Padahal, rasa gatal saat jenggot mulai tumbuh bisa terjadi karena beberapa hal. Kalau kamu sedang mencoba memanjangkan jenggot, beberapa hal berikut bisa membantu mengurangi rasa gatalnya.
Kenapa Jenggot Terasa Gatal saat Mulai Dipanjangkan? Ini Jawabannya

Gatal saat jenggot mulai dipanjangkan umum terjadi karena ujung rambut pendek pascacukur masih kaku dan tajam, lalu bergesekan dengan kulit.
Rambut tumbuh ke dalam, kulit kering, serta penumpukan keringat, minyak, dan sel kulit mati di bawah jenggot dapat memicu gatal, kemerahan, atau benjolan.
Perawatan meliputi mencuci dengan pembersih lembut, melembapkan, memakai beard oil secukupnya, dan menyisir; periksakan ke dokter bila muncul ruam, luka, atau kemerahan menetap.
Memanjangkan jenggot ternyata gak selalu langsung bikin penampilan terlihat lebih keren. Pada minggu-minggu awal, area sekitar dagu, pipi, dan leher justru bisa terasa gatal, apalagi ketika rambut mulai tumbuh lebih panjang dari biasanya. Rasa gatal ini kadang bikin ingin terus menggaruk atau malah mencukur lagi karena dianggap sebagai tanda jenggot gak cocok dipanjangkan.
1. Ujung rambut yang baru tumbuh masih terasa tajam

ilustrasi menumbuhkan jenggot (unsplash.com/Behzad Hajiabadi) Setelah dicukur, ujung rambut jenggot menjadi lebih rata karena terpotong oleh pisau cukur. Ketika mulai tumbuh kembali, bagian ujung tersebut bisa terasa kaku dan tajam. Rambut yang pendek dan kasar kemudian bergesekan dengan kulit setiap kali kamu menggerakkan wajah.
Karena ujung rambut belum cukup panjang, biasanya rasa gatal makin terasa karena jenggot masih pendek. Kondisi ini sebenarnya cukup umum pada fase awal memanjangkan jenggot. Seiring rambut bertambah panjang dan teksturnya mulai lebih lembut, rasa mengganjal pada kulit biasanya ikut berkurang.
2. Beberapa rambut bisa tumbuh ke dalam kulit

ilustrasi jenggot (unsplash.com/Ali Yılmaz) Rambut jenggot gak selalu tumbuh lurus keluar dari kulit. Beberapa helai bisa melengkung dan kembali masuk ke dalam kulit, terutama setelah dicukur terlalu dekat dengan permukaan kulit. Kondisi seperti ini, lalu banyak orang kenal sebagai rambut tumbuh ke dalam alias ingrown hair .
Rambut yang tumbuh ke dalam bisa menyebabkan benjolan kecil, kemerahan, gatal, bahkan tak jarang terasa sakit ketika disentuh. Area leher juga cukup sering mengalami masalah ini karena arah tumbuh rambut di bagian tersebut bisa berbeda-beda. Kalau menemukan benjolan seperti ini, jangan langsung dicabut atau dipencet karena tindakan tersebut justru bisa membuat kulit semakin iritasi.
3. Kulit di bawah jenggot mulai kering

ilustrasi jenggot (unsplash.com/Sandy Millar) Ketika jenggot mulai panjang, kulit di bawahnya memang jadi lebih sulit dibersihkan dan diberi pelembap. Minyak alami dari kulit bisa terserap oleh rambut jenggot, sehingga permukaan kulit terasa lebih kering dari biasanya. Kulit yang kering tersebut kemudian terasa gatal, bersisik, atau tak jarang malah seperti tertarik.
Sel kulit mati otomatis akan menumpuk apabila area tersebut jarang dibersihkan dengan benar. Inilah alasan mencuci wajah saja kadang belum cukup ketika jenggot sudah mulai lebat. Produk pembersih yang lembut dan pelembap, tetap perlu digunakan agar kulit di bawah jenggot gak dibiarkan kering begitu saja.
4. Keringat dan minyak bisa menumpuk di antara rambut

ilustrasi jenggot (unsplash.com/Michael Wave) Jenggot yang mulai lebat cenderung bisa menahan keringat, minyak, maupun sisa produk yang digunakan pada wajah. Setelah beraktivitas atau berolahraga, kondisi tersebut membuat area di bawah jenggot menjadi lebih lembap. Kalau tidak dibersihkan dengan baik, kulit bisa terasa gatal dan lebih mudah mengalami iritasi.
Karena itu, jenggot sebaiknya tetap dicuci secara rutin, terutama setelah banyak berkeringat. Sebaiknya gunakan pembersih yang lembut dan hindari untuk menggosok wajah terlalu keras hanya untuk memastikan jenggot benar-benar bersih. Kalau rasa gatal disertai kemerahan yang menetap, ruam, luka, atau benjolan yang semakin banyak, sebaiknya periksakan ke dokter kulit karena penyebabnya bisa bukan sekadar rambut yang sedang tumbuh.
5. Rawat jenggot supaya rambut dan kulit tetap nyaman

ilustrasi jenggot (unsplash.com/Vitaly Gariev) Memanjangkan jenggot bukan berarti membiarkannya tumbuh tanpa perawatan. Kamu bisa menggunakan beard oil atau pelembap yang tidak mudah menyumbat pori-pori untuk membantu menjaga kulit tetap lembap sekaligus membuat rambut jenggot terasa lebih lembut. Produk tersebut bisa digunakan secukupnya setelah wajah dibersihkan.
Menyisir jenggot secara rutin juga membantu rambut tumbuh mengikuti arah yang lebih rapi dan mencegah beberapa helai saling kusut. Kalau kulit terasa gatal, usahakan jangan langsung digaruk karena kuku bisa membuat kulit terluka dan meningkatkan risiko infeksi. Dengan perawatan sederhana seperti membersihkan, melembapkan, dan menyisir jenggot secara rutin, fase awal memanjangkan jenggot biasanya akan terasa jauh lebih nyaman.
Kalau baru beberapa minggu memanjangkan jenggot lalu tiba-tiba bagian dagu atau leher terasa gatal, jangan buru-buru mengambil pisau cukur, ya. Coba lihat dulu apakah kulitnya kering, ada rambut yang tumbuh ke dalam, atau justru banyak keringat dan minyak yang tertinggal di balik jenggot. Bisa jadi, yang kamu butuhkan bukan mencukur ulang, melainkan mulai lebih rutin merawat kulit di balik jenggot.





