Di tengah upaya pemerintah, ilmuwan, dan pembuat kebijakan di seluruh dunia untuk memahami berbagai kekuatan lingkungan dan teknologi yang akan membentuk masa depan, para seniman di Asia Tenggara telah lebih dahulu merespons perubahan tersebut melalui praktik kreatif mereka. Sebuah publikasi baru dari platform kuratorial independen RUANG// diluncurkan Sabtu (28/3/2026), menyoroti bagaimana praktik seni kontemporer semakin berkembang sebagai bentuk penyelidikan kritis terhadap infrastruktur, ekologi, dan sistem pengetahuan yang membentuk di kawasan ini. Publikasi tersebut diberi nama RUANG// Journal.
"RUANG// Journal merupakan platform baru yang didedikasikan untuk penulisan kritis tentang seni kontemporer di Asia Tenggara. Diterbitkan secara daring dan cetak, edisi perdananya menghadirkan delapan penulis dari lima negara yang mengkaji bagaimana para seniman di kawasan ini merespons tekanan yang saling berkelindan antara ekspansi teknologi, perubahan lingkungan, dan pergeseran bentuk-bentuk pengetahuan," ujar Natasha Doroshenko Murray, Founder of RUANG// and Editor-in-Chief of RUANG// Journal dalam keterangan resminya.
