Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Quality Time dengan Anak bagi Pria yang Sibuk Kerja
ilustrasi pria main sama anak (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Ayah yang sibuk tetap dapat membangun kedekatan melalui waktu singkat berkualitas, dengan hadir sepenuhnya tanpa gangguan gadget saat bermain, membaca, atau mengobrol.
  • Aktivitas sederhana seperti memasak, berjalan, atau mengikuti hobi anak menjadi ruang interaksi natural untuk mendengarkan cerita dan menunjukkan ketertarikan pada kesukaan mereka.
  • Menjadwalkan waktu keluarga secara konsisten serta memanfaatkan momen harian, seperti sarapan atau sebelum tidur, membantu menciptakan komunikasi dan kedekatan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesibukan bekerja sering membuat seorang ayah merasa waktu bersama anak semakin terbatas. Berangkat pagi, pulang sore atau malam, lalu masih harus menyelesaikan berbagai urusan membuat waktu untuk keluarga terasa cepat berlalu. Padahal, kedekatan dengan anak tidak selalu membutuhkan liburan mahal atau waktu seharian penuh.

Quality time lebih berkaitan dengan bagaimana ayah benar-benar hadir ketika sedang bersama anak. Beberapa aktivitas sederhana bahkan bisa menjadi momen yang berkesan jika dilakukan secara rutin dan penuh perhatian. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan pria yang sibuk bekerja untuk tetap dekat dengan anak.

1. Luangkan waktu khusus tanpa gadget

ilustrasi pria bermain sama anak (pexels.com/Josh Willink)

Tidak perlu menunggu akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama anak. Sisihkan waktu singkat setelah pulang kerja untuk bermain, membaca buku, atau sekadar mengobrol tanpa terganggu pekerjaan dan ponsel.

Durasi yang tidak terlalu lama tetap bisa berarti jika perhatian benar-benar diberikan kepada anak. Kebiasaan sederhana ini juga membantu anak merasa bahwa dirinya memiliki waktu khusus bersama ayah.

2. Ajak anak melakukan aktivitas sederhana

ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Quality time tidak harus selalu berupa pergi ke tempat wisata. Membuat sarapan bersama, bermain di halaman, membeli makanan, atau berjalan-jalan di sekitar rumah juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan.

Aktivitas sederhana justru membuat interaksi terasa lebih natural. Ayah dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengetahui cerita anak, mendengarkan hal yang sedang disukai, atau sekadar menikmati waktu bersama.

3. Jadwalkan waktu keluarga secara rutin

ilustrasi keluarga berkumpul (pexels.com/PeopleImages)

Pria yang memiliki pekerjaan padat dapat memasukkan waktu bersama anak ke dalam jadwal seperti halnya agenda pekerjaan. Misalnya menetapkan satu malam dalam seminggu untuk bermain bersama atau menyediakan waktu khusus setiap akhir pekan.

Jadwal yang konsisten membuat waktu bersama keluarga tidak selalu menjadi sesuatu yang dilakukan jika sedang senggang. Anak juga dapat memiliki sesuatu yang dinantikan karena mengetahui kapan biasanya ayah menyediakan waktu untuk mereka.

4. Ikuti hobi anak

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/RDNE Stock project)

Anak mungkin memiliki hobi yang berbeda dari ayah. Namun, mencoba memahami dan sesekali mengikuti kegiatan yang disukai anak dapat menjadi cara menarik untuk membangun kedekatan.

Jika anak suka menggambar, bermain bola, membaca, atau bermain gim, ayah tidak harus langsung menjadi ahli. Cukup menunjukkan ketertarikan dan bertanya mengenai hobinya dapat membuat anak merasa bahwa apa yang mereka sukai juga dianggap penting.

5. Manfaatkan momen kecil setiap hari

ilustrasi keluarga (pexels.com/Arina Krasnikova)

Kedekatan dengan anak tidak hanya dibangun melalui agenda khusus. Momen seperti sarapan, perjalanan ke sekolah, makan malam, atau sebelum tidur dapat menjadi kesempatan untuk berkomunikasi.

Ayah bisa menanyakan bagaimana hari anak berjalan atau mendengarkan cerita tanpa langsung menghakimi. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih dekat dibandingkan hanya mengandalkan aktivitas besar sesekali.

Menjadi ayah yang sibuk bekerja bukan berarti harus kehilangan kesempatan untuk dekat dengan anak. Quality time tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu, tetapi oleh perhatian dan keterlibatan ketika momen tersebut berlangsung.

Karena itu, tidak perlu menunggu memiliki waktu luang seharian untuk mulai membangun kedekatan. Sisihkan waktu secara rutin, jauhkan gangguan ketika bersama anak, dan manfaatkan aktivitas sederhana sebagai kesempatan untuk menciptakan kenangan bersama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article