SonicFlo Lepas Single Perdana Rayu Membiru, Band Baru Coki Bollemeyer

- SonicFlo mengusung nuansa pop-alternative dengan benang merah sound era 80-anSecara musikal, SonicFlo mengusung nuansa pop-alternative dengan benang merah sound era 80-an yang dikemas secara modern.
- Rayu Membiru mengangkat tema ketuhanan sebagai ruang pertanyaan dan pencarianSebagai langkah awal, SonicFlo merilis single perdana berjudul “Rayu Membiru”. Single ini menjadi benang merah untuk rilisan-rilisan SonicFlo selanjutnya. “Rayu Membiru
Jakarta, IDN TImes - SonicFlo resmi memperkenalkan diri sebagai band baru yang dibentuk pada pertengahan tahun 2025. Band ini digawangi oleh Coki Bollemeyer (gitar), Boyi Tondo (bass & keyboard), dan Daffa Bagaskara (vokal). SonicFlo lahir dari pertemuan tiga individu dengan latar generasi dan kultur bermusik yang berbeda, namun dipersatukan oleh selera musik dan visi yang sama.
“Kalau gue sih punya cita-cita band seperti SonicFlo ini, baru ketemu Boyi dan Daffa di tahun 2025, ternyata mereka sedang mencari band dengan genre seperti ini, jadilah terbentuk band ini," ujar Coki Bollemeyer tentang lahirnya SonicFlo dalam keterangan resminya.
“Kalau gue pribadi, band tuh kayak rumah, jadi jodoh-jodohan. Gue pengen punya rumah untuk bermusik, punya teman yang sejalan dan sevisi dengan ambisi yang sama. Akhirnya beruntung ketemu Daffa dan Om Coki tahun 2025,” kata Boyi.
Table of Content
1. SonicFlo mengusung nuansa pop-alternative dengan benang merah sound era 80-an

Secara musikal, SonicFlo mengusung nuansa pop-alternative dengan benang merah sound era 80-an yang dikemas secara modern. Referensi seperti Tears for Fears dan Duran Duran terasa kuat dalam atmosfer musik mereka, dengan sentuhan kekinian ala The 1975. Perpaduan ini menghadirkan musik yang nostalgik namun tetap relevan dengan pendengar hari ini.
Pembeda utama SonicFlo terletak pada dinamika personal para personelnya. Perbedaan generasi dan latar belakang justru menjadi kekuatan yang memperkaya karakter musik SonicFlo, di mana berbagai perspektif disatukan dalam satu karya yang jujur dan reflektif.
2. Rayu Membiru mengangkat tema ketuhanan sebagai ruang pertanyaan dan pencarian
Sebagai langkah awal, SonicFlo merilis single perdana berjudul “Rayu Membiru”. Single ini menjadi benang merah untuk rilisan-rilisan SonicFlo selanjutnya. “Rayu Membiru” mengangkat tema ketuhanan sebagai ruang pertanyaan dan pencarian, tentang kerinduan untuk mengenal Tuhan secara personal, tanpa prasangka dan tanpa intervensi dunia, sebagaimana tergambar dalam lirik: “Keinginan ku mengenalnya / Mereguk asmara tanpa tanya / Tanpa teracuni dunia / Dan rasakan sentuhannya.”
Tentang arah personal SonicFlo, Daffa Bagaskara melihat band ini sebagai wadah untuk merangkum berbagai keresahan yang selama ini belum tersampaikan.
“Ada beberapa keresahan yang kita tumpahkan dalam sebuah karya yang belum sempat dikeluarkan, kita kumpulin jadi satu album, dan keluarlah akhirnya SonicFlo," ujar Daffa.
3. Menyiapkan album perdana bertajuk Perdebatan

Ke depan, SonicFlo ingin menjadi band yang mudah diterima oleh masyarakat luas, mampu tampil secara masif, dan menghadirkan good vibes and good music bagi pendengarnya.
Sebagai kelanjutan dari rilisan single “Rayu Membiru”, SonicFlo telah menyiapkan album perdana bertajuk Perdebatan yang dijadwalkan rilis setelah Lebaran tahun ini. Album ini akan menjadi rangkuman keresahan, konflik, dan perdebatan yang hadir dalam kehidupan. Baik dalam percintaan, keluarga, maupun kehidupan sosial. Bersamaan dengan perilisan album, SonicFlo juga merencanakan sejumlah video klip serta sebuah showcase sebagai bagian dari perjalanan panjang SonicFlo ke depan.


















