Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kaus Kaki Bisa Menjadi Sumber Bau Badan? Ini Alasannya!

5 min read
Kenapa Kaus Kaki Bisa Menjadi Sumber Bau Badan? Ini Alasannya!
ilustrasi kaus kaki (unsplash.com/Nick Page)
  • Kaus kaki dapat menjebak keringat dan kelembapan sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung mikroorganisme penyebab bau.

  • Bau muncul dari interaksi keringat, sel kulit mati, bakteri, jamur, dan kelembapan yang terakumulasi.

  • Bau kaus kaki dapat dikurangi dengan menjaga kaki tetap bersih dan kering serta rutin mengganti maupun mencuci kaus kaki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kaus kaki sering dianggap sepele dalam urusan kebersihan tubuh. Padahal, pakaian yang satu ini bisa menjadi salah satu sumber bau tidak sedap, terutama setelah dipakai seharian. Bau bahkan bisa tetap menempel meski kaki sudah dibersihkan.

Masalahnya bukan karena kaus kaki memiliki bau sendiri. Kaus kaki justru menciptakan kondisi yang membuat keringat, sel kulit mati, dan mikroorganisme berkumpul serta menghasilkan senyawa berbau. Lantas, kenapa kaus kaki bisa membuat bau kaki semakin menyengat?

  1. 1. Keringat bukan penyebab utama bau kaki

    ilustrasi kaus kaki
    ilustrasi kaus kaki (unsplash.com/Livi Po)

    Kaki termasuk bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat. Telapak kaki menghasilkan keringat dalam jumlah cukup banyak, terutama ketika seseorang aktif bergerak, berada di tempat panas, atau memakai sepatu dalam waktu lama. Namun, keringat sebenarnya bukan penyebab utama bau kaki. Keringat yang baru keluar umumnya tidak memiliki bau yang menyengat.

    Aroma tidak sedap muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri dan mikroorganisme lain yang hidup secara alami di permukaan kulit. Mikroorganisme tersebut memanfaatkan berbagai zat dalam keringat dan sel kulit mati sebagai sumber nutrisi. Dalam prosesnya, mereka menghasilkan berbagai senyawa yang mudah menguap dan menimbulkan aroma khas, mulai dari bau asam seperti cuka hingga aroma yang menyerupai keju.

  2. 2. Kaus kaki menjebak keringat dan kelembapan

    ilustrasi memakai kaus kaki
    ilustrasi memakai kaus kaki (unsplash.com/珂 许)

    Ketika kaki dibungkus kaus kaki dan kemudian dimasukkan ke dalam sepatu, keringat menjadi lebih sulit menguap. Kain kaus kaki menyerap keringat, tetapi sebagian kelembapan tetap berada di dekat permukaan kulit. Kondisi ini membuat area di sekitar kaki menjadi hangat dan lembap dengan sirkulasi udara yang minim. Lingkungan seperti ini sangat disukai berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur. Akibatnya, semakin lama kaki berada dalam kondisi tersebut, semakin banyak pula keringat, sel kulit mati, dan hasil metabolisme mikroorganisme yang terkumpul di kaus kaki. Inilah salah satu alasan mengapa kaus kaki yang sudah dipakai seharian bisa memiliki bau yang jauh lebih kuat dibandingkan saat pertama digunakan.

  3. 3. Bakteri di kaki turut memicu bau tidak sedap

    ilustrasi kaki
    ilustrasi kaki (pexels.com/Cats Coming)

    Kulit manusia memang secara alami dihuni oleh berbagai mikroorganisme. Kaki bahkan dapat menjadi salah satu area dengan kepadatan mikroba yang cukup tinggi. Beberapa bakteri yang ditemukan pada kulit kaki, seperti Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus hominis, dapat memecah senyawa yang terdapat dalam keringat dan sel kulit mati. Proses tersebut menghasilkan berbagai senyawa yang berkontribusi terhadap bau kaki.

    Selain bakteri, jamur juga dapat hidup di lingkungan kaki yang lembap. Jika kelembapan terus terjaga, pertumbuhan mikroorganisme bisa semakin mudah terjadi. Jadi, bau yang muncul dari kaus kaki sebenarnya merupakan hasil dari interaksi antara keringat, sel kulit mati, bakteri, jamur, dan lingkungan yang lembap.

