Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara

7 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara
ilustrasi perayaan tahun baru Islam (pexels.com/Thirdman)
Intinya Sih
  • Tahun Baru Islam dirayakan dengan suasana religius dan reflektif di berbagai negara, menonjolkan nilai doa, kebersamaan, serta semangat memperbaiki diri menyambut tahun Hijriah baru.
  • Setiap negara memiliki tradisi unik seperti pawai obor di Indonesia, membersihkan masjid di Brunei, Maal Hijrah di Malaysia, hingga zikir Sufi dan silaturahmi keluarga di Mesir.
  • Tradisi lain seperti berbagi roti di Maroko, minum susu putih di Arab Saudi, dan donor darah di Lebanon menunjukkan makna spiritual serta kepedulian sosial dalam menyambut 1 Muharam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tahun Baru Islam menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk menyambut pergantian tahun Hijriah. Tidak selalu dirayakan dengan kemeriahan besar, momen 1 Muharam justru identik dengan suasana reflektif, religius, dan penuh doa.

Menariknya, setiap negara punya cara berbeda dalam memperingatinya. Ada yang menggelar pawai, membersihkan masjid, berbagi makanan, hingga melakukan aksi sosial sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Islam.

Buat kamu yang penasaran, berikut tradisi tahun baru islam di berbagai negara yang unik dan penuh makna. Meski bentuk perayaannya berbeda, semuanya sama-sama menjadi pengingat untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru dengan harapan yang baik.

Table of Content

1. Indonesia, pawai obor hingga kirab pusaka

1. Indonesia, pawai obor hingga kirab pusaka

Kerumunan warga Pontianak berjalan malam hari sambil membawa obor di jalan yang dikelilingi pepohonan dan suasana ramai.
ilustrasi pawai obor di Indonesia (IDN Times/Teri).

Di Indonesia, Tahun Baru Islam sering disambut dengan pawai obor yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Mereka biasanya berjalan mengelilingi lingkungan sambil membawa obor, mengenakan pakaian muslim, serta melantunkan selawat dan takbir.

Tradisi ini terasa hangat karena dilakukan bersama warga sekitar. Selain menjadi bentuk syiar, pawai obor juga mempererat hubungan antarwarga dalam suasana yang religius.

Di beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Surakarta, 1 Muharam juga bertepatan dengan 1 Suro dalam kalender Jawa. Karena itu, masyarakat mengenal tradisi kirab pusaka dan tapa bisu yang mencerminkan perpaduan antara nilai keislaman dan budaya lokal.

2. Brunei Darussalam, membersihkan masjid bersama

Seseorang mengenakan kaus merah dan celana hitam sedang mengepel lantai masjid dengan alat pel lantai berwarna biru.
ilustrasi tradisi membersihkan masjid (unsplash.com/Masjid MABA)

Brunei Darussalam menyambut Tahun Baru Islam dengan tradisi membersihkan masjid dan tempat ibadah. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara bersama-sama sebelum masyarakat berkumpul untuk berdoa.

Tradisi ini punya makna yang sederhana, tetapi dalam. Membersihkan masjid tidak hanya dianggap sebagai kegiatan fisik, melainkan juga simbol membersihkan hati sebelum memasuki tahun baru Hijriah.

Bagi masyarakat Brunei, menjaga kesucian rumah ibadah menjadi bagian dari penghormatan kepada Allah SWT. Momen ini juga mengajarkan bahwa perubahan baik bisa dimulai dari lingkungan terdekat.

3. Malaysia, peringatan Maal Hijrah yang mempererat persaudaraan

Seorang penceramah mengenakan peci hitam dan baju putih sedang berbicara dengan mikrofon di hadapan jamaah yang duduk mendengarkan.
ilustrasi ceramah agama (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)

Di Malaysia, Tahun Baru Islam dikenal dengan peringatan Maal Hijrah. Momen ini biasanya diisi dengan ceramah agama, tilawah Al-Qur’an, pawai, hingga pemberian penghargaan kepada tokoh yang berjasa dalam dakwah Islam.

