Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Bau Badan yang Sering Tidak Disadari

5 Penyebab Bau Badan yang Sering Tidak Disadari
ilustrasi olahraga (pexels.com/Miguel González)
  • Bau badan tidak selalu dipicu keringat berlebih; bakteri berkembang di area lembap seperti ketiak, selangkangan, kaki, dan lipatan tubuh yang kurang dibersihkan serta dikeringkan.
  • Pakaian, kaus kaki, dan sepatu yang lembap atau dipakai berulang dapat menyimpan keringat, minyak, bakteri, hingga jamur, sehingga aroma tidak sedap makin menempel.
  • Pola makan seperti bawang, rempah, dan alkohol dapat memengaruhi aroma tubuh; minyak, keringat, serta mikroorganisme di rambut dan kulit kepala juga berkontribusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bau badan menjadi salah satu masalah yang cukup mengganggu, terutama ketika mulai tercium oleh orang-orang di sekitar. Menariknya, penyebab bau badan pada pria tidak selalu berasal dari keringat berlebih atau kebiasaan jarang mandi. Ada beberapa faktor lain yang sering luput dari perhatian, tetapi dapat membuat aroma tubuh menjadi kurang sedap.

Kondisi ini sebenarnya bisa dicegah dengan mengenali pemicunya sejak awal. Selain menjaga kebersihan tubuh, pria juga perlu memperhatikan pakaian, pola makan, hingga kebiasaan sehari-hari yang mungkin berpengaruh terhadap aroma tubuh. Lantas, apa saja penyebab bau badan yang sering tidak disadari pria?

  1. 1. Tidak membersihkan area tubuh tertentu dengan optimal

    ilustrasi mandi
    ilustrasi mandi (pexels.com/Sergey Torbik)

    Mandi secara rutin belum tentu membuat tubuh terbebas dari bau badan apabila beberapa area tidak dibersihkan dengan baik. Ketiak, selangkangan, kaki, dan area lipatan tubuh merupakan bagian yang mudah lembap sehingga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Ketika bakteri memecah komponen dalam keringat, proses tersebut dapat menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma tidak sedap.

    Karena itu, kebersihan tubuh sebaiknya tidak hanya berfokus pada bagian yang mudah terlihat. Pastikan area yang mudah berkeringat dibersihkan secara menyeluruh menggunakan sabun dan kemudian dikeringkan dengan baik. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri penyebab bau badan.

  2. 2. Terlalu lama menggunakan pakaian yang sama

    ilustrasi main basket bersama teman
    ilustrasi main basket bersama teman (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Pakaian yang terlihat masih bersih belum tentu bebas dari keringat dan bakteri. Kaos, kemeja, pakaian olahraga, atau pakaian dalam dapat menyerap keringat dan minyak dari tubuh selama digunakan. Jika pakaian tersebut dipakai berulang kali tanpa dicuci, aroma tidak sedap dapat semakin menempel dan sulit dihilangkan.

    Kondisi ini sering terjadi setelah melakukan aktivitas fisik atau berada di tempat yang panas. Pakaian yang lembap sebaiknya segera diganti dan tidak dibiarkan terlalu lama menempel pada tubuh. Selain membantu menjaga kesegaran tubuh, kebiasaan mengganti pakaian juga dapat mengurangi risiko pertumbuhan bakteri dan jamur.

  3. 3. Kurang memperhatikan kebersihan kaki

    ilustrasi main air
    ilustrasi main air (pexels.com/Yan Krukau)

    Kaki termasuk bagian tubuh yang cukup sering berkeringat, tetapi kebersihannya terkadang kurang diperhatikan. Penggunaan sepatu tertutup dalam waktu lama dapat menciptakan kondisi hangat dan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri. Akibatnya, kaki maupun sepatu dapat mengeluarkan aroma yang kurang sedap.

    Masalah ini dapat semakin parah jika kaus kaki digunakan berulang kali tanpa dicuci. Sebaiknya gunakan kaus kaki yang bersih setiap hari dan pastikan kaki benar-benar kering sebelum mengenakan sepatu. Sepatu juga perlu diberi waktu untuk mengering dan diangin-anginkan setelah digunakan.

  4. 4. Pola makan kurang diperhatikan

    ilustrasi makan malam
    ilustrasi makan malam (pexels.com/Michael Burrows)

    Makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Beberapa jenis makanan dengan aroma kuat, seperti bawang putih, bawang bombai, dan makanan tertentu yang kaya rempah, dapat memengaruhi bau napas maupun aroma tubuh. Konsumsi alkohol juga dapat berkontribusi terhadap perubahan aroma tubuh pada sebagian orang.

    Bukan berarti makanan tersebut harus sepenuhnya dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika bau badan muncul secara berulang dan sulit diatasi, tidak ada salahnya memperhatikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan makanan tertentu. Menjaga pola makan yang seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  5. 5. Mengabaikan kebersihan rambut dan kulit kepala

    ilustrasi keramas di salon
    ilustrasi keramas di salon (pexels.com/Rosa Isela Sias Talamantes)

    Rambut dan kulit kepala juga dapat menjadi sumber aroma yang kurang sedap, terutama ketika produksi minyak dan keringat cukup tinggi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, minyak, keringat, sel kulit mati, dan mikroorganisme dapat menumpuk di kulit kepala. Kondisi tersebut dapat membuat rambut terasa berminyak sekaligus menimbulkan bau yang terkadang terbawa hingga ke orang di sekitar.

    Frekuensi keramas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing. Pria yang sering berkeringat atau melakukan aktivitas fisik mungkin perlu lebih rutin membersihkan rambut dibandingkan mereka yang jarang berkeringat. Selain itu, jangan lupa mencuci dan mengganti sarung bantal secara berkala karena kain tersebut juga bersentuhan langsung dengan rambut dan kulit kepala.

    Bau badan pada pria tidak selalu disebabkan oleh produksi keringat yang berlebihan. Kebersihan area tubuh tertentu, pakaian, kaki, pola makan, hingga kondisi rambut dan kulit kepala juga dapat menjadi faktor yang sering luput dari perhatian. Dengan mengenali penyebabnya dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, menjaga tubuh tetap bersih dan segar sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah yang sederhana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles