Kenapa Sepatu Running Bisa Bau meski Sudah Sering Dicuci?

Bau sepatu muncul akibat mikroorganisme yang memecah keringat dan sisa organik.
Kelembapan yang tertinggal di bagian dalam sepatu dan insole membuat bau mudah muncul kembali.
Sepatu perlu dikeringkan sepenuhnya, insole dibersihkan terpisah, dan kaus kaki rutin diganti.
Sepatu lari (running) yang sering dipakai berlari memang lebih mudah menimbulkan bau tidak sedap. Keringat, panas, dan kondisi lembap di dalam sepatu membuat lingkungan menjadi ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang. Dalam hal ini, mencuci sepatu kerap dianggap sebagai solusi praktis untuk mengatasi bau.
Sayangnya, mencuci sepatu secara rutin kadang belum tentu bisa menghilangkan bau sepenuhnya. Setelah dicuci, sepatu bahkan bisa kembali berbau ketika digunakan untuk berlari. Lantas, kenapa sepatu running masih bau meski sudah sering dicuci?
1. Bau berasal dari aktivitas mikroorganisme

ilustrasi menggaruk kaki (pexels.com/Cats Coming) Keringat sebenarnya bukan penyebab utama bau pada sepatu. Keringat pada dasarnya sebagian besar terdiri dari air dan garam sehingga tidak memiliki bau yang kuat. Bau muncul ketika mikroorganisme yang hidup di kulit memecah berbagai senyawa dari keringat dan sisa organik yang menempel di kaus kaki, lapisan dalam sepatu, serta bahan tekstil. Proses tersebut menghasilkan berbagai senyawa volatil yang menimbulkan aroma khas, seperti asam, tengik, atau bau kaki. Karena itu, mencuci sepatu hanya untuk menghilangkan kotoran yang terlihat belum tentu menyelesaikan sumber masalahnya.
2. Bakteri bisa menempel di bagian dalam sepatu

ilustrasi insole sepatu (pexels.com/Erik Mclean) Bagian sepatu yang bersentuhan langsung dengan kaki bukan hanya permukaan kain. Ada lapisan busa, jahitan, bantalan kerah, lidah sepatu, hingga insole yang dapat menyerap keringat. Mikroorganisme juga dapat membentuk biofilm, komunitas mikroorganisme yang menempel pada permukaan dan terlindungi oleh lapisan tertentu. Kondisi ini membuatnya lebih sulit dihilangkan hanya dengan mencuci atau menggosok permukaan sepatu. Inilah salah satu alasan sepatu bisa kembali bau setelah beberapa kali dipakai meski sebelumnya sudah dicuci.
3. Sepatu belum benar-benar kering setelah dicuci

ilustrasi sepatu (pexels.com/Hanna Auramenka) Ini salah satu penyebab yang sering tidak disadari. Sepatu running memiliki bagian yang tebal, terutama pada midsole, insole, dan bantalan di sekitar tumit. Air bisa bertahan lebih lama di bagian-bagian tersebut dibandingkan pada permukaan luar sepatu.
Jika sepatu masih lembap ketika kembali digunakan, kondisi tersebut dapat membantu mikroorganisme berkembang lagi. Akibatnya, bau yang sempat berkurang setelah dicuci bisa muncul kembali. Kelembapan yang tersisa di bagian dalam sepatu dapat menjadi salah satu alasan bau tetap bertahan setelah proses pembersihan.
4. Insole ikut menyimpan keringat dan bau

ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay) Insole merupakan salah satu bagian sepatu yang paling sering terkena keringat. Sayangnya, bagian ini kadang tidak dilepas ketika sepatu dicuci. Akibatnya, air dapat terperangkap di dalam material insole dan membuat proses pengeringan menjadi lebih lama. Jika insole tetap lembap, bau juga bisa lebih cepat muncul kembali ketika sepatu digunakan. Karena itu, melepas insole dan mengeringkannya secara terpisah bisa membantu mengurangi kelembapan yang tersisa di dalam sepatu.
5. Mencuci bagian luar saja tidak cukup

ilustrasi sepatu sedang dijemur (pexels.com/Gioele Gatto) Menyikat bagian luar sepatu memang dapat menghilangkan lumpur, debu, dan kotoran. Namun, sumber bau bisa berada lebih dalam. Keringat dan sisa organik dapat masuk ke lapisan kain, jahitan, bantalan, serta busa. Bagian-bagian tersebut tidak selalu dapat dibersihkan secara menyeluruh dengan sabun dan sikat biasa. Itulah sebabnya, sepatu yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bebas dari sumber bau.
6. Kaus kaki juga ikut menentukan

ilustrasi kaus kaki (unsplash.com/Livi Po) Masalah bau tidak selalu berasal dari sepatunya. Kaus kaki yang menyimpan banyak keringat juga dapat membuat bagian dalam sepatu kembali lembap dan berbau. Menggunakan kaus kaki yang mampu mengelola kelembapan dan menggantinya setiap hari dapat membantu menjaga kondisi bagian dalam sepatu. Menjaga kaki tetap kering juga penting karena semakin banyak kelembapan dan sisa keringat yang masuk ke sepatu, semakin mudah bau muncul kembali.
Pada akhirnya, sepatu running bisa tetap bau meski sering dicuci karena sumber baunya tidak selalu berada di permukaan. Keringat, kelembapan, dan mikroorganisme dapat bertahan di bagian dalam sepatu, termasuk insole, lapisan kain, jahitan, dan busa. Karena itu, membersihkan sepatu saja tidak cukup. Sepatu perlu dikeringkan sampai benar-benar kering, insole sebaiknya dilepas dan dibersihkan secara terpisah, serta penggunaan sepatu perlu diselingi agar tidak terus-menerus berada dalam kondisi lembap.



