. Di sisi lain, shalat sunnah yang dianjurkan banyak juga jenisnya. Ada yang dilakukan pada pagi, siang, maupun di malam hari.
Beberapa jenis shalat sunnah di malam hari yaitu shalat tarawih, tahajud, witir, hajad, serta taubat. Meskipun shalat tarawih dan tahajud sama-sama dikerjakan di malam hari, tentu keduanya tidak sama. Apakah perbedaan sholat tarawih dan tahajud? Mari kita telusuri bersama-sama.
Table of Content
1. Shalat tarawih hanya berlaku di bulan Ramadan

Bulan Ramadan identik dengan pelaksanaan shalat tarawih di malam hari. Tidak ada shalat tarawih yang dilakukan di luar bulan Ramadan. Di luar bulan Ramadan, shalat malam yang dianjurkan yaitu shalat tahajud dan witir. Shalat tahajud bisa dilakukan setiap hari, meskipun bukan bulan Ramadan.
2. Jumlah shalat tarawih yang lebih banyak

Jika dibandingkan dengan shalat tahajud, maka shalat tarawih mempunyai jumlah rakaatyang lebih banyak. Shalat tahajud dilakukan minimal dua rakaat dan paling banyak delapan raka'at. Gerakan salam dikerjakan setelah rakaat ke dua atau lipatan dua.
Shalat tarawih sebanyak delapan rakaat dengan dua rakaat salam atau empat rakaat satu kali salam. Setelah shalat tarawih dilanjutkan dengan shalat witir tiga rakaat, sehingga totalnya berjumlah 11 rakaat. Shalat tarawih juga bisa dilakukan sebanyak 20 rakaat dengan dua kali salam, lalu diteruskan dengan shalat witir tiga rakaat.
3. Shalat tahajud harus tidur dahulu

Umumnya, shalat tarawih dilaksanakan setelah shalat isya' dan tidak perlu tidur sebelum pelaksanaannya. Shalat tarawih lebih baik dilakukan dengan secara tuma'ninah (tenang sejenak). Delapan rakaat yang tuma'ninah lebih baik dibandingkan dengan 20 rakaat yang tergesa-gesa.
Ciri khas shalat tahajud terletak pada waktu pelaksanaannya. Umat muslim perlu tidur dahulu sebelum mendirikan shalat tahajud, meskipun hanya sebentar. Shalat tahajud dinilai ibadah malam paling utama.
4. Shalat tarawih dilakukan secara berjamaah

Walaupun shalat tarawih dapat dilakukan sendiri di rumah, tetapi lebih afdol berjamaah di masjid atau mushalla. Tujuan shalat tarawih menjalani hubungan antara manusia dengan Allah dan sesama umat muslim lainnya, maka shalat tarawih identik dengan berjamaah. Sedangkan mayoritas ulama menganjurkan shalat tahajud secara sendiri-sendiri di rumah. Nabi Muhammad SAW menjalankan shalat tahajud sendirian setiap malam.
5. Rasulullah melakukan shalat tarawih tiga kali seumur hidupnya

Salah satu amalan yang rutin dikerjakan Rasulullah yaitu shalat tahajud. Sepanjang hidup beliau menjalankan shalat tahajud setiap malam. Bahkan beberapa referensi menyebutkan hukum shalat tahajud bagi Nabi Muhammad SAW yaitu wajib, tetapi sunnah bagi umatnya.
Buku berjudul Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Shalat menyebutkan shalat tarawih dilakukan tiga kali selama masa Rasulullah berdasarkan hadits-hadits sahih. Shalat tarawih dikerjakan setelah perjalanan hijrah ke Madinah di masjid Nabawi secara berjamaah.
Namun, semakin hari para sahabat yang mengikuti shalat tarawih semakin bertambah banyak dan ramai. Lalu, kemudian Nabi Muhammad SAW menghentikannya dan para sahabat mengikutinya. Alasan nabi SAW berhenti karena khawatir shalat tarawih diwajibkan dan memberatkan umatnya.
6. Sesi istirahat di sela-sela rakaat shalat tarawih

Buku berjudul Panduan Shalat bersama Quraish Shihab menjelaskan shalat tarawih berasal dari kata 'tarawih', bentuk jamak dari 'tarwihah', yang berarti istirahat. Pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat shalat tarawih dilaksanakan dalam kurun waktu yang lama, maka setiap dua raka'at ada jeda untuk beristirahat. Di Indonesia, setiap masa istirahat diselingi dengan zikir atau shalawat. Nah, masa istirahat ini tidak ada di shalat tahajud.
Itulah perbedaan shalat tarawih dan tahajud. Setiap shalat sunnah memang mempunyai karakteristik tersendiri. Kita sebagai umat muslim alangkah lebih baik melaksanakannya sesuai kemampuan.


