Peringatan Maal Hijrah tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat semangat keislaman. Masyarakat diajak kembali mengingat makna hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Tradisi ini juga sering dimaknai sebagai cara untuk mengikat hati. Artinya, Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarsesama dan memperkuat rasa kebersamaan.

4. Mesir, zikir Sufi dan silaturahmi keluarga

Di Mesir, Tahun Baru Islam diperingati dengan suasana yang hangat dan spiritual. Banyak keluarga berkumpul, mengenakan pakaian baru, dan memberikan hadiah kepada anak-anak sebagai bagian dari kebahagiaan menyambut tahun baru Hijriah.

Selain itu, kelompok Sufi turut menghidupkan suasana dengan lantunan zikir, pujian, dan tarian tradisional. Kegiatan ini menciptakan nuansa religius yang khas sekaligus menjadi daya tarik budaya.

Tradisi di Mesir menunjukkan bahwa Tahun Baru Islam bisa dirayakan dengan cara yang khusyuk, tetapi tetap penuh kehangatan. Ada ruang untuk beribadah, berkumpul, dan merayakan kebersamaan keluarga.

5. Maroko, berbagi roti sebagai simbol kebersamaan

Seseorang memotong roti gandum di atas talenan marmer dengan pisau, di sampingnya terdapat wadah kaca berisi susu segar.
ilustrasi berbagi roti (magnific.com)

Masyarakat Maroko memiliki tradisi berbagi roti khas kepada tetangga saat menyambut Tahun Baru Islam. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan menjadi simbol kuatnya hubungan sosial di tengah masyarakat.

Berbagi roti mungkin terlihat sederhana, tetapi maknanya cukup besar. Dari tradisi ini, masyarakat diajak untuk saling peduli, berbagi rezeki, dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar.

Di beberapa wilayah, Tahun Baru Islam juga dirayakan dengan kegiatan di ruang terbuka. Api unggun dan lantunan lagu menjadi simbol harapan baru serta pembersihan diri dalam menyambut tahun yang baru.

6. Arab Saudi, minum susu putih di pagi hari

Tangan seseorang memegang wadah kaca berisi susu almond dengan latar belakang berwarna biru gelap.
ilustrasi minum susu putih (pexels.com/cottonbro studio)

Di Arab Saudi, masyarakat biasanya saling menyampaikan doa dan ucapan baik saat memasuki 1 Muharam. Salah satu tradisi unik yang dikenal di Jeddah adalah meminum segelas susu putih pada pagi hari.

Susu putih dimaknai sebagai simbol hati yang bersih dan niat yang suci dalam menyambut tahun baru. Tradisi ini mengingatkan bahwa awal tahun sebaiknya dimulai dengan harapan baik dan keinginan untuk memperbaiki diri.

Meski sederhana, kebiasaan ini menunjukkan bagaimana simbol kecil bisa memiliki makna spiritual yang kuat. Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian tanggal, melainkan kesempatan untuk memulai hidup dengan hati yang lebih jernih.

7. Lebanon, aksi kemanusiaan lewat donor darah

Petugas medis mengenakan sarung tangan sedang mengambil darah dari lengan seorang pria yang berbaring untuk proses donor darah.
ilustrasi donor darah (pexels.com/Tahir Xəlfə)

Di Lebanon, Tahun Baru Islam sering diperingati dengan kegiatan sosial seperti donor darah. Aksi ini menjadi bentuk solidaritas sekaligus penghormatan terhadap nilai pengorbanan dalam sejarah Islam.

Sebagian masyarakat juga mengenakan pakaian putih sebagai simbol kesucian dan ketulusan. Tradisi ini memperlihatkan bahwa peringatan 1 Muharam tidak hanya dilakukan lewat doa, tetapi juga lewat tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain.

Melalui donor darah, masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk menolong sesama. Nilai kemanusiaan inilah yang membuat tradisi tersebut terasa relevan dan penuh makna.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles