ilustrasi menyemprotkan parfum (magnific.com/8photo)
Para perfumer biasanya menggunakan istilah top notes, middle notes, dan base notes untuk menjelaskan perkembangan aroma parfum. Ketiga tahapan ini menggambarkan perubahan karakter parfum sejak pertama kali disemprotkan hingga aroma akhirnya terasa. Dengan begitu, kamu bisa memahami mengapa wangi parfum dapat berubah setelah beberapa waktu digunakan.
Top notes merupakan aroma yang paling pertama tercium. Bagian ini biasanya terdiri dari bahan yang ringan dan mudah menguap, seperti aroma citrus dan berbagai wangi segar. Karena cepat menguap, top notes umumnya hanya bertahan dalam waktu relatif singkat.
Setelah top notes mulai memudar, middle notes atau heart notes menjadi lebih menonjol. Bagian ini sering berisi aroma floral, fruity, herbal, atau spicy. Middle notes dapat mulai terasa beberapa menit setelah parfum diaplikasikan dan menjadi karakter utama parfum untuk beberapa waktu.
Sementara itu, base notes adalah aroma yang lebih terasa pada tahap akhir atau dikenal sebagai dry-down. Bahan seperti kayu-kayuan, resin, musk, vanila, dan aroma amber sering digunakan untuk memberikan karakter yang lebih dalam dan tahan lama. Namun, bukan berarti ketiga notes tersebut muncul secara bergantian seperti lapisan yang benar-benar terpisah. Semua bahan parfum sebenarnya menguap secara bersamaan. Istilah top, middle, dan base notes lebih digunakan untuk menggambarkan bahan mana yang menjadi lebih dominan pada tahap tertentu.