Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Menata Kamar Tidur dengan Konsep Slow Living, Bikin Tenang!

5 Tips Menata Kamar Tidur dengan Konsep Slow Living, Bikin Tenang!
ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Louie Alma)
  • Konsep slow living untuk kamar menekankan suasana tenang, rapi, nyaman, dan aman sebagai ruang pribadi untuk beristirahat serta memulihkan diri.
  • Gunakan warna natural lembut seperti krem, putih hangat, abu-abu muda, atau coklat muda; hindari warna terlalu terang, kontras, dan mencolok.
  • Utamakan furnitur minimalis-fungsional, material alami, dekorasi seperlunya, serta pencahayaan hangat dan lembut, termasuk cahaya matahari melalui jendela pada siang hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat ini konsep kehidupan slow living semakin ramai diterapkan. Tidak hanya dalam gaya hidup, namun juga tempat tinggal. Konsep slow living ini menjadi ide baru yang kian popular dalam mendesain atau menata suatu ruangan, salah satunya kamar.

Kamar adalah salah satu ruangan penting dalam rumah. Selain menjadi tempat istirahat, kamar juga merupakan ruangan pribadi di mana orang bisa menenangkan dan memulihkan diri. Sehingga, sangat penting untuk mendesain nuansa kamar yang menciptakan rasa nyaman dan aman.

Pilihan konsep slow living cocok bagi kamu yang ingin desain kamar lebih tenang, rapi, dan bermakna. Kalau masih bingung gimana caranya, berikut ini 5 ulasan tips mendesain kamar dengan konsep slow living yang bisa kamu ikuti.

  1. 1. Pilih warna cat yang natural dan menenangkan

    ilustrasi kamar tidur
    ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Ibrahim Dogan)

    Warna cat berperan besar dalam membentuk nuansa kamar. Biasanya, kamar dengan konsep slow living identik dengan warna-warna lembut, natural, dan menenangkan. Contohnya seperti warna krem, putih hangat, abu-abu muda, atau coklat muda.

    Warna-warna tersebut menciptakan visual yang membuat ruangan terasa lebih tenang. Selain itu, warna yang natural juga terkesan timeless dan gak akan ketinggalan zaman. Hindari menggunakan warna cat tembok yang terlalu terang, kontras, atau mencolok. Sebab, warna tersebut bisa mengganggu ketenangan yang tidak sesuai dengan konsep slow living.

  2. 2. Utamakan furnitur yang minimalis dan fungsional

    ilustrasi kamar tidur
    ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

    Pemilihan furnitur dalam kamar juga patut diperhatikan. Konsep slow living lebih mengutamakan kesederhanaan dan fungsi. Daripada memenuhi kamar dengan terlalu banyak barang, sebaiknya pilah barang apa saja yang perlu diletakkan di kamar.

    Fokuslah pada furnitur atau barang-barang yang fungsional. Selain itu, utamakan fungsi dan tujuan dari barang, bukan tampilannya. Misalnya tempat tidur, meja, rak sederhana, dan lemari pakaian. Piliih furnitur dengan desain minimalis yang lebih simpel dan tidak membuat kamar terlihat sesak.

  3. 3. Gunakan material alami

    ilustrasi kamar tidur
    ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Niels from Slaapwijsheid.nl)

    Saat memilih furnitur atau barang untuk kamar, sebaiknya pilih yang berbahan alami. Furnitur berbahan alami contohnya kayu, katun, wol, linen, dan rotan. Barang-barang dengan material alami seperti itu akan membuat kamar terasa lebih autentik dan hangat.

    Elemen alam yang ada dalam kamar akan menciptakan suasana tenang dan damai. Kamu bisa menggunakan tempat tidur kayu, meja kayu, keranjang rotan, seprai linen atau selimut rajutan. Kurangi barang dengan material sintetis atau yang terlalu mengkilap. Sebab, hal itu bisa mengurangi nuansa alami dalam kamar.

  4. 4. Kurangi dekorasi biar kamar kelihatan gak penuh

    ilustrasi kamar tidur
    ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Arina Krasnikova)

    Kamar berkonsep slow living mengutamakan kesederhanaan ketimbang dekorasi. Terlalu banyak dekorasi seperti hiasan, ornamen, dan aksesori, justru membuat ruangan terasa ramai dan penuh. Akhirnya, ketenangan pun bisa terganggu.

    Sebaiknya pilih beberapa barang dengan mengutamakan fungsi. Tidak usah menaruh terlalu banyak barang dalam kamar. Cukup letakkan yang fungsional dan benar-benar digunakan. Ruangan dengan barang yang minim akan terlihat lebih bersih, lengang, dan baik untuk kesehatan mental.

  5. 5. Gunakan pencahayaan yang lembut

    ilustrasi kamar tidur
    ilustrasi kamar tidur (unsplash.com/Joseph Greve)

    Salah satu hal yang sering luput diperhatikan adalah pencahayaan kamar. Padahal, cahaya dalam kamar bisa memengaruhi nuansa dari ruangan kamar. Konsep slow living cenderung menghindari pencahayaan yang terlalu terang, silau, dan mencolok. Sebaliknya, konsep tersebut mengutamakan pencahyaan yang lembut dan hangat.

    Cahaya dengan nuansa yang hangat bisa menciptakan rasa tenang dalam kamar. Selain lampu di atap, kamu bisa memberi pencahayaan tambahan. Misalnya dengan lampu meja atau lampu lantai. Pilih bohlam dengan cahaya yang hangat untuk menciptakan perasaan rileks saat istirahat. Maksimalkan juga cahaya alami dari matahari melalui jendela saat siang hari.

    Konsep kamar slow living bisa diwujudkan dengan menerapkan beberapa hal. Lima tips di atas bisa menjadi pertimbangan bagi kamu yang ingin menciptakan kamar dengan nuansa slow living yang menenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles