5 Kesalahan Pria Saat Pakai Pomade yang Bikin Rambut Rusak

- Menggunakan pomade terlalu banyakPemakaian berlebihan menghambat sirkulasi udara dan membuat rambut lepek serta kulit kepala berminyak.
- Dipakai saat rambut masih basahRambut basah lebih rapuh dan air mengencerkan pomade, membuat daya hold tidak stabil.
- Salah memilih jenis pomadePomade oil-based pada rambut tipis membuat beban berlebih, sedangkan pomade dengan daya hold tinggi pada rambut kering memperparah kekakuan.
Pomade sering dianggap sekadar produk styling untuk bikin rambut rapi dan tahan lama. Padahal, cara pemakaian yang salah justru bisa merusak rambut dan kulit kepala secara perlahan. Banyak pria tidak sadar bahwa masalah rambut lepek, rontok, atau kering berawal dari kebiasaan kecil saat styling.
Secara teknis, pomade bekerja dengan membentuk lapisan di batang rambut. Lapisan ini memengaruhi kelembapan, sirkulasi udara kulit kepala, dan kekuatan helai rambut. Ketika salah digunakan, efeknya bukan cuma soal tampilan, tapi juga kesehatan rambut jangka panjang.
Table of Content
1. Menggunakan pomade terlalu banyak

Pemakaian pomade berlebihan membuat rambut tertutup lapisan produk terlalu tebal. Secara teknis, ini menghambat rambut bernapas dan menahan panas di kulit kepala. Kondisi tersebut memicu rambut lepek dan kulit kepala berminyak.
Selain itu, pomade yang menumpuk sulit dibersihkan sempurna. Sisa produk bisa menempel di folikel rambut. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko rambut rontok dan ketombe.
2. Dipakai saat rambut masih basah

Banyak pria langsung memakai pomade setelah keramas tanpa mengeringkan rambut. Padahal rambut basah memiliki struktur yang lebih rapuh. Gesekan saat styling bisa merusak kutikula rambut.
Air juga mengencerkan pomade sehingga distribusinya tidak merata. Akibatnya, daya hold jadi tidak stabil. Rambut terlihat kusut meski sudah diberi produk.
3. Salah memilih jenis pomade

Setiap pomade memiliki basis berbeda, seperti oil-based, water-based, atau clay. Menggunakan pomade oil-based pada rambut tipis membuat beban berlebih di batang rambut. Rambut jadi mudah lepek dan tampak semakin jarang.
Sebaliknya, pomade dengan daya hold tinggi pada rambut kering bisa memperparah kekakuan. Secara teknis, rambut kehilangan fleksibilitas alaminya. Risiko patah pun meningkat saat rambut disisir ulang.
4. Jarang membersihkan sisa pomade

Pomade yang tidak dibersihkan akan menumpuk di kulit kepala. Penumpukan ini menyumbat pori-pori dan mengganggu produksi minyak alami. Kulit kepala jadi tidak seimbang.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu iritasi dan ketombe kronis. Rambut juga tumbuh tidak optimal karena folikel terganggu. Ini kesalahan yang sering diremehkan.
5. Styling dengan tekanan berlebihan

Menarik rambut terlalu keras saat membentuk gaya membuat akar rambut mengalami stres. Secara teknis, tarikan berulang memperlemah ikatan rambut di folikel. Rambut rontok pun lebih mudah terjadi.
Tekanan berlebihan juga merusak batang rambut. Rambut terlihat kasar dan kehilangan kilap alaminya. Padahal, styling seharusnya membantu tampilan, bukan merusaknya.
Pomade bukan musuh rambut, tapi cara pemakaiannya yang sering keliru. Kesalahan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa berdampak besar pada kesehatan rambut. Masalahnya, efeknya tidak langsung terasa.
Dengan memahami cara kerja pomade secara teknis, pria bisa tetap tampil rapi tanpa mengorbankan kondisi rambut. Styling yang tepat bukan soal banyaknya produk, tapi cara dan kebiasaan yang benar.


















