Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Sinetron dan Film, Mana yang Paling Kamu Suka?

3 min read
5 Perbedaan Sinetron dan Film, Mana yang Paling Kamu Suka?
ilustrasi perbedaan sinetron dan film (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Sinetron adalah sinema elektronik khusus media seperti televisi, sedangkan film merupakan cerita gambar hidup yang secara historis dipromosikan di layar lebar.
  • Film umumnya menyajikan cerita utuh berdurasi 90–120 menit, sementara sinetron terbagi dalam episode 30–60 menit, diselingi iklan dan berlanjut ke tayangan berikutnya.
  • Produksi sinetron cenderung cepat dengan syuting harian serta akting dramatis, sedangkan film dipersiapkan lebih matang, mengejar nuansa realistis, dan biasanya tayang di bioskop.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di era digital, kita tidak sulit menemukan hiburan. Televisi berlomba-lomba memberikan tayangan yang memikat penontonnya. Nah, sinetron ini banyak disukai emak-emak Indonesia.

Kegiatan menonton film digunakan sebagai ajang kencan, family time, atau main bareng teman. Film menyuguhkan peran aktor dalam beragam tema. Beberapa film yang ditunggu-tunggu yaitu Avengers, Toy Story, film komedi, atau genre horror Indonesia.

Meskipun film dan sinetron sama-sama menyuguhkan karya audio visual bagi penonton. Sejatinya, keduanya berbeda. Apa perbedaannya? Simak penjelasannya.

  1. 1. Apa itu sinetron dan film?

    Perbedaan sinetron dan film
    ilustrasi menonton film (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Sinetron berasal dari singkatan sinema elektronik. Definisi sinetron menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu film yang dibuat khusus untuk penayangan di media elektronik seperti televisi. Kata sinetron digunakan pertama kali oleh Bapak Soemardjono, salah satu pendiri Institut Kesenian Jakarta. Istilah sinetron hanya dipakai di Indonesia, sedangkan drama serupa mempunyai penyebutan berbeda seperti telenovela, TV series, atau soap opera.

    Di sisi lain, definisi film berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah lakon (cerita) gambar hidup. Apabila menengok ke belakang, film pertama kali diperkenalkan oleh Lumière bersaudara (Auguste dan Louis Lumière) dari Prancis. Mereka mempromosikan kepada publik secara komersial dan memakai layar lebar pada tanggal 28 Desember 1895.

  2. 2. Durasi tampilan film lebih lama

    Perbedaan sinetron dan film
    ilustrasi durasi (pexels.com/Cheer Miron Asso)

    Film menyajikan satu cerita yang utuh. Ada konflik yang ditampilkan dalam satu waktu. Durasi film rata-rata 90 hingga 120 menit. Film durasi terlama di dunia diraih oleh Logistics (2012) yang tayang 857 jam atau 35 hari 17 jam.

    Sinetron mempunyai alur yang terpecah oleh episode-episode. Setiap episode di televisi sekitar 30 hingga 60 menit. Di televisi, sinetron diselipi oleh iklan-iklan.

  3. 3. Setiap episode sinetron yang bikin penasaran

    Perbedaan sinetron dan film
    ilustrasi melihat sinetron (pexels.com/Ron Lach)

    Kata 'bersambung' hadir di saat yang tidak tepat. Cerita yang asyik harus terhenti dengan kata bersambung. Ciri khas sinetron terdiri atas episode yang banyak. Bumbu candu terletak pada alur yang terpecah di setiap tayangan. Emak-emak harus menantikan besok hari lagi dan lagi.

    Episode sinetron terlama yaitu Tukang Ojek Pengkolan dengan jumlah 3.719 episode di RCTI. Film memberikan satu tayangan dengan alur yang lengkap. Walaupun ada film mempunyai beberapa jilid untuk tahun mendatang. Misalnya, Harry Potter, The Lord of The Ring, dan The Hunger Games.

  4. 4. Perbedaan akting para aktor

    Perbedaan sinetron dan film
    ilustrasi menikmati sinetron di televisi (pexels.com/Vitaly Gariev)

    Umumnya, sinetron bercerita tentang kehidupan sehari-hari yang diwarnai konflik seru. Beberapa tokoh baru diperkenalkan pada episode tertentu. Tokoh sinetron memerankan cerita dengan ekspresif dan lebih dramatis supaya penoton larut ke dalamnya. Persiapan sinetron cenderung cepat dan instan. Para pemain harus syuting setiap hari untuk kejar tayang episode baru.

    Sebagian besar film memerlukan persiapan yang lama dan matang. Setiap aktor mempersiapkan karakter dirinya supaya tampil sempurna di dalam film. Tak heran lagi apabila aktornya rela diet untuk film barunya. Film mengupayakan nuansa yang realistis. Properti, pencahayaan dan filter khusus diperlukan untuk membentuk film. Kamera menangkap setiap detail akting aktor yang natural dengan gaya yang realistis dan logis.

  5. 5. Film tayang di bioskop

    Perbedaan sinetron dan film
    ilustrasi bioskop film (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Setiap film baru selalu dinantikan tayang di bioskop. Rata-rata film bertahan di bioskop selama 30 sampai 45 hari. Setelahnya, beberapa film turun layar bisa dinikmati di Netflix.

    Sinetron menemani emak-emak Indonesia di televisi kesayangannya. Mereka menemani waktu istirahat setelah lelah mengerjakan kegiatan harian.

    Perbedaan sinetron dan film banyak juga apabila dijabarkan satu persatu. Keduanya hiburan asyik yang menemani waktu senggang. Di antara sinetron dan film, manakah jagoanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel