Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pria Saat Mencukur Rambut Kemaluan

4 min read
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pria Saat Mencukur Rambut Kemaluan
ilustrasi pria memegang alat cukur (pexels.com/Andre Ricardo Modesto)
  • Pria disarankan memendekkan rambut kemaluan terlebih dahulu dengan trimmer atau gunting bersih, serta tidak berbagi alat untuk mengurangi risiko masalah kulit.
  • Gunakan krim atau gel cukur untuk kulit sensitif dan pisau yang bersih serta tajam; cukur perlahan agar gesekan, iritasi, dan luka kecil dapat diminimalkan.
  • Mencukur hingga habis bukan kewajiban; setelahnya bilas, keringkan perlahan, gunakan pelembap bila perlu, dan hentikan perawatan jika muncul keluhan yang menetap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mencukur rambut di area kemaluan mungkin menjadi salah satu rutinitas perawatan yang dilakukan sebagian pria untuk menjaga penampilan dan kenyamanan. Namun, mencukur bagian tubuh yang sensitif tentu gak bisa dilakukan sembarangan. Salah menggunakan alat cukur atau produk perawatan justru bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi, luka, hingga rambut tumbuh ke dalam.

Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum melakukan perawatan rambut kemaluan. Gak harus selalu dicukur sampai benar-benar habis, rambut kemaluan juga bisa dipendekkan sesuai kenyamanan masing-masing. Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan pria saat melakukan perawatan rambut kemaluan?

  1. 1. Pendekkan rambut sebelum mulai mencukur

    Ilustrasi sebuah gunting di samping sisir
    ilustrasi gunting (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Kalau rambut kemaluan sudah cukup panjang, sebaiknya jangan langsung menggunakan pisau cukur. Pendekkan terlebih dahulu menggunakan trimmer atau gunting yang bersih agar rambut menjadi lebih pendek. Langkah ini dapat membuat proses mencukur lebih mudah sekaligus mengurangi kemungkinan rambut tersangkut pada alat cukur.

    Pastikan alat yang digunakan juga bersih dan gak dipakai secara bergantian dengan orang lain. Alat yang kotor dapat meningkatkan risiko munculnya masalah pada kulit. Jadi, kebersihan alat tetap menjadi hal utama sebelum melakukan perawatan rambut kemaluan.

  2. 2. Gunakan krim atau gel cukur yang sesuai

    Ilustrasi pisau cukur manual berwarna putih dan gumpalan krim pencukur di atas permukaan marmer.
    ilustrasi alat cukur dan krim pencukur (pexels.com/Tara Winstead)

    Mencukur rambut dalam kondisi kulit kering bisa meningkatkan gesekan antara pisau cukur dan permukaan kulit. Karena itu, penggunaan krim atau gel cukur dapat membantu membuat proses mencukur terasa lebih nyaman. Pilih produk yang sesuai untuk kulit sensitif dan hindari produk yang berpotensi menyebabkan iritasi.

    Perlu dibedakan antara krim cukur dan krim penghilang rambut. Krim penghilang rambut bekerja secara kimiawi untuk menghilangkan rambut, tetapi penggunaannya pada area genital perlu diperhatikan karena gak semua produk aman untuk bagian tubuh tersebut. Jangan sampai keinginan untuk melakukan perawatan rambut kemaluan justru membuat kulit mengalami iritasi.

  3. 3. Pilih pisau cukur yang bersih dan tajam

    Ilustrasi pisau cukur manual yang sedang dibersihkan di bawah kucuran air.
    ilustrasi alat cukur yang dibersihkan (pexels.com/Castorly Stock)

    Pisau cukur yang sudah tumpul justru bisa membuat proses mencukur menjadi lebih sulit. Selain harus menekan kulit lebih kuat, penggunaan pisau yang kurang tajam juga dapat meningkatkan risiko iritasi dan luka kecil. Karena itu, gunakan pisau cukur yang bersih dan masih dalam kondisi baik.

    Saat mencukur, lakukan secara perlahan dan jangan terburu-buru. Terlebih, area kemaluan memiliki bagian kulit yang lebih sensitif sehingga perlu mendapatkan perhatian ekstra ketika melakukan perawatan rambut kemaluan. Dengan mencukur secara hati-hati, risiko terjadinya luka akibat penggunaan pisau cukur juga dapat diminimalkan.

  4. 4. Tidak perlu dicukur hingga terlalu bersih

    Ilustrasi tangan seseorang yang sedang memegang pisau cukur manual
    ilustrasi memegang pisau cukur (pexels.com/ https://kaboompics.com/)

    Mencukur rambut kemaluan sampai benar-benar habis bukan sebuah kewajiban. Sebagian pria mungkin lebih nyaman hanya memendekkan rambut dengan trimmer, sementara lainnya memilih mencukurnya hingga lebih pendek. Keduanya bisa disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing.

    Penghilangan rambut secara berlebihan juga dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi, gatal, benjolan, atau rambut tumbuh ke dalam. Karena itu, jangan memaksakan diri mendapatkan hasil yang benar-benar mulus apabila kulit justru mudah mengalami masalah. Yang terpenting adalah perawatan rambut kemaluan dilakukan dengan cara yang bersih dan nyaman.

  5. 5. Rawat kulit setelah selesai mencukur

    Ilustrasi tangan seseorang sedang memegang wadah krim pelembap kulit.
    ilustrasi pelembap kulit (pexels.com/The Good Hygiene Co.)

    Perawatan rambut kemaluan gak berhenti setelah proses mencukur selesai. Setelah mencukur, bilas area tersebut dengan air dan keringkan secara perlahan tanpa menggosok kulit terlalu keras. Jika kulit terasa kering, produk pelembap yang sesuai untuk kulit sensitif bisa digunakan.

    Hindari langsung menggaruk bagian yang terasa gatal setelah mencukur karena dapat memperparah iritasi. Jika muncul luka, ruam, benjolan, atau keluhan lain yang gak kunjung membaik, sebaiknya hentikan proses perawatan sementara. Jangan memaksakan perawatan apabila kondisi kulit justru semakin gak nyaman.

    Mencukur rambut kemaluan sebenarnya merupakan pilihan pribadi dan gak ada keharusan untuk menghilangkannya sampai habis. Yang paling penting adalah memperhatikan kebersihan alat, menggunakan produk yang sesuai, serta gak terburu-buru ketika melakukan perawatan. Dengan begitu, perawatan rambut kemaluan bisa dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

    Jadi, buat para pria yang ingin mencukur rambut kemaluan, jangan hanya memperhatikan hasil akhirnya saja, ya. Proses mencukur dan kondisi kulit setelahnya juga gak kalah penting untuk diperhatikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team