Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menghilangkan Bau Badan Menyengat Tanpa Parfum
ilustrasi bau badan (magnific.com/8photo)
  • Bau badan muncul saat bakteri memecah keringat; mandi menyeluruh setelah berkeringat, mengeringkan lipatan tubuh, dan menjaga ketiak tetap kering membantu mengurangi pemicunya.
  • Pilih pakaian yang menyerap keringat, segera ganti baju basah, serta cuci pakaian hingga bersih. Antiperspiran tanpa pewangi dapat dipertimbangkan untuk mengurangi produksi keringat.
  • Perhatikan makanan yang mungkin memengaruhi aroma tubuh dan hindari bahan alami asam sembarangan karena berisiko iritasi. Periksa ke dokter bila bau menetap, berubah mendadak, atau disertai gejala lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bau badan menyengat bisa bikin kamu kurang percaya diri, apalagi saat harus beraktivitas seharian di luar rumah. Baru beberapa jam berangkat kerja, ketiak sudah terasa lembap dan aroma tubuh mulai mengganggu, meski kamu sudah mandi sebelum berangkat.

Mengandalkan parfum memang terasa praktis, tetapi wanginya gak selalu menyelesaikan sumber masalah. Bau badan muncul ketika bakteri di kulit memecah komponen keringat, terutama di area tubuh tertentu. Yuk simak lima cara menghilangkan bau badan tanpa parfum yang bisa kamu terapkan lewat kebiasaan sehari-hari.

1. Mandi dengan benar, terutama setelah berkeringat

ilustrasi mandi (magnific.com/user18526052)

Mandi sebelum berangkat kerja belum tentu cukup kalau kamu menghabiskan waktu di perjalanan yang panas atau banyak bergerak. Keringat bercampur dengan minyak kulit dan bakteri, terutama di ketiak, selangkangan, serta lipatan tubuh. Kalau dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut bisa membuat aroma tubuh semakin kuat.

Gunakan sabun lembut dan bersihkan area yang mudah lembap secara menyeluruh. Setelah mandi, keringkan tubuh sebelum mengenakan pakaian agar kelembapan gak terjebak di lipatan kulit. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi penumpukan keringat dan bakteri penyebab bau.

2. Pilih pakaian yang menyerap keringat

ilustrasi laki-laki memilih pakaian (magnific.com/zinkevych)

Kemeja yang terlihat rapi belum tentu nyaman dipakai seharian, terutama saat cuaca panas. Bahan yang kurang menyerap keringat bisa membuat area ketiak terus lembap, sehingga aroma tubuh lebih mudah muncul. Situasi ini sering terjadi ketika kamu memakai pakaian berlapis dari pagi sampai sore.

Pilih bahan yang nyaman dan sesuai dengan aktivitasmu, seperti katun untuk penggunaan sehari-hari. Segera ganti baju setelah berolahraga atau ketika pakaian sudah basah oleh keringat. Jangan lupa mencuci pakaian sampai bersih karena sisa keringat yang menempel juga dapat menimbulkan bau.

3. Menghilangkan bau badan dengan menjaga ketiak tetap kering

ilustrasi ketiak kering (magnific.com/katemangostar)

Ketiak menjadi salah satu area yang sering menimbulkan bau karena hangat dan lembap. Setelah mandi, mengenakan baju ketika kulit masih basah bisa membuat kondisi tersebut bertahan lebih lama. Karena itu, mengeringkan ketiak dengan handuk bersih layak menjadi kebiasaan sebelum berpakaian.

Kamu juga bisa mempertimbangkan produk antiperspiran tanpa pewangi jika ingin mengurangi produksi keringat. Perlu dipahami, antiperspiran berbeda dari parfum karena bekerja mengurangi keringat, bukan sekadar menambahkan aroma. Pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi.

4. Perhatikan makanan yang kamu konsumsi

ilustrasi laki-laki makan (magnific.com/magnific)

Pernah merasa aroma tubuh berubah setelah menyantap makanan tertentu? Bawang putih, bawang bombai, dan beberapa jenis rempah mengandung senyawa yang dapat memengaruhi aroma napas maupun tubuh. Namun, pengaruhnya berbeda pada setiap orang dan gak selalu menjadi penyebab utama bau badan.

Coba perhatikan pola makan ketika bau badan terasa lebih kuat dari biasanya. Catat makanan yang dikonsumsi dan perubahan aroma tubuh selama beberapa hari untuk melihat kemungkinan hubungannya. Kamu gak perlu langsung menghindari banyak makanan tanpa mengetahui pemicunya.

5. Jangan menutupi bau dengan bahan alami sembarangan

ilustrasi menggunakan deodoran (magnific.com/drobotdean)

Keinginan mencoba bahan alami seperti lemon atau cuka apel untuk mengatasi bau ketiak memang mudah dipahami. Sayangnya, bahan asam tersebut bisa mengiritasi kulit, terutama setelah bercukur atau ketika kulit sedang sensitif. Mengoleskan bahan yang belum terbukti aman justru berisiko menambah masalah baru.

Lebih baik prioritaskan kebersihan kulit, pakaian bersih, dan produk perawatan yang memang dirancang untuk tubuh. Jika bau badan tetap menyengat meski kebersihan terjaga, periksakan diri ke dokter, terutama bila aromanya berubah mendadak. Kamu juga perlu mencari bantuan medis jika keluhan disertai ruam atau gejala lain yang mengganggu.

Menghilangkan bau badan gak selalu membutuhkan parfum mahal atau wewangian yang kuat. Kebiasaan menjaga kulit tetap bersih dan mengurangi kelembapan justru menjadi langkah awal yang lebih masuk akal. Kalau bau badan terus mengganggu aktivitasmu, jangan ragu mencari tahu penyebabnya agar kamu merasa nyaman tanpa harus terus menyamarkan aromanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article