Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanaman Bunga yang Cocok Dijadikan sebagai Groundcover yang Estetik

4 min read
5 Tanaman Bunga yang Cocok Dijadikan sebagai Groundcover yang Estetik
ilustrasi moss rose (pixabay.com/GoranH)
  • Tanaman groundcover berbunga menjadi alternatif rumput untuk mempercantik lahan, mencegah erosi, dan menekan gulma melalui pertumbuhan yang merambat atau melebar.
  • Krokot, trailing lantana, dan moss rose cocok untuk area panas serta kering; ketiganya menyebar cepat, berbunga cerah, dan membutuhkan perawatan relatif minimal.
  • Periwinkle cocok untuk area teduh dan membantu menahan rumput liar, sedangkan sweet alyssum menyukai tanah lembap, beraroma manis, serta menarik lebah dan kupu-kupu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mempercantik halaman rumah tidak selalu harus menggunakan rumput hijau yang biasa. Salah satu alternatif terbaik untuk menghias lahan kosong atau area di bawah pohon besar adalah dengan memanfaatkan tanaman penutup tanah atau groundcover berbunga. Selain ampuh mencegah erosi tanah dan menekan pertumbuhan gulma, tanaman jenis ini menyajikan hamparan warna-warni yang memanjakan mata.

Memilih groundcover yang tepat dapat mengubah tampilan taman secara drastis dari gersang menjadi penuh estetika. Tanaman penutup tanah berbunga umumnya memiliki karakteristik pertumbuhan yang merambat atau melebar dengan cepat, serta daya tahan yang kuat terhadap berbagai cuaca. Berikut ini beberapa tanaman bunga yang sangat cocok kamu jadikan sebagai groundcover.

  1. 1. Krokot

    ilustrasi portulaca
    ilustrasi portulaca (pixabay.com/BarBus)

    Krokot atau yang sering dikenal dengan nama Portulaca merupakan pilihan utama bagi kamu yang mencari tanaman penutup tanah tangguh. Tanaman ini memiliki daun sukulen berukuran kecil dan tebal yang berfungsi menyimpan air, menjadikannya sangat toleran terhadap cuaca panas dan kekeringan. Bunganya yang berbentuk seperti mawar mini hadir dalam berbagai variasi warna cerah, mulai dari merah, merah muda, kuning, hingga putih.

    Sebagai groundcover, krokot tumbuh merambat dengan sangat cepat dan membentuk karpet bunga yang padat. Keunikan dari tanaman ini adalah bunganya yang akan mekar sempurna saat terpapar sinar matahari pagi dan mulai menguncup di sore hari. Krokot sangat cocok ditanam di area terbuka yang mendapatkan limpahan sinar matahari penuh sepanjang hari dengan perawatan yang sangat minimal.

  2. 2. Lantana camara

    ilustrasi lantana camara
    ilustrasi lantana camara (pixabay.com/Hans)

    Lantana camara atau jenis trailing lantana adalah tanaman semak rendah yang sangat populer digunakan sebagai penutup tanah. Tanaman ini terkenal karena keindahan bunganya yang tumbuh dalam dompolan kecil dengan kombinasi warna yang kontras, seperti kuning-orangan atau merah-kuning. Lantana juga memiliki aroma khas pada daunnya yang dapat membantu mengusir beberapa jenis serangga pengganggu di taman.

    Ketika difungsikan sebagai groundcover, lantana akan tumbuh menyebar secara horizontal dan efektif menutup permukaan tanah yang botak. Tanaman ini sangat menyukai sinar matahari penuh dan memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap kekeringan setelah akarnya tumbuh dengan kuat. Kamu hanya perlu melakukan pemangkasan secara berkala agar pertumbuhannya tetap rapi dan merangsang munculnya bunga-bunga baru.

  3. 3. Periwinkle

    ilustrasi periwinkle
    ilustrasi periwinkle (pixabay.com/PDPics)

    Periwinkle atau yang disebut tapak dara adalah pilihan groundcover yang sangat anggun. Tanaman ini memiliki daun hijau tua berkilau berbentuk bulat telur yang tetap terlihat segar sepanjang tahun. Di antara rimbunnya daun, akan muncul bunga berbentuk bintang dengan warna-warna lembut seperti ungu, biru muda, dan putih.

    Kelebihan utama Vinca sebagai tanaman penutup tanah adalah kemampuannya untuk tumbuh subur di area yang teduh atau setengah ternaungi. Hal ini menjadikannya solusi sempurna untuk menghijaukan area di bawah pohon rindang atau di samping dinding rumah yang jarang terkena matahari langsung. Pertumbuhannya yang rapat juga sangat efektif dalam menahan laju pertumbuhan rumput liar.

  4. 4. Moss rose

    ilustrasi moss rose
    ilustrasi moss rose (pixabay.com/GoranH)

    Masih berkerabat dekat dengan krokot, bunga pukul sembilan adalah varietas Portulaca grandiflora yang juga menjadi favorit para pencinta taman. Nama unik tanaman ini diambil dari kebiasaan bunganya yang mulai mekar sekitar pukul sembilan pagi saat matahari mulai menghangat. Karakteristik fisiknya sekilas mirip rumput tebal, namun dihiasi oleh bunga-bunga cantik berdiameter sekitar 2–3 cm.

    Sebagai groundcover, tanaman ini mampu beradaptasi di tanah yang kurang subur maupun tanah berpasir, asalkan sistem drainasenya berjalan dengan baik. Efek karpet warna-warni yang dihasilkan saat semua bunganya mekar serentak menciptakan pemandangan yang sangat memukau. Tanaman ini menjadi opsi terbaik untuk mengisi pembatas jalan setapak atau area taman yang kering dan gersang.

  5. 5. Sweet alyssum

    ilustrasi sweet alyssum
    ilustrasi sweet alyssum (pixabay.com/May_hokkaido)

    Sweet alyssum adalah tanaman groundcover semusim yang terkenal dengan aroma manisnya yang harum seperti madu. Tanaman ini tumbuh rendah dengan membentuk rumpun-rumpun padat yang tertutup oleh ratusan bunga berukuran mikro. Pilihan warna umumnya didominasi oleh putih bersih, meskipun ada juga varietas yang berwarna ungu dan merah muda.

    Menggunakan sweet alyssum sebagai penutup tanah tidak hanya memberikan visual layaknya hamparan salju di atas tanah, tetapi juga mengundang polinator alami seperti lebah dan kupu-kupu ke taman. Tanaman ini menyukai tanah yang lembap namun tidak becek, serta tumbuh paling baik di bawah sinar matahari penuh hingga tempat yang agak teduh. Keharuman yang dipancarkannya akan memberikan sensasi terapi yang menenangkan setiap kali berjalan di area taman.

    Menata pekarangan dengan tanaman groundcover berbunga merupakan langkah cerdas untuk menciptakan taman yang indah sekaligus fungsional. Kelima tanaman di atas membuktikan bahwa penutup tanah tidak harus selalu monoton berupa rumput hijau, melainkan bisa tampil dinamis dengan aneka warna dan bentuk bunga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team