6 Film Cottagecore Terbaik yang Manjakan Mata dan Hati

- Enam film cottagecore direkomendasikan karena menonjolkan hidup sederhana, alam, busana klasik, dan visual pedesaan yang menenangkan.
- Daftarnya mencakup The Secret Garden, Sense and Sensibility, Tuck Everlasting, Nanny McPhee, Little Women, dan Petite Maman.
- Kisah-kisahnya mengangkat petualangan, keluarga, cinta, pertumbuhan diri, serta pemulihan luka batin dalam suasana hangat dan puitis.
Meskipun istilah cottagecore baru populer pada akhir 2010-an, sebenarnya film dengan vibes ini sudah ada sejak lama. Inti dari film bertema cottagecore adalah hidup yang tenang, sederhana, dan menyatu dengan alam.
Novel-novel karya Jane Austen dan cerita-cerita klasik seperti "Heidi" dan "Anne of Green Gables" adalah contoh kisah dengan kesan cottagecore. Industri film pun tak ketinggalan memanfaatkan daya tarik cottagecore dengan mengusung estetika untuk memikat penonton yang merindukan indahnya hidup sederhana.
Visualnya bikin terpukau, berikut ini rekomendasi film cottagecore terbaik yang wajib masuk watchlist-mu. Nontonnya bikin tenang!
1. The Secret Garden (1993)

The Secret Garden (dok. Warner Bros./The Secret Garden) Diangkat dari buku anak-anak populer, The Secret Garden versi 1993 punya keajaiban dan keindahan yang sulit ditandingi. Berlatar di Yorkshire pada awal 1900-an, film ini menceritakan Mary (Kate Maberly), seorang anak manja dan pemarah yang terpaksa pindah ke pedesaan setelah kehilangan orangtuanya.
Di sana, sifat pemarah Mary perlahan melunak saat ia menemukan sebuah taman rahasia. Bersama seorang teman baru, Dickon (Andrew Knott) dan sepupunya, Colin (Heydon Prowse), ketiganya menemui petualangan magis yang indah dan perlahan-lahan menyembuhkan luka batin yang Mary miliki.
2. Sense and Sensibility (1995)

Sense and Sensibility (dok. Columbia Pictures/Sense and Sensibility) Ada banyak film adaptasi novel Jane Austen yang layak masuk dalam daftar ini. Namun, dari sekian banyak judul, Sense and Sensibility adalah yang paling cocok dengan estetika cottagecore.
Setelah sang ayah meninggal dunia, Marianne (Kate Winslet), Elinor (Emma Thompson), dan ibunya terusir dari kediaman mereka dan terpaksa pindah ke sebuah pondok sederhana di pedesaan. Walau awalnya terasa berat, mereka perlahan beradaptasi hingga akhirnya jatuh cinta, baik pada rumah, area pedesaan, maupun pada pria-pria yang hadir di sepanjang cerita.
3. Tuck Everlasting (2002)

Tuck Everlasting (dok. Disney/Tuck Everlasting) Tuck Everlasting menawarkan lebih dari sekadar visual cantik karena mulai dari musik hingga teknik pengambilan gambarnya, semuanya benar-benar dirancang untuk memancarkan estetika cottagecore sampai ke detail terkecil. Ceritanya berfokus pada Winnie (Alexis Bledel), gadis dari keluarga berada yang hidupnya sangat dikekang.
Suatu hari, ia nekat menjelajahi hutan agar bisa kabur dari ibunya. Di sana ia bertemu Jesse (Jonathan Jason) dan keluarganya. Tidak butuh waktu lama, Winnie dan Jesse saling jatuh cinta. Namun, keluarga Jesse menyimpan rahasia besar yang membuat Winnie terjebak dalam dilema: bersama Jesse dan keluarganya atau kembali ke keluarganya sendiri.
4. Nanny McPhee (2005)

Nanny McPhee (dok. Universal Pictures/Nanny McPhee) Nanny McPhee menyajikan keajaiban yang indah, unik, dan sedikit misterius. Cerita berfokus pada Cedric (Colin Firth), yang kewalahan menghadapi tingkah laku tujuh anaknya yang sangat nakal. Keadaan mulai berubah ketika pengasuh bernama Nanny McPhee (Emma Thompson) hadir di rumah mereka.
Lewat tongkat sihirnya yang sakti dan instruksi yang tegas namun bijak, Nanny mulai mengajarkan pelajaran hidup kepada anak-anak Cedric hingga mereka dan Nanny sendiri perlahan-lahan berubah menjadi sosok yang lebih baik. Nanny McPhee adalah pilihan tontonan yang hangat, penuh keajaiban, dan sangat pas untuk disaksikan bersama keluarga.
5. Little Women (2019)

Little Women (dok. Sony Pictures/Little Women) Little Women mengisahkan perjalanan empat saudari keluarga March pada masa Perang Saudara Amerika. Inti ceritanya cukup sederhana, yakni dinamika hubungan antarsaudara dan bagaimana mereka tumbuh menjadi wanita dewasa. Namun, kesederhanaan ini digarap dengan sangat rapi dan hangat, membuat kisahnya terasa begitu dekat dengan penonton.
Little Women versi 2019 kental dengan estetika cottagecore karena visual pedesaan yang indah, pakaian rajut, perapian, hingga bunga-bunga yang segar dan penuh warna. Little Women adalah sajian film yang sempurna bagi pencinta nuansa cottagecore.
6. Petite Maman (2021)

Petite Maman (dok. Lilies Films/Petite Maman) Film fantasi asal Prancis, Petite Maman, menghadirkan keindahan yang tenang dan puitis. Ceritanya mengikuti perjalanan Nelly (Josephine Sanz) dan ibunya yang berusaha mengatasi rasa duka setelah kepergian sang nenek.
Saat berada di rumah masa kecil ibunya, Nelly bertemu dengan seorang anak perempuan seusianya di dalam hutan, Marion (Gabrielle Sanz), dan mereka pun cepat akrab. Perlahan tapi pasti, pertemanan keduanya justru membantu Nelly dan ibunya untuk sembuh dari luka masa lalu.
Keenam film di atas tidak hanya memanjakan mata dengan pemandangan alam yang indah dan busana-busana klasik yang cantik, tetapi juga memberi ruang untuk sejenak melupakan hiruk-pikuk kehidupan modern. Jadi, seduh secangkir teh dan nikmati kehangatan film-film di atas, ya.




















![[QUIZ] Kalau Sekolah di Tadika Mesra, Siapa Cikgu yang Jadi Wali Kelasmu?](https://image.idntimes.com/post/20261021/foto-cover_99ab95ec-0349-4f4d-9eb4-b56727042f6b.jpg)



