Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Haruskah Parfum Disimpan di Kulkas agar Lebih Awet?
ilustrasi parfum (pexels.com/Isidor Bobinec)
  • Penyimpanan parfum penting karena panas, cahaya, udara, dan kelembapan dapat memicu oksidasi, mengubah warna serta aroma, terutama pada top notes citrus dan floral ringan.
  • Parfum boleh disimpan di kulkas, tetapi tidak wajib; perubahan suhu akibat kulkas sering dibuka-tutup kurang ideal. Suhu stabil sekitar 12–22 derajat Celsius lebih disarankan.
  • Untuk kebanyakan orang, simpan parfum tegak dalam lemari atau laci yang sejuk, gelap, dan kering; tutup rapat serta hindari jendela, kamar mandi, mobil, dan sumber panas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah kepikiran untuk menyimpan parfum di kulkas supaya wanginya tetap awet? Cara ini memang cukup sering dibicarakan, terutama bagi orang yang punya koleksi parfum cukup banyak dan ingin menjaga kualitas aromanya selama mungkin. Namun, apakah parfum memang harus disimpan di kulkas?

Jawabannya, tidak selalu. Kulkas memang menawarkan tempat yang sejuk dan gelap, tetapi bukan berarti menjadi lokasi penyimpanan parfum yang paling ideal. Untuk kebanyakan orang, menyimpan parfum di dalam lemari yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari justru lebih praktis dan aman. Yuk, kita bahas lebih dalam seputar hal ini!

1. Kenapa cara menyimpan parfum itu penting

ilustrasi parfum pria (unsplash.com/Edoardo Cuoghi)

Parfum bukan hanya terdiri dari alkohol. Di dalamnya terdapat campuran air dan berbagai bahan aromatik yang dirancang dengan komposisi tertentu. Seiring waktu, paparan panas, cahaya, udara, dan kelembapan dapat membuat komposisi tersebut perlahan berubah.

Akibatnya, aroma parfum bisa ikut berubah. Warnanya mungkin menjadi lebih gelap atau wanginya tidak lagi terasa seperti ketika pertama kali dibuka. Dalam kondisi tertentu, parfum bahkan bisa menghasilkan aroma yang terasa asam atau seperti logam.

Salah satu penyebabnya adalah oksidasi. Proses ini terjadi ketika oksigen bereaksi dengan berbagai bahan di dalam parfum. Risiko oksidasi semakin besar setelah botol dibuka dan digunakan berkali-kali.

Beberapa aroma juga cenderung lebih mudah berubah dibandingkan lainnya. Top notes seperti citrus, bergamot, dan sejumlah aroma floral yang lebih ringan dapat mengalami perubahan lebih cepat. Karena itu, menyimpan parfum dengan cara yang tepat bukan sekadar soal kerapian, tetapi juga membantu mempertahankan karakter wanginya.

2. Bolehkah menyimpan parfum di kulkas

ilustrasi parfum vanilla (magnific.com/atlascompany)

Secara teknis, parfum boleh disimpan di dalam kulkas. Lingkungan yang dingin dan gelap memang dapat membantu mengurangi paparan panas dan cahaya yang berlebihan. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu perubahan suhu.

Kulkas rumah tangga dibuka dan ditutup berkali-kali dalam sehari. Akibatnya, suhu di dalamnya tidak selalu benar-benar stabil. Parfum yang sering dikeluarkan dari kulkas kemudian dibiarkan di suhu ruangan juga akan mengalami perubahan temperatur secara berulang. Hal ini justru bukan kondisi yang ideal untuk menjaga parfum dalam jangka panjang. Selain itu, terlalu sering memindahkan parfum dari kulkas ke suhu ruangan dapat berdampak buruk pada kualitas parfum.

Parfum sebaiknya disimpan di lingkungan yang stabil. Parfum paling bagus disimpan pada suhu sekitar 12–22 derajat Celsius. Kulkas bisa dipertimbangkan di iklim yang sangat panas selama parfum tidak berada pada suhu di bawah sekitar 12 derajat Celsius.

Jadi, tidak perlu memasukkan parfum ke kulkas hanya karena ingin membuatnya lebih awet. Kulkas baru diperlukan jika tempat tinggal memiliki suhu yang sangat panas secara konsisten dan tidak ada tempat penyimpanan lain yang cukup sejuk dan stabil. Kalau pun ingin menyimpannya di kulkas, pastikan botol tertutup rapat dan jauh dari makanan yang memiliki aroma kuat. Jangan sampai parfum malah menyerap atau terkontaminasi bau dari isi kulkas.

3. Lalu, di mana tempat terbaik untuk menyimpan parfum

ilustrasi parfum (pexels.com/Isidor Bobinec)

Bagi kebanyakan orang, lemari tertutup atau laci sebenarnya sudah cukup. Tempat terbaik untuk menyimpan parfum adalah area yang sejuk, gelap, kering, dan memiliki suhu yang relatif stabil. Kamu bisa menyimpannya di dalam lemari pakaian, laci meja, atau lemari khusus yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Sebaliknya, hindari meletakkan parfum di beberapa tempat berikut:

  • Dekat jendela, karena sinar matahari dapat mempercepat perubahan komposisi parfum.

  • Di dekat kompor, radiator, atau sumber panas lainnya.

  • Di dalam mobil, karena suhu kabin dapat meningkat sangat tinggi ketika terkena sinar matahari.

  • Di kamar mandi, perubahan suhu dan kelembapan akibat mandi dapat membuat lingkungan penyimpanan menjadi kurang stabil.

  • Di atas meja rias yang terkena cahaya, terutama jika parfum diletakkan di dekat jendela.

Kalau masih memiliki kotak bawaan parfum, jangan buru-buru dibuang. Kotak tersebut dapat membantu melindungi botol dari paparan cahaya. Simpan botol dalam posisi tegak dan pastikan tutupnya terpasang dengan baik.

4. Bagaimana cara membuat parfum lebih awet

ilustrasi parfum (unsplash.com/Rodrigo Tadeo)

Selain memilih tempat penyimpanan yang tepat, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kualitas parfum:

  • Selalu tutup botol dengan rapat setelah digunakan. Semakin sedikit udara yang masuk ke dalam botol, semakin kecil pula peluang terjadinya oksidasi dan penguapan bahan-bahan yang mudah menguap.

  • Hindari terlalu sering mengguncang botol parfum.

  • Jangan menyimpan parfum di tempat yang suhunya naik-turun secara ekstrem.

  • Jika memiliki banyak koleksi parfum dan beberapa di antaranya jarang digunakan, ukuran botol juga bisa menjadi pertimbangan. Parfum dalam botol yang lebih kecil cenderung lebih cepat habis setelah dibuka sehingga lebih sedikit waktu bagi udara untuk memengaruhi isinya.

Pada akhirnya, parfum tidak harus disimpan di kulkas. Jika suhu rumah masih tergolong nyaman, maka menyimpan di lemari atau laci yang sejuk, gelap, dan kering sudah menjadi pilihan yang lebih masuk akal. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article