  4. 4. Kenapa bau kaus kaki bisa semakin menyengat?

    ilustrasi kaus kaki
    ilustrasi kaus kaki (pexels.com/Lum3n)

    Ada beberapa kebiasaan yang dapat membuat bau kaus kaki menjadi lebih parah:

    1. Kaus kaki terlalu lama dipakai

    Semakin lama kaus kaki digunakan, semakin banyak keringat dan sel kulit yang terserap ke dalam serat kain. Mikroorganisme pun memiliki lebih banyak bahan untuk diuraikan menjadi senyawa berbau. Karena itu, kaus kaki yang digunakan sepanjang hari, terutama saat berolahraga atau berjalan dalam waktu lama, biasanya akan lebih berbau.

    2. Kaus kaki tidak segera dikeringkan

    Kaus kaki yang basah atau lembap, lalu dibiarkan menumpuk di keranjang pakaian, dapat menjadi tempat yang ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang. Membiarkannya dalam kondisi lembap juga membuat bau semakin sulit hilang saat kaus kaki akhirnya dicuci.

    3. Bahan kaus kaki kurang menyerap atau mengeluarkan kelembapan

    Jenis bahan juga bisa memengaruhi kondisi kaki. Beberapa bahan yang kurang breathable dapat membuat kelembapan lebih lama terperangkap di sekitar kulit.

    4. Sepatu ikut menyimpan kelembapan

    Kaus kaki bukan satu-satunya penyebab. Sepatu yang digunakan terus-menerus tanpa diberi kesempatan untuk mengering juga dapat menyimpan keringat dan bau. Ketika kaus kaki bersih dipakai bersama sepatu yang sudah lembap dan berbau, aroma tidak sedap bisa kembali menempel.

  5. 5. Bagaimana cara mengurangi bau dari kaus kaki?

    ilustrasi kaus kaki
    ilustrasi kaus kaki (unsplash.com/Nick Page)

    Kabar baiknya, bau kaki dan kaus kaki sebenarnya dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana. Fokus utamanya ialah menjaga kaki tetap bersih dan mengurangi kelembapan.

    1. Cuci kaki secara rutin

    Bersihkan kaki menggunakan sabun, termasuk bagian di antara jari-jari. Setelah itu, keringkan dengan baik sebelum mengenakan kaus kaki. Bagian sela-sela jari penting diperhatikan karena area tersebut cenderung lebih lembap.

    1. Ganti kaus kaki setiap hari

    Hindari memakai kembali kaus kaki yang sudah digunakan, terutama setelah berolahraga atau beraktivitas seharian. Jika kaki mudah berkeringat, mengganti kaus kaki lebih dari sekali sehari juga dapat membantu menjaga kaki tetap kering.

    1. Pilih kaus kaki yang sesuai

    Kaus kaki dengan bahan yang dapat membantu mengelola kelembapan bisa menjadi pilihan, terutama bagi orang dengan kaki yang mudah berkeringat. Kaus kaki olahraga yang dirancang untuk mengeluarkan kelembapan juga dapat membantu selama aktivitas fisik.

    1. Beri waktu sepatu untuk mengering

    Jangan langsung menggunakan sepatu yang sama setiap hari jika memungkinkan. Berikan waktu agar bagian dalam sepatu dapat terkena udara dan mengering sebelum digunakan kembali.

    1. Cuci kaus kaki dengan benar

    Kaus kaki sebaiknya segera dicuci setelah digunakan dan tidak dibiarkan lembap terlalu lama. Jika bau masih menempel setelah dicuci, perhatikan juga apakah sepatu atau bagian dalam sepatu menjadi sumber bau.

    Akhir kata, kaus kaki tidak secara langsung menghasilkan bau badan. Namun, pakaian ini dapat menjebak keringat dan menciptakan lingkungan hangat serta lembap yang mendukung aktivitas mikroorganisme penyebab bau. Ketika keringat, sel kulit mati, bakteri, dan kelembapan terakumulasi dalam serat kain, bau tidak sedap pun menjadi semakin kuat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